• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 18 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Spirit Literasi dalam Nuzulul Quran

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
21 Mei 2019
di Opini
Sirajuddin

Oleh : Sirajuddin (Pustakawan IAIN Parepare)

OPINI — Kita sudah sering mendengar diksi dan narasi tentang literasi yang selalu diprasekan dan digaungkan oleh pegiat literasi dan gerakan cinta membaca adalah yang masih menjadi masalah besar di negeri ini, khususnya dunia pendidikan.

Jika kita menelisik kondisi kebiasaan membaca masyarakat indonesia, hal yang bisa dijadikan penetrasi yaitu sinergitas antara kearifan/ budaya lokal dan tuntunan agama tentang perintah iqro “bacalah”…yang dalam sebuah riwayat  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya Ma aqra?.. Apa yang harus saya baca?,  namun tidak dijawab karena Allah bermaksud agar kita membaca apa saja selama bacaan itu “bismi rabbika” yang berarti bermanfaat.

Kodisi membudayakan membaca punya potensi besar bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di seluruh dunia. Pada saat ini diperkirakan bahwa jumlah umat Muslim mencapai 207 juta orang ini adalah faktor penguat membudayanya literasi Alquran dan perintah “Iqra”.

Rasulullah dalam menyambut Nuzulul quran

Nuzulul Qur’an adalah sejarah atau peristiwa diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia tepatnya pada “Bulan Ramadhan, bulan yang dipadanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)

Berita Terkait

Nilai Nuzulul Quran Bukan Hanya Ritual

Ketua MUI Parepare Imbau Umat Islam Jangan Tercerai-Berai

Nuzulul Quran memberi semangat literasi yang diimplementasikan dengan mengisi malam Nuzulul Qur’an itu dengan  istiqomah membaca Al-Qur’an dan mengkhatamakannya selama Ramadhan.

Kedua, budaya masyarakat muslim terutama di malam Nuzulul Quran yaitu memperbanyak i’tikaf yang diisi dengan literasi Al-Qur’an dan dzikir lainnya. Dan yang ketiga, memperbanyak sholat malam dan banyak berdoa sebagai rangkaian dari literasi quran.

Nuzulul Quran adalah ritual ramadhan yang bermuatan spirit budaya literasi masyarakat muslim dengan meneladani kebiasaan Rasulullah,  Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu menceritakan tentang apa yang Rasulullah lakukan: “Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Alquran bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Berdasarkan penuturan sahabat Huzaifah radhiallahu ‘anhu tentang pengalaman beliau salat tarawih bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku salat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai salatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca do’a, selanjutnya membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca.

Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir.”

“Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan.

Sejak usai dari salat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, pada saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu salat subuh telah tiba beliau hanya salat 4 rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim).

Demikianlah cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingati turunnya Alquran pada bulan Ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya.

Tidak hanya pada mudarosah atau ilmu tajwidnya,  beliau juga banyak membaca Alquran pada salat beliau, sampai-sampai pada satu raka’at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa’, atau sebanyak 5 juz lebih.

Inilah gambaran literasi Alquran yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Quran.

Qauliah  (ayat-ayat Allah) dan qauniah (fenomena Alam) adalah sumber pembelajaran yang secara tekstual dan kontekstual yang memberi stimulus bagi insan literat (terpelajar) untuk terus menuntut ilmu dengan memperbanyak membaca bacaan yang “bismi rabbika”. (*)

Terkait: Nuzulul Qur'an

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan