• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Termiskinkan oleh Sistem, Rakyat Pemburu Barang Murah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Agustus 2024
di Opini
OPINI: Termiskinkan oleh Sistem, Rakyat Pemburu Barang Murah

Oleh: Faridatus Sae, S. Sosio

(Aktivis Dakwah Kampus, Alumni S1 Universitas Airlangga)

Barang-barang impor dari China dengan harga murah meriah ramai menyerbu negeri ini. Produk manufaktur China yang terus menggempur pasar domestik RI dan belakangan yang mencuat di antaranya tekstil hingga keramik.

Sehingga, muncul kekhawatiran industri dalam negeri tidak sanggup dengan gempuran tersebut dan akhirnya keok. Apalagi impor barang murah dari China sudah lama terjadi dan China terus melakukan inovasi dan penetrasi pasar Indonesia melalui penguatan efisiensi dan skala ekonomi, sehingga biaya rata-rata yang rendah menyebabkan komoditi mereka semakin kompetitif. (Cnbcindonesia.com, 26/7/2024)

BeritaTerkait

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026

Dalam laman yang sama, menurut Ekonom Universitas Brawijaya Wildan Syafitri, bahwa perubahan selera pasar yang cepat dan potensi pasar di masa yang akan datang mampu diadaptasi dengan baik oleh manufaktur China dan didukung oleh infrastruktur yang baik dan kemudahan investasi.

Jika kondisi ini berlangsung terus maka lambat laun industri dalam negeri akan mati karena ancaman ini. Industri dalam negeri perlu lebih baik beradaptasi dengan tren permintaan pasar dan regulasi pemerintah perlu menjaga industri dalam negeri dari serangan impor ini.

Situasi yang terjadi saat ini adalah buah dari China Asean Free Trade Area (CAFTA) yang berdampak buruk pada produk dalam negeri karena barang China lebih murah. Semenjak diberlakukannya CAFTA pada 2010,  banyak pihak yang mengingatkan bahwa akan bahaya bagi Indonesia jika memaksakan diri untuk bergabung dalam liberalisasi perdagangan tersebut.

Indonesia mengalami defisit neraca dagang dengan China sejak CAFTA dimulai sampai saat ini. Hanya saja, CAFTA nyatanya tetap saja tidak dibatalkan atau dihentikan oleh penguasa negeri ini. Bahkan, negeri ini terlanjur terjebak dalam perdagangan bebas.  Sehingga, dengan banjirnya produk impor yang menguasai pasar dalam negeri justru membuat industri dalam negeri mati dan semakin bergantung dengan produk impor. Sehingga, atas nama mitra dagang, China adalah negara pengimpor terbesar perdagangan Indonesia.

Sedangkan, akibat tingkat kemiskinan yang tinggi terjadi pada rakyat negeri ini. Menjadikan rakyat negeri ini cenderung memilih produk impor yang lebih murah daripada produk lokal yang harganya lebih tinggi. Bahkan, masyarakat saat ini juga cenderung tidak memperhatikan keamanan produk. Apakah aman bahan atau pun kegunaannya, yang terpenting produk murah meriah, terjangkau, dan dapat banyak. Sehingga produk itulah yang dipilih untuk dikonsumsi atau digunakan dalam kehidupannya.

Selain itu, terjadi pada rakyat negeri ini yaitu kondisi rakyat yang memiliki literasi finansial yang rendah. Maka, kondisi ini juga memberikan dampak buruk pada individu maupun rakyat secara umum dalam negeri. (*)

Terkait: OpiniProduk China

BeritaTerkait

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Parepare Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi