• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : The New Normal, Alasan Pembatalan Keberangkatan Haji Abu Yazid

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
8 Juni 2020
di Opini
agus muchsin

Oleh : Agus Muchsin*

OPINI — Setelah menunggu antrian dalam kurung waktu lama bagi calon jemaah haji Indonesia, tahun ini dinyatakan oleh pemerintah melalui Kementrian Agama, batal untuk diberangkatkan akibat pandemi virus corona. Alasan rasionalnya, karena belum ada indikasi dari Arab Saudi akan membuka akses bagi calon jemaah haji tahun 2020 untuk negara lain.

Penundaan pemberangkatan tersebut, oleh sebagian calon jemaah dianggap terlalu dini, tanpa lebih awal menunggu keputusan Arab Saudi. Namun pemerintah melalui Kementrian Agama RI berkeyakinan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan layanan calon jemaah, meski dalam beberapa pekan kedepan Arab Saudi membolehkannya.

Kebijakan pemerintah tentang pembatalan keberangkatan haji tahun 2020, diakui menuai kekecewaan atas jemaah terutama bagi usia lanjut, yang entah tahun berikut masih memenuhi persyaratan kemampuan fisik.

Sekadar mengurangi rasa kecewa, tulisan ini mengingatkan satu kisah seorang ulama bernama Abu Yazid Al Bustami, saat melakukan perjalanan haji dari Persia. Setiba di Bashra sempat berziarah ke salah seorang ulama bernama Syekh Darwis. Ringkas cerita, pembicaraan dalam pertemuan itu meminta Abu Yazid mengurungkan niat untuk mendatangi Baitullah.

Berita Terkait

VIDEO : New Normal, Jasa Service AC Kembali Bangkit

Video : Tatanan Baru, Ini Skenario Urus Layanan Keimigrasian di Kantor Imigrasi Parepare

Ini Dia Skema IAIN Parepare Jika Terapkan Kuliah New Normal

OPINI: The New Normal, Rekayasa Sosial Melalui Kebijakan

Abu Yazid al-Bustami adalah sufi abad III Hijriyah berkebangsaan Persia, lahir tahun 804 M/188H. Namanya dalam literatur tasawuf ditulis dengan Bayazid Bastami (بايزيد بسطامى). Nama ini populer setelah dikaruniai seorang putra bernama Yazid, ia kemudian lebih dikenal dengan nama Abu Yazid (Arti: Ayah Yazid).

Berikut ringkasan kisah pertemuan Abu Yazid al Bustami dengan Syekh Darwis;

Naskah
–ist–

Artinya:
Abu Yazid Al Bustami hendak melakukan perjalanan ke Ka’bah untuk menunaikan haji, ketika tiba di Bashrah, Al Bustami berziarah ke seorang sufi yang cukup dikenal penduduk Bashrah. Al Bustami di tanya oleh sufi yang bernama Syekh Darwis. Apa yang engkau inginkan wahai Abu Yazid?
Abu Yazid: aku ingin ke Mekah berziarah di Baitullah. Darwis bertanya: Apakah engkau memiliki bekal dalam perjalanan ini? Abu Yazid menjawab. Ya. Darwis bertanya: Berapa banyak? Abu Yazid berkata: 200 Dirham. Darwis berkata: Berikan padaku dirham itu, dan tawaflah mengelilingiku sebanyak 7 putaran. Abu Yazid pun memberikannya dan berkatalah Darwis: wahai Abu Yazid hatiku adalah Baitullah demikian juga Ka’bah adalah Baitullah. Sambil menjelaskan perbedaannya, bahwasanya Allah tidak pernah masuk di Ka’bah semenjak di bangun, akan tetapi Dia (Allah) tidak pernah keluar dari hatiku semenjak dijadikannya.

Kisah di atas menarik untuk di analisis dengan berdasar pada alur cerita dan background kajian dari dua sosok tokoh tersebut, dengan paradigma sebagai berikut:
1. Abu Yazid Al Bustami dan Darwis adalah tokoh sufi dan filsafat.
2. Kisah tersebut bernuansa Tasawuf dan Filsafat yang terkolaborasi dengan kajian Fikhi.
3. Abu Yazid memilih membatalkan keberangkatannya karena didominasi oleh kajian filsafat dan tasawuf
4. Abu Yazid mengurungkan niat berziarah ke Baitullah setelah berdiskusi dengan Syekh Darwis tentang esensi Baitullah (rumah Allah), yakni antara Ka’bah dan hati (qalb) hamba yang senantiasa mengingat Allah swt.
5. Kisah menggiring pada asumsi bahwa hati seorang hamba yang senantiasa berdzikir lebih mulia dari makhluk lain.
6. Kisah ini masih dalam kontrol kajian Fikhi karena tidak menganggap bahwa Abu Yazid telah menunaikan haji setelah bertawaf mengelilingi Syekh Darwis sebanyak tujuh (7) kali.

Kisah di atas membuka tabir keilmuan dalam Islam yang selama ini diwarnai kecenderungan untuk tidak menerima disiplin ilmu lain. Ahli Fikhi (fukaha) enggan melegitimasi ilmu tasawuf, atau sebaliknya ahli tasawuf (sufi) menolak keberadaan ilmu Fikhi.

Batalnya keberangkatan calon jemaah haji tahun 2020 akibat merebaknya virus Covid 19, sebaiknya dikaji dengan ragam pendekatan keilmuan, dengan mengkolaborasikan antara Fikhi, Tasawuf dan Filsafat sehingga, perbedaan atas konklusi ilmiah, dapat dipahami berdasarkan metodenya (manhaj), atau dijadikan referensi untuk memilih aktivitas ibadah yang memiliki nilai sama.

Dengan demikian, alternatif terhadap batalnya keberangkatan haji tahun 2020 ini, sebaiknya dikonsentrasikan pada kegiatan Riyadha Al Nafsi (latihan penempaan jiwa), sebagai upaya menghidupkan hati, melalui zikir, dan banyak melakukan ziarah ke ulama yang senantiasa berdzikir pada Allah swt., karena esensi pelaksanaan haji akan tercapai melalui ibadah tersebut. (*)

Terkait: New NormalPembatalan Haji

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan