• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 5 Agustus 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Pak Jono, Skil Reparasi Pelek dan Terali yang Kian Langka

Editor: Alfiansyah Anwar
27 Agustus 2017
di Sulselbar
Pak Jono, Skil Reparasi Pelek dan Terali yang Kian Langka

* Warga Parepare, Pak Jono adalah satu dari sedikit yang punya skill memperbaiki pelek tanpa peralatan modern

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pelek tentu salah satu bagian terpenting pada motor. Kualitas pelek, bisa mempengaruhi kenyamanan dan keamanan pengendara. Bagaimana jika rusak? ya bawa ke bengkel dong. Salah satu yang bisa anda andalkan dalam mereparasi pelek anda, adalah pada Pak Jono, di Jalan Pancamarga no.26 Parepare.

Uniknya, pak Jono dikenal punya skill yang makin jarang ditemukan. Memperbaiki pelek dan terali dengan cara tradisional dan peralatan sederhana. Umumnya, pelek bengkok diperbaiki dengan mesin press modern. Apalagi, pelek bintang dari baja kini makin banyak. Pelek terali tidak sebanyak dulu lagi.

Pak Jono berkenan berbagi pengalaman dan keluh kesahnya kepada PIJAR. Pria sederhana ini menyambut penulis dengan ramah. Dengan senyum, dia meladeni satu persatu pertanyaan kami.
“Beginilah sehari-hari. Kerjakan pelek. Sehari-hari biasa 2 sampai 4 pelek yang masuk,” kata Jono, sambil bekerja.

BeritaTerkait

Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

31 Juli 2026
UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026

 

Jemarinya dengan lihai memukul pelek bengkok itu hingga simetris kembali. Alatnya sederhana, kayu balok. Sesekali keseimbangannya dicek menggunakan alat pengukur yang dia rakit sendiri. “Kalau soal memukul pelek, mungkin semua bisa. Tapi tidak semua punya akurasi tinggi. Apalagi memang ada tekniknya,” ujarnya.

Memang, bengkel perbaikan pelek dan terali di Parepare bisa dihitung jari.

Bapak lima anak itu bercerita, keahliannya mengerjakan pelek didapatnya saat masih bekerja di bengkel sepeda. Kala itu, tahun 1980. Tahin 2012, dia memberanikan diri buka usaha sendiri.

Pengalaman selama 30 tahun itu kini masih ia pertahankan. Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 6 pasang pelek. Satu pelek, biayanya hanya Rp30ribu. Jika dia temukan kerusakan parah, seperti retak atau pecah, las bubut solusinya.

Keahlian pak Jono, juga mulai didengar didaerah tetangga. Pelanggannya ada tukang dari Sidrap dan Pinrang, yang membawa pelek pelanggan ketempatnya untuk diperbaiki. Berkat keahliannya itu, tawaran dari sebuah perusahaan besar sempat datang.

“Pernah ada perusahaan buka bengkel besar di Barru. Dia tawarkan saya jadi karyawan tetap. Tapi mau bagaimana, harus saya tolak karena tidak bisa jauh dari keluarga di rumah,” katanya.

Etos kerja pria ini juga patut diapresiasi. Dia menolak menyerah menghadapi kerasnya hidup di Parepare, meski berpenghasilan pas-pasan dan tak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintahh. “Anak saya bisa saya kuliahkan. Cukup saya yang tidak tamat SD,” tegasnya.

Pak Jono kini hanya berharap usahanya di Parepare bisa berkembang. Dia sangat butuh kompresor untuk pompa ban. “Uang saya belum cukup beli itu pak. Soalnya mahal. Kalau memang pemerintah berkenan bantu, bisa bantu pinjami kompresor,” harap dia. (*)

Terkait: Inspirasi ParepareTokoh Inspirasi

BeritaTerkait

Ridwan Alimuddin, Pegiat Literasi Tour Sulselbar Bike to Book

Ridwan Alimuddin, Pegiat Literasi Tour Sulselbar Bike to Book

Editor: Ibrah La Iman
21 Desember 2017

...

CV Shidar Reski, Perusahaan Konstruksi dengan Harga Bersaing

CV Shidar Reski, Perusahaan Konstruksi dengan Harga Bersaing

Editor: Alfiansyah Anwar
1 Juni 2017

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi