• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Editor: Tim Redaksi
8 Agustus 2020
di Sulselbar
PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. --alfiansyah anwar/pijarnews--

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?
Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. –alfiansyah anwar/pijarnews–

Program e-RDKK tersebut merupakan inovasi baru Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo terhadap sistem pendistribusian pupuk subsidi kepada petani.  Mantan Gubernur Sulsel itu mengungkap, program e-RDKK itu untuk meminimalisir data ganda penerima bantuan pupuk subsidi.

Account Executive Pemasaran PT Pupuk Kaltim Wilayah Sulawesi, Agus Marjuma menambahkan,  sistem penyaluran sesuai e-RDKK diterapkan untuk menghindari kelangkaan pupuk di tengah masyarakat. Karena itu, kata Agus, pihak produsen juga menyediakan pupuk non subsidi.

“Kami juga telah menyediakan pupuk non subsidi. Ini supaya tidak terjadi kelangkaan,” terang Agus.

Ia juga menerangkan, kelangkaan pupuk biasanya terjadi akibat e-RDKK yang banyak, sedangkan alokasi pemerintah daerah tidak sesuai kebutuhan petani.

BeritaTerkait

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

Limbah Pupuk Cair Kotoran Ayam Kini Bisa Diolah Menjadi Bio Tablet Ramah Lingkungan di Desa Bontosunggu

20 September 2026
Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

Dosen Unhas Latih Kelompok Peternak Auliah Unggas Olah Kotoran Ayam Jadi Pupuk Organik Cair

16 September 2026
Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026

Hingga berita ini diterbitkan, PIJARNEWS masih terus berupaya mengkonfirmasi Dinas Pertanian
Pinrang mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea tersebut di Kecamatan Cempa.

Sebelumnya, PIJARNEWS telah menerbitkan berita mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea di Dusun Tanah
Cicca, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Salah seorang petani, Bahru mengeluhkan kelangkaan pupuk di musim tanam kali ini.

Ia mengaku kesulitan membeli dan mendapatkan pupuk jenis urea. Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Cempa.

Ketua Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Salipolo itu berharap ada penambahan suplai pupuk ke wilayah Cempa. Sebab saat ini, sudah masuk musim tanam. Ia menyebut, stok pupuk di Kecamatan
Cempa tidak mampu memenuhi kebutuhan petani.

Hal serupa juga diungkap Ketua Badan Permusyawartam Desa Salipolo, Sahabuddin Nur. Ia
berharap, kelangkaan pupuk menjadi atensi berbagai pihak. Terkhusus instansi terkait.  

“Kita tahu bahwa pupuk menjadi salah satu kebutuhan petani yang harus dipenuhi. Ini penting untuk
menghasilkan produk pertanian yang lebih baik,” kata Sahabuddin. (*)

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin
Editor : Alfiansyah Anwar

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: PT Pupuk KaltimPupuk Urea

Berita Terkait

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Editor: Tohir Muhammad
12 Februari 2021

...

Jatah Pupuk Urea Hanya 270 Ton, Pemkot Janji Menyurat Berulang-ulang

Jatah Pupuk Urea Hanya 270 Ton, Pemkot Janji Menyurat Berulang-ulang

Editor: Alfiansyah Anwar
6 Januari 2018

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi