• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Pak Jono, Skil Reparasi Pelek dan Terali yang Kian Langka

Editor: Alfiansyah Anwar
27 Agustus 2017
di Sulselbar

* Warga Parepare, Pak Jono adalah satu dari sedikit yang punya skill memperbaiki pelek tanpa peralatan modern

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pelek tentu salah satu bagian terpenting pada motor. Kualitas pelek, bisa mempengaruhi kenyamanan dan keamanan pengendara. Bagaimana jika rusak? ya bawa ke bengkel dong. Salah satu yang bisa anda andalkan dalam mereparasi pelek anda, adalah pada Pak Jono, di Jalan Pancamarga no.26 Parepare.

Uniknya, pak Jono dikenal punya skill yang makin jarang ditemukan. Memperbaiki pelek dan terali dengan cara tradisional dan peralatan sederhana. Umumnya, pelek bengkok diperbaiki dengan mesin press modern. Apalagi, pelek bintang dari baja kini makin banyak. Pelek terali tidak sebanyak dulu lagi.

Pak Jono berkenan berbagi pengalaman dan keluh kesahnya kepada PIJAR. Pria sederhana ini menyambut penulis dengan ramah. Dengan senyum, dia meladeni satu persatu pertanyaan kami.
“Beginilah sehari-hari. Kerjakan pelek. Sehari-hari biasa 2 sampai 4 pelek yang masuk,” kata Jono, sambil bekerja.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026

 

Jemarinya dengan lihai memukul pelek bengkok itu hingga simetris kembali. Alatnya sederhana, kayu balok. Sesekali keseimbangannya dicek menggunakan alat pengukur yang dia rakit sendiri. “Kalau soal memukul pelek, mungkin semua bisa. Tapi tidak semua punya akurasi tinggi. Apalagi memang ada tekniknya,” ujarnya.

Memang, bengkel perbaikan pelek dan terali di Parepare bisa dihitung jari.

Bapak lima anak itu bercerita, keahliannya mengerjakan pelek didapatnya saat masih bekerja di bengkel sepeda. Kala itu, tahun 1980. Tahin 2012, dia memberanikan diri buka usaha sendiri.

Pengalaman selama 30 tahun itu kini masih ia pertahankan. Dalam sehari, ia bisa menyelesaikan 6 pasang pelek. Satu pelek, biayanya hanya Rp30ribu. Jika dia temukan kerusakan parah, seperti retak atau pecah, las bubut solusinya.

Keahlian pak Jono, juga mulai didengar didaerah tetangga. Pelanggannya ada tukang dari Sidrap dan Pinrang, yang membawa pelek pelanggan ketempatnya untuk diperbaiki. Berkat keahliannya itu, tawaran dari sebuah perusahaan besar sempat datang.

“Pernah ada perusahaan buka bengkel besar di Barru. Dia tawarkan saya jadi karyawan tetap. Tapi mau bagaimana, harus saya tolak karena tidak bisa jauh dari keluarga di rumah,” katanya.

Etos kerja pria ini juga patut diapresiasi. Dia menolak menyerah menghadapi kerasnya hidup di Parepare, meski berpenghasilan pas-pasan dan tak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintahh. “Anak saya bisa saya kuliahkan. Cukup saya yang tidak tamat SD,” tegasnya.

Pak Jono kini hanya berharap usahanya di Parepare bisa berkembang. Dia sangat butuh kompresor untuk pompa ban. “Uang saya belum cukup beli itu pak. Soalnya mahal. Kalau memang pemerintah berkenan bantu, bisa bantu pinjami kompresor,” harap dia. (*)

Terkait: Inspirasi ParepareTokoh Inspirasi

Berita Terkait

Ridwan Alimuddin, Pegiat Literasi Tour Sulselbar Bike to Book

Ridwan Alimuddin, Pegiat Literasi Tour Sulselbar Bike to Book

Editor: Ibrah La Iman
21 Desember 2017

...

CV Shidar Reski, Perusahaan Konstruksi dengan Harga Bersaing

CV Shidar Reski, Perusahaan Konstruksi dengan Harga Bersaing

Editor: Alfiansyah Anwar
1 Juni 2017

...

Berita Populer

  • SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi