• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Suka “Nyinyir” di Medsos Tanda Alami Gangguan Sosial

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 Juli 2019
di Topik Utama

Foto: Harfi Muthia Rahmi, M.Psi

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Bagi netizen alias warga internet yang aktif di jagad dunia maya, sudah tak asing lagi dengan platform media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook maupun Twitter.

Dalam kolom komentar saat netizen mengupload foto/gambar maupun tulisan, beragam komentar bermunculan. Mulai yang berkomentar bijaksana hingga yang menghakimi. Padahal, belum tentu si netizen kenal baik dengan si pengupload gambar tersebut.

Mereka yang tergolong sering berkomentar negatif di medsos dikenal istilah orang yang suka “nyinyir”.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Meski dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah nyinyir ini ditujukan kepada orang yang suka memerintah berulang-ulang atau pun orang yang cerewet. Tetapi netizen sudah “terlanjur” memahami bahwa nyinyir adalah bagian dari gibah (membicarakan keburukan/aib orang lain).

Nah, bagaimana jika ada orang yang suka nyinyir?

Konsultan SDM di Lembaga Psikologi “Psycognito” Semarang, Harfi Muthia Rahmi, M.Psi. mengatakan, sifat nyinyir asal muasalnya karena seseorang memiliki gangguan kepribadian yang berdampak dengan terganggunya kepribadian sosialnya.

“Ini masuk gangguan kepribadian narsistik. Orang yang menderita kondisi ini merasa yakin bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain,” katanya saat dihubungi pijarnews.com, Minggu, 28 Juli 2019.

Kepribadian tersebut, cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan pujian dari orang lain. Mereka akan membanggakan dan melebih-lebihkan prestasi yang dicapai. Ketika merasa ada orang lain yang lebih unggul daripada mereka, penderita gangguan kepribadian narsistik akan merasa sangat iri.

Menurut dosen di Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta ini, faktor utama gangguan kepribadian biasanya faktor gen, adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia di dalam otak, adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental dalam keluarga, menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau, perasaan sering diabaikan sejak masa kanak-kanak,
mengalami pelecehan sejak kanak-kanak, baik verbal maupun fisik, tingkat pendidikan yang rendah, dan hidup di tengah-tengah keluarga berekonomi sulit.

“Tetapi untuk lebih memastikan lagi bahwa dia kena gangguan atau tidak perlu di asesmen lebih lanjut untuk menentukan tepatnya diagnosa psikologisnya,” tambah Afi, panggilan akrabnya.

Lalu bagaimana menghadapi orang yang suka nyinyir? Afi menyarankan mensikapinya adalah dengan tidak bertindak apapun. Semakin ditanggapi, semakin diperhatikan maka mereka akan semakin mengganggu.

“Jika didiamkan, maka akan merasa diabaikan, tidak istimewa. Secara tidak langsung akan membuat perasaan pelaku tidak nyaman atau menyakitkan. Hal yang dirasa tidak nyaman dan menyakitkan bagi manusia, umumnya tidak akan diulangi,” tutup penulis buku best seller The Master Book of Psychology. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Kepribadian

TerkaitBerita

Hadiri Ramah Tamah IKA FKG Unhas, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi

Editor: Muhammad Tohir
5 April 2026

...

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Januari 2026

...

Kekuatan Gawai di Tangan Warga:  @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Kekuatan Gawai di Tangan Warga: @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Desember 2025

...

BeritaTerkini

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Editor: Muhammad Tohir
24 April 2026

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan