• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 12 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Penuh Keterbatasan, Lansia di Parepare Bertahan Hidup dari Belas Kasih Pengguna Jalan

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
7 Oktober 2024
di Ajatappareng
Nenek Mase terpaksa duduk seharian di pinggir jalan poros, sekitar Pertamina Jl. H. A. M Arsyad Watang Soreang, Kota Parepare. Foto: Rizkyanti/Pijarnewscom.

Nenek Mase terpaksa duduk seharian di pinggir jalan poros, sekitar Pertamina Jl. H. A. M Arsyad Watang Soreang, Kota Parepare. Foto: Rizkyanti/Pijarnewscom.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Kota Parepare mencapai 7,94%, dari total populasi penduduk sekira 160.920 jiwa.

Mungkin salah satu penduduk miskin itu adalah lansia berusia 80 tahun. Dia adalah Mase tinggal di Lauleng, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, bersama suami dan cucunya. Ia menghabiskan waktunya duduk sendirian di pinggir jalan, berharap belas kasih dari pengguna jalan di bawah terik matahari dan polusi udara.

Dalam wawancara dengan tim Pijarnews.com pada Kamis (3/10/2024), Mase mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama suaminya yang buta dan seorang cucu yang bekerja sebagai buruh pembuat batu bata. Meskipun ia menerima bantuan beras 10 kg dan uang PKH Rp 400.000 setiap tiga bulan, bantuan tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Mase seharusnya menikmati masa tuanya, namun kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk berjalan memaksanya untuk turun ke jalan dan menanti belas kasih. Suaminya yang sudah lama tidak bekerja dan penghasilan cucunya yang minim tidak mencukupi untuk biaya hidup mereka.

Mase, yang menderita disabilitas, terpaksa duduk seharian di pinggir jalan poros, di sekitar Pertamina Jl. H. A. M Arsyad Watang Soreang. Kegiatan ini seolah menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan pemasukan demi kelangsungan hidup.

Berita Terkait

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Perkuat Pencegahan TPPO, Imigrasi Parepare Gelar Sosialisasi Desa Binaan di Lemoe

Syawalan Muhammadiyah Parepare, Momentum Perkuat Silaturahim dan Harmoni Sosial

Redam Panic Buying, Wali Kota Parepare Pantau Langsung SPBU

“Tak bisa jalan, nak. Naik ojek ke sini atau kadang sama cucu. Diangkat naik ojek, karena saya pernah jatuh dan patah kaki. Sudah dioperasi, tapi tak bisa jalan,” jelas Mase, sambil menunjuk kakinya dengan mata berkaca-kaca, berusaha tersenyum meski menyimpan kesedihan.

Ia biasa duduk di pinggir jalan dari pukul 08.00 hingga 10.00 atau 11.00 siang, lalu berpindah ke samping ATM di sekitar Pertamina hingga pukul 18.00. Seringkali, ia harus menahan lapar dan haus karena tidak mampu berjalan untuk membeli makanan atau minuman.

Di saat orang lain menghamburkan uang, Mase harus bersabar dan tabah menghadapi keadaan. Dengan senyum tipis, ia menyebutkan bahwa masih ada orang yang berbelas kasih, meski hanya memberi seribu atau lima ribu rupiah. Mase juga memiliki anak, tetapi mereka tinggal terpisah.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Parepare, Andi Erwin Pallawarukka, mengatakan bahwa Dinas Sosial akan menangani hal itu.

“Kami akan turun melakukan asesmen ke lokasi. Jika dia warga Parepare, tentu kami akan membantu. Namun, jika bukan, kami akan memulangkan mereka,” ujarnya saat dihubungi Pijarnews.com pada Jumat (04/10/2024).

Ia menambahkan bahwa Pendamping Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial akan melakukan atensi terhadap kebutuhan keluarga Mase.

“Kami akan koordinasi dengan kelurahan setempat dan tim terkait. Jika ada bantuan dari kementerian sosial, kami akan lihat apakah Nenek Mase sudah terdata dan apa yang bisa kami bantu untuk keluarganya,” tutupnya. (*)

Reporter: Rizkyanti

Terkait: LansiaPareparePenduduk Miskin

TerkaitBerita

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

...

Polres Parepare Sosialisasikan Call Center 110 ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

...

Cegah TPPO, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Kelurahan Lemoe

Cegah TPPO, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Kelurahan Lemoe

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 April 2026

...

Sah! Sekda Kota Parepare Amarun Agung Hamka Resmi Nakhodai PPM Parepare

Sah! Sekda Kota Parepare Amarun Agung Hamka Resmi Nakhodai PPM Parepare

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 April 2026

...

BeritaTerkini

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Punya Bakat Dangdut? Catat Syarat dan Jadwal Audisi Dangdut Academy Indosiar di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Perketat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Pemkab Sidrap Bakal Bentuk Tim

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Polres Parepare Sosialisasikan Call Center 110 ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan