PINRANG, PIJARNEWS.COM — Pengurus DEMA-FUAD IAIN Parepare menggelar kegiatan Dedikasi untuk Pelosok (DKP) dengan tema “Menapak Pelosok Negeri, Menyalakan Cahaya Ilmu, Menggerakkan Perubahan” yang berlangsung selama sepekan. Kegiatan itu mulai digelar pada 24 hingga 30 April 2026, di Batu Losso, Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akses, terutama di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. DKP menjadi salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Penyelenggara kegiatan ini adalah Pengurus DEMA-FUAD IAIN Parepare yang turut melibatkan delapan volunteer sebagai delegasi dari masing-masing Himpunan Mahasiswa Program Studi (HM-PS) di lingkup Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program yang telah dirancang.
Ketua DEMA-FUAD 2026, Dwi Anugrah Husni, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas program formal, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. “Sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, tentu ini sangat relevan bagi kami untuk terjun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, kata Dwi, kegiatan DKP difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Pembagian fokus ini dilakukan untuk mengefisienkan pelaksanaan program serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dwi menambahkan, salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah membantu masyarakat setempat, khususnya dalam mengangkat kondisi salah satu sekolah swasta di wilayah tersebut yang masih membutuhkan perhatian serius. Minimnya fasilitas menjadi tantangan besar bagi siswa dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Melalui DKP ini, lanjut Dwi, mahasiswa berupaya menyebarluaskan informasi terkait kondisi sekolah tersebut dengan harapan dapat menarik perhatian berbagai pihak, baik instansi maupun masyarakat luas, untuk turut berkontribusi dalam upaya rehabilitasi dan peningkatan kualitas pendidikan.
Kehadiran mahasiswa di Batu Losso mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap program yang dilaksanakan. Bahkan, masyarakat berharap kegiatan serupa dapat kembali dilakukan dalam bentuk program yang lebih panjang seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Meski demikian, sambung Dwi, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari tantangan, salah satunya adalah keterbatasan akses internet yang cukup menghambat koordinasi dan publikasi program. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, tambah Dwi, diharapkan terjalin hubungan silaturahmi yang erat antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dwi Anugrah Husni berharap dan menegaskan bahwa program DKP akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi dan mekanisme yang berbeda, sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam membawa perubahan nyata bagi masyarakat. (*)
Penulis : Muslimin
Editor : Alfiansyah Anwar












