• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 11 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
8 Agustus 2020
di Sulselbar
PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. --alfiansyah anwar/pijarnews--

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?
Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. –alfiansyah anwar/pijarnews–

Program e-RDKK tersebut merupakan inovasi baru Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo terhadap sistem pendistribusian pupuk subsidi kepada petani.  Mantan Gubernur Sulsel itu mengungkap, program e-RDKK itu untuk meminimalisir data ganda penerima bantuan pupuk subsidi.

Account Executive Pemasaran PT Pupuk Kaltim Wilayah Sulawesi, Agus Marjuma menambahkan,  sistem penyaluran sesuai e-RDKK diterapkan untuk menghindari kelangkaan pupuk di tengah masyarakat. Karena itu, kata Agus, pihak produsen juga menyediakan pupuk non subsidi.

“Kami juga telah menyediakan pupuk non subsidi. Ini supaya tidak terjadi kelangkaan,” terang Agus.

Ia juga menerangkan, kelangkaan pupuk biasanya terjadi akibat e-RDKK yang banyak, sedangkan alokasi pemerintah daerah tidak sesuai kebutuhan petani.

Hingga berita ini diterbitkan, PIJARNEWS masih terus berupaya mengkonfirmasi Dinas Pertanian
Pinrang mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea tersebut di Kecamatan Cempa.

Berita Terkait

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Jatah Pupuk Urea Hanya 270 Ton, Pemkot Janji Menyurat Berulang-ulang

Sebelumnya, PIJARNEWS telah menerbitkan berita mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea di Dusun Tanah
Cicca, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Salah seorang petani, Bahru mengeluhkan kelangkaan pupuk di musim tanam kali ini.

Ia mengaku kesulitan membeli dan mendapatkan pupuk jenis urea. Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Cempa.

Ketua Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Salipolo itu berharap ada penambahan suplai pupuk ke wilayah Cempa. Sebab saat ini, sudah masuk musim tanam. Ia menyebut, stok pupuk di Kecamatan
Cempa tidak mampu memenuhi kebutuhan petani.

Hal serupa juga diungkap Ketua Badan Permusyawartam Desa Salipolo, Sahabuddin Nur. Ia
berharap, kelangkaan pupuk menjadi atensi berbagai pihak. Terkhusus instansi terkait.  

“Kita tahu bahwa pupuk menjadi salah satu kebutuhan petani yang harus dipenuhi. Ini penting untuk
menghasilkan produk pertanian yang lebih baik,” kata Sahabuddin. (*)

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin
Editor : Alfiansyah Anwar

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: PT Pupuk KaltimPupuk Urea

TerkaitBerita

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Perdana Digelar Terpusat di UMS Rappang, 496 Murid TK ABA se-Sidrap Ikuti Penamatan

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Editor: Muhammad Tohir
11 Juni 2026

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Wisuda Santri LPPTKA-BPKRMI, Tasming Hamid: Kemampuan Baca Al-Qur’an Harus Terus Diasah

Editor: Muhammad Tohir
8 Juni 2026

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Wali Kota Parepare Letakkan Batu Pertama Rumah Layak Huni BAZNAS di Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

Editor: Muhammad Tohir
5 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan