• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

UMKM Meningkat, Benarkah Sinyal Positif?

Oleh: Devi Ramaddani (Aktivis Muslimah)

Editor: Tim Redaksi
22 Juli 2025
di Opini
UMKM Meningkat, Benarkah Sinyal Positif?

OPINI-Di tengah realitas hidup yang makin sulit harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja sempit, dan penguasaan sumber daya alam oleh asing makin luas rakyat justru disuguhi kabar manis, jumlah UMKM meningkat drastis. Seolah inilah bukti ekonomi rakyat sedang bangkit. Seperti yang terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, jumlah UMKM melonjak dari 73.300 unit di tahun 2024 menjadi 87.397 unit pada 2025, naik lebih dari 19 persen. Pemerintah pun menyebutnya sebagai sinyal positif bahwa iklim usaha kian sehat. (Kaltim, tribunnews 10-07-2025)

Namun UMKM meningkat, benarkah sinyal positif? Sementara di sisi lain, tidak sebanding dengan pembisnis kelas kakap yang bermodal lebih besar terus menguasai sumber daya alam dan energi (SDAE) yang melimpah. Artinya, berharap pada UMKM yang menghasilkan sedikit tidak sebanding dengan hasil SDAE seandainya dikuasai sendiri oleh negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat. Ini justru menunjukkan ketimpangan penguasaan ekonomi yang semakin parah.

Penduduk lokal, termasuk perempuan, disibukkan dengan upaya ekonomi kreatif melalui UMKM. Namun sejatinya, hak mereka dalam pemenuhan kebutuhan dasar sebagai warga negara telah terdzalimi. Mereka dipaksa masuk dalam sistem ekonomi yang tidak memberi jaminan kesejahteraan, seolah jalan satu-satunya untuk bertahan hidup hanyalah berdagang atau memproduksi sendiri, padahal tanggung jawab memenuhi kebutuhan itu ada di pundak negara.

Pembentukan UMKM sejatinya hanya merupakan populis otoritarianisme. Negara tampak hadir sebagai penyelamat, padahal sedang melepas tanggung jawab riilnya. Penguasa tampil seolah pahlawan dengan memberikan pelatihan dan bantuan modal kecil, padahal di saat yang sama membiarkan SDAE yang seharusnya milik rakyat dikuasai oleh swasta dan asing. Ini bentuk kedzaliman struktural yang dibungkus dengan pencitraan kebijakan pro-rakyat.

BeritaTerkait

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026

Sistem ekonomi kapitalisme-sekuler menjebak rakyat dengan UMKM-nya. Rakyat diberi peluang usaha, padahal banyak dari mereka harus memulai dengan modal yang berasal dari utang atau bahkan riba. Dengan asas manfaat dan keuntungan, bukan riayah dan pertolongan, rakyat dibiarkan berjuang sendirian. Maka, UMKM bukan solusi fundamental, tetapi jeratan baru yang dilegalkan oleh sistem.

Dalam Islam, kesejahteraan tidak digantungkan pada usaha kecil rakyat, melainkan berasal dari tata kelola ekonomi negara yang berdiri di atas akidah Islam. Negara Islam bertanggung jawab penuh dalam menjamin seluruh kebutuhan dasar tiap individu rakyat seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Negara bukan fasilitator pasar, melainkan pelayan dan pengurus umat secara langsung (raa’in). Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Muslim dan Ahmad).

Alhasil berkembang pesatnya peradaban Islam di masa lalu terjadi karena negara mengelola industri besar yang menunjang kekuatan militer. SDAE dikuasai oleh negara sebagai kepemilikan umum yang dikelola untuk kesejahteraan umat dan kemaslahatan umum, termasuk penguatan pertahanan. Negara tidak memberikan akses SDAE kepada swasta, apalagi asing, karena semua itu amanah yang wajib dikelola demi kepentingan rakyat.

Keunggulan sistem ekonomi dalam Islam terletak pada ketentuan kepemilikan yang jelas: ada kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. SDAE termasuk kepemilikan umum yang haram dikuasai individu atau korporasi. Negara wajib mengelola dan mendistribusikan hasilnya secara adil. Inilah kunci utama pemerataan kesejahteraan di tengah umat, bukan dengan memaksa semua rakyat menjadi pelaku ekonomi kecil.

Selain itu, Islam juga mengatur bagaimana cara memperoleh dan mengembangkan harta agar tidak menimbulkan kezaliman atau kesenjangan. Semua bentuk pengembangan harta harus terbebas dari riba, gharar, dan eksploitasi. Tujuan ekonomi dalam Islam bukan hanya keuntungan duniawi, tetapi keberkahan dunia dan akhirat. Prinsip ini membentuk kehidupan yang seimbang antara kebutuhan fisik dan ruhiyah.

Dengan demikian, peningkatan UMKM bukanlah sinyal positif sejati. Ia justru menjadi indikator pelepasan tanggung jawab negara dalam menjamin hak-hak dasar rakyat. Dalam sistem Islam, negara hadir sebagai pengurus (raa’in) dan pelindung (junnah), mengelola kekayaan umum dan membangun industri strategis untuk kepentingan umat.

Hanya dengan sistem Islam kaffah, kesejahteraan hakiki dapat diraih oleh seluruh rakyat — bukan lewat ilusi UMKM yang ditopang oleh utang dan ketimpangan. (*)

Wallahu a’lam bish shawwab.

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penuh penulis secara pribadi. Pijarnewscom tidak bertanggungjawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: OpiniUMKM

BeritaTerkait

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

Editor: Tohir Muhammad
13 September 2026

...

KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

Editor: Tohir Muhammad
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bosowa Education Resmikan Bilik Curhat, Hadirkan Ruang Aman untuk Dukung Kesejahteraan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Judol Menghilangkan Nyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi