• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Editor: Tim Redaksi
8 Agustus 2020
di Sulselbar
PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?

Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. --alfiansyah anwar/pijarnews--

PT Pupuk Kaltim Klaim Distribusi 17 Ribu Ton, Kok Pupuk Urea Dinilai Langka?
Salah seorang petani di Taman Sari, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang sedang melakukan pemupukan di areal persawahannya. –alfiansyah anwar/pijarnews–

Program e-RDKK tersebut merupakan inovasi baru Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo terhadap sistem pendistribusian pupuk subsidi kepada petani.  Mantan Gubernur Sulsel itu mengungkap, program e-RDKK itu untuk meminimalisir data ganda penerima bantuan pupuk subsidi.

Account Executive Pemasaran PT Pupuk Kaltim Wilayah Sulawesi, Agus Marjuma menambahkan,  sistem penyaluran sesuai e-RDKK diterapkan untuk menghindari kelangkaan pupuk di tengah masyarakat. Karena itu, kata Agus, pihak produsen juga menyediakan pupuk non subsidi.

“Kami juga telah menyediakan pupuk non subsidi. Ini supaya tidak terjadi kelangkaan,” terang Agus.

Ia juga menerangkan, kelangkaan pupuk biasanya terjadi akibat e-RDKK yang banyak, sedangkan alokasi pemerintah daerah tidak sesuai kebutuhan petani.

BeritaTerkait

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026
Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026

Hingga berita ini diterbitkan, PIJARNEWS masih terus berupaya mengkonfirmasi Dinas Pertanian
Pinrang mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea tersebut di Kecamatan Cempa.

Sebelumnya, PIJARNEWS telah menerbitkan berita mengenai dugaan kelangkaan pupuk urea di Dusun Tanah
Cicca, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Salah seorang petani, Bahru mengeluhkan kelangkaan pupuk di musim tanam kali ini.

Ia mengaku kesulitan membeli dan mendapatkan pupuk jenis urea. Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Cempa.

Ketua Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) Salipolo itu berharap ada penambahan suplai pupuk ke wilayah Cempa. Sebab saat ini, sudah masuk musim tanam. Ia menyebut, stok pupuk di Kecamatan
Cempa tidak mampu memenuhi kebutuhan petani.

Hal serupa juga diungkap Ketua Badan Permusyawartam Desa Salipolo, Sahabuddin Nur. Ia
berharap, kelangkaan pupuk menjadi atensi berbagai pihak. Terkhusus instansi terkait.  

“Kita tahu bahwa pupuk menjadi salah satu kebutuhan petani yang harus dipenuhi. Ini penting untuk
menghasilkan produk pertanian yang lebih baik,” kata Sahabuddin. (*)

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin
Editor : Alfiansyah Anwar

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: PT Pupuk KaltimPupuk Urea

BeritaTerkait

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Lumbung Pangan, Pinrang Masih Kekurangan Pupuk Subsidi

Editor: Tohir Muhammad
12 Februari 2021

...

Jatah Pupuk Urea Hanya 270 Ton, Pemkot Janji Menyurat Berulang-ulang

Jatah Pupuk Urea Hanya 270 Ton, Pemkot Janji Menyurat Berulang-ulang

Editor: Alfiansyah Anwar
6 Januari 2018

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi