• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 20 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Polewali Mandar Berpotensi Menjadi Kawasan Masa Depan Kakao Indonesia

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2025
di Sulselbar

POLMAN, PIJARNEWS.COM— Diskusi kelompok terarah yang digelar Tim Ekspedisi Patriot, Selasa (18/11/2025) menghadirkan para petani, pemerintah desa, akademisi, serta tim program dari Universitas Padjadjaran, membuka kembali optimisme bahwa Polewali Mandar dapat menjadi episentrum kakao Indonesia di masa depan.

Suasana FGD berlangsung hangat, kritis, dan dipenuhi suara jujur dari warga tiga desa: Pollewani, Ambopadang, dan Peburru—wilayah yang sejak dahulu dikenal sebagai lumbung kakao berkualitas.
Sejak sesi pembuka, Dr. Ilham Gemiharto, M.Si. sebagai pemateri utama menegaskan bahwa Polewali Mandar memiliki karakteristik alam yang ideal untuk pengembangan kakao modern.

“Tanah di sini punya kualitas luar biasa. Secara alam, wilayah ini memang disiapkan menjadi sentra kakao utama kalau ekosistemnya dibenahi,” ujar Dr. Ilham, menyampaikan bahwa potensi ini terlalu besar untuk dibiarkan berjalan tanpa dukungan teknologi dan sistem yang kuat.

Pemaparan Dr. Ilham diperkuat oleh Prof. Dr. Uud Wahyudin, M.Si., yang menekankan bahwa kekuatan alam harus diimbangi dengan penguatan kelembagaan petani. Ia menyatakan bahwa kualitas biji kakao bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi ketertautan antara pengetahuan, fasilitas, dan kebijakan. Pernyataan ini disambut dengan antusias oleh warga yang hadir.

Dalam dialog terbuka, seorang petani menyampaikan keresahan yang mewakili mayoritas peserta.
“Kami belajar dari orang tua. Tapi sekarang tantangannya berbeda. Serangan hama makin sering, musim tidak menentu, dan sudah lama sekali tidak ada pelatihan baru,” ucapnya.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Suara itu kemudian dikuatkan oleh narasumber berikutnya, Ihsan Arham, S.P., M.Si., yang menjelaskan bahwa pola serangan hama dan perubahan iklim memang sudah tidak dapat ditangani hanya dengan pengetahuan turun-temurun. Ihsan menegaskan bahwa sebagian besar masalah muncul karena tidak adanya pembaruan teknologi, tidak adanya sistem peringatan hama, dan literasi pestisida yang masih rendah.
Sejumlah warga lainnya mempertegas beratnya tantangan pascapanen.

“Buah itu kami jual langsung. Fermentasi itu susah, apalagi cuaca tidak menentu. Kalau hujan, biji bisa rusak karena cuma dijemur seadanya,” ujar salah satu warga. Para pemateri dari Unpad menegaskan bahwa rantai nilai kakao rakyat tidak boleh berhenti pada penjualan buah basah. Tanpa fermentasi dan pengeringan yang benar, kualitas biji merosot dan nilai ekonomi petani mengecil drastis.

Masalah hama juga menjadi poin diskusi penting. Seorang petani menuturkan,“Kalau lihat gejala, kami langsung pakai pestisida. Kadang bukan itu masalah sebenarnya, tapi kami tidak tahu caranya.” Para akademisi Unpad menjelaskan bahwa penggunaan pestisida tanpa literasi yang benar bukan hanya tidak efektif, tetapi bisa membahayakan lingkungan kebun dan kesehatan petani.

Kepala desa yang hadir juga menegaskan bahwa kakao adalah identitas masyarakat.
“Kalau kualitasnya bisa dijaga bahkan ditingkatkan, kakao ini bisa jadi masa depan desa, bahkan masa depan kabupaten. Tapi pendampingan itu harus ada dan konsisten,” ujarnya, menekankan bahwa pemerintah desa terbuka terhadap kerja sama lintas institusi.

Para pemateri menyimpulkan bahwa kelemahan terbesar bukan pada kemauan petani, tetapi pada tidak tersedianya sistem pendukung yang memadai. Seperti disampaikan salah seorang narasumber, “Petani kita rajin. Tapi SOP tidak ada, alat tidak ada, fasilitas pengeringan tidak ada. Tanpa sistem, kualitas tidak bisa konsisten.”

Warga juga kembali menegaskan bahwa cuaca buruk membuat pengeringan manual hampir tidak mungkin dilakukan.

FGD ditutup oleh moderator, Andi Asy’hary J. Arsyad, yang menegaskan bahwa seluruh temuan, masukan, kritik, dan pengalaman petani akan dihimpun menjadi rekomendasi kebijakan.
“Semua yang disampaikan hari ini tidak berhenti di ruang diskusi. Kami akan merapikannya menjadi rekomendasi kebijakan yang terukur dan langsung menjawab kebutuhan petani. Polewali Mandar punya potensi besar, dan potensi itu harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara warga, pemerintah desa, Tim Ekspedisi Patriot, dan Universitas Padjadjaran, Polewali Mandar berdiri sebagai kawasan yang siap menjadi pusat kebangkitan kakao nasional—tempat di mana masa depan coklat Indonesia mulai ditata dengan serius. (rls)

Terkait: Universitas Padjajaran

TerkaitBerita

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

...

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

...

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan