• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Penuh Keterbatasan, Lansia di Parepare Bertahan Hidup dari Belas Kasih Pengguna Jalan

Editor: Muhammad Tohir
7 Oktober 2024
di Ajatappareng
0

Nenek Mase terpaksa duduk seharian di pinggir jalan poros, sekitar Pertamina Jl. H. A. M Arsyad Watang Soreang, Kota Parepare. Foto: Rizkyanti/Pijarnewscom.

0
BAGI
1.5k
PEMBACA

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Kota Parepare mencapai 7,94%, dari total populasi penduduk sekira 160.920 jiwa.

Mungkin salah satu penduduk miskin itu adalah lansia berusia 80 tahun. Dia adalah Mase tinggal di Lauleng, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, bersama suami dan cucunya. Ia menghabiskan waktunya duduk sendirian di pinggir jalan, berharap belas kasih dari pengguna jalan di bawah terik matahari dan polusi udara.

Dalam wawancara dengan tim Pijarnews.com pada Kamis (3/10/2024), Mase mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama suaminya yang buta dan seorang cucu yang bekerja sebagai buruh pembuat batu bata. Meskipun ia menerima bantuan beras 10 kg dan uang PKH Rp 400.000 setiap tiga bulan, bantuan tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Mase seharusnya menikmati masa tuanya, namun kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk berjalan memaksanya untuk turun ke jalan dan menanti belas kasih. Suaminya yang sudah lama tidak bekerja dan penghasilan cucunya yang minim tidak mencukupi untuk biaya hidup mereka.

BeritaTerkait

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

19 Juni 2026
Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

17 Juni 2026
Sherly Annavita di UMS Rappang: Kesempatan Akan Datang kepada Perempuan yang Siap

Sherly Annavita di UMS Rappang: Kesempatan Akan Datang kepada Perempuan yang Siap

17 Juni 2026
Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

3 Juni 2026

Mase, yang menderita disabilitas, terpaksa duduk seharian di pinggir jalan poros, di sekitar Pertamina Jl. H. A. M Arsyad Watang Soreang. Kegiatan ini seolah menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan pemasukan demi kelangsungan hidup.

“Tak bisa jalan, nak. Naik ojek ke sini atau kadang sama cucu. Diangkat naik ojek, karena saya pernah jatuh dan patah kaki. Sudah dioperasi, tapi tak bisa jalan,” jelas Mase, sambil menunjuk kakinya dengan mata berkaca-kaca, berusaha tersenyum meski menyimpan kesedihan.

Ia biasa duduk di pinggir jalan dari pukul 08.00 hingga 10.00 atau 11.00 siang, lalu berpindah ke samping ATM di sekitar Pertamina hingga pukul 18.00. Seringkali, ia harus menahan lapar dan haus karena tidak mampu berjalan untuk membeli makanan atau minuman.

Di saat orang lain menghamburkan uang, Mase harus bersabar dan tabah menghadapi keadaan. Dengan senyum tipis, ia menyebutkan bahwa masih ada orang yang berbelas kasih, meski hanya memberi seribu atau lima ribu rupiah. Mase juga memiliki anak, tetapi mereka tinggal terpisah.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Parepare, Andi Erwin Pallawarukka, mengatakan bahwa Dinas Sosial akan menangani hal itu.

“Kami akan turun melakukan asesmen ke lokasi. Jika dia warga Parepare, tentu kami akan membantu. Namun, jika bukan, kami akan memulangkan mereka,” ujarnya saat dihubungi Pijarnews.com pada Jumat (04/10/2024).

Ia menambahkan bahwa Pendamping Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial akan melakukan atensi terhadap kebutuhan keluarga Mase.

“Kami akan koordinasi dengan kelurahan setempat dan tim terkait. Jika ada bantuan dari kementerian sosial, kami akan lihat apakah Nenek Mase sudah terdata dan apa yang bisa kami bantu untuk keluarganya,” tutupnya. (*)

Reporter: Rizkyanti

Terkait: LansiaPareparePenduduk Miskin
Muhammad Tohir

Muhammad Tohir

BeritaTerkait

Hadiri Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Tasming Hamid Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Kota

Hadiri Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Tasming Hamid Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Kota

Editor: Muhammad Tohir
2 Juli 2026
0

...

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Sabet Penghargaan PBB, Walkot Parepare Dipanggil Khusus Menpan RB

Editor: Muhammad Tohir
29 Juni 2026
0

...

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026
0

...

Selanjutnya

Kakanwil Taufiqurrakhman Ingatkan Jajaran Bekerja Fokus Pada Tiga Hal

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi