• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

PII Kota Makassar Sebut Kota Makassar Butuh Kolam Retensi Skala Besar Tangani Banjir

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Januari 2023
di Sulselbar
PII Kota Makassar Sebut  Kota Makassar Butuh Kolam Retensi Skala Besar Tangani Banjir

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Makassar menggelar Coffee Morning di Cafe Hai HONG Makassar, Sabtu (31/12/2022).

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Makassar menggelar Coffee Morning di Cafe Hai HONG Makassar, Sabtu (31/12/2022). Kegiatan akhir tahun itu dihadiri oleh segenap anggota kepengurusan PII Kota Makassar sekaligus menghadirkan sejumlah pakar bidang Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana. Diskusi berlangsung kurang lebih empat jam untuk membahas kondisi Makassar yang akhir-akhir ini mengalami banjir.

Secara wilayah adminitrasi, Kota Makassar yang dibentangi dua buah sungai besar yakni Sungai Jeneberang dan Sungai Tallo. Terlihat perbedaan kondisi wilayah selama terjadinya hujan panjang kurang lebih seminggu terakhir. Khusus Makassar bagian timur tepatnya daerah kawasan DAS Sungai Tallo. Bahkan diakui warga, kejadian banjir memaksa mereka mengungsi ke masjid hingga tujuh hari lamanya.

Pakar Sumber Daya Air dan sebagai Ketua Bidang PII Makassar Dr. Ir. Riswal Karama, ST., MT.,IPM.,ASEAN.Eng menilai bahwa perlu kajian dalam lingkup makro (Wilayah) dan sistem mikro (Kota Makassar) secara terintegrasi.

Ditambahkan bahwa sejumlah faktor penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi hingga mencapai 300 mm berdasarkan data hujan 20 tahun, penanganannya masih bersifat parsial pasca terjadinya banjir, kapasitas DAS yang semakin kecil diakibatkan pertumbuhan kawasan yang tidak bisa dihindari di Kota Metropolitan ini dan pengaruh pasang surut air laut yang berdampak pada perubahan tinggi muka air yang selanjutnya menjadi masalah pada arah aliran air permukaan.

BeritaTerkait

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026
Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026

Sementara itu, oleh pakar Mitigasi Bencana sekaliguas sebagai Ketua Bidang Mitigasi Bencana PII Makassar Dr.Eng.Ir. Mukhsan Putra Hatta, ST.,MT.,IPM berbicara berdasarkan simulasi pengaliran air permukaan Kota Makassar berdasarkan peta DAS, kondisi topografi dan infrastruktur tata kelola kelebihan air permukaan.

Dengan tegas disimpulkan bahwa Makassar butuh kolam retensi skala besar. Bahkan apabila kondisi ini tidak tertangani dengan baik, dikhawatirkan akan berdampak pada daerah TPA yang berada di kawasan timur Makassar yang akan menjadi sumber endemik kepada masyarakat yang memanfaatkan sumber air sungai Tallo. Hal ini sangat perlu dihindari dan segera disikapi.

Melalui meja diskusi ini, PII Makassar melalui bidang Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana bersama Bapak Ir. Harun Effendi, IPU memaparkan sejumlah solusi terhadap bencana banjir yang terjadi setiap tahun dan berdampak banjir semakin tinggi, dalam waktu lama dan semakin meluas. Implementasi IWRM (Integrated Water Resources Management), Revitalisasi Sungai Tallo, Kolam Retensi, Waduk tunggu, sistem infiltrasi, dan perlunya direvisi sistem tata air mikro Kota Makassar.

Hilirisasi penelitian oleh para peneliti dan aplikasi konsep penanganan diharapkan mampu diaktualisasikan bersama pemerintah Kota Makassar, Kabupaten/Kota dalam kawasan dan Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang.

PII Makassar merasa terlibat dan diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini menuju Makassar Kota Dunia. (rls)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

 

Terkait: Persatuan Insinyur Indonesia

BeritaTerkait

Teknik Kelautan Unhas-PII Makassar Gelar Sosialisasi Mitigasi Risiko di Pantai Anging Mamiri

Teknik Kelautan Unhas-PII Makassar Gelar Sosialisasi Mitigasi Risiko di Pantai Anging Mamiri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 November 2022

...

Rektor Unhas Terpilih sebagai Ketua Wilayah PII Sulsel

Rektor Unhas Terpilih sebagai Ketua Wilayah PII Sulsel

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Juli 2022

...

Insinyur Makassar Perkuat Koordinasi menuju “Makassar Kota Dunia”

Insinyur Makassar Perkuat Koordinasi menuju “Makassar Kota Dunia”

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Februari 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi