• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial

Unibos dan Fukuoka Institute of Technology Perkuat Kolaborasi Riset, Bahas Strategi Hadapi Perubahan Iklim dan Bencana

Editor: Tim Redaksi
16 September 2026
di Advertorial, Universitas Bosowa
Universitas Bosowa (Unibos) bersama Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, menggelar Study and Research Collaboration bertajuk “Climate Change, Flood and Sediment Disasters, and Adaptation in a Changing Society”, Selasa (15/9/2026)

Universitas Bosowa (Unibos) bersama Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, menggelar Study and Research Collaboration bertajuk “Climate Change, Flood and Sediment Disasters, and Adaptation in a Changing Society”, Selasa (15/9/2026)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM-– Perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas keilmuan. Merespons tantangan tersebut, Universitas Bosowa (Unibos) bersama Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, menggelar Study and Research Collaboration bertajuk “Climate Change, Flood and Sediment Disasters, and Adaptation in a Changing Society”, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Student Lounge Lantai 1 Gedung 1 Universitas Bosowa ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif, pengalaman, serta hasil kajian terkait perubahan iklim, banjir, bencana sedimen, dan strategi adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan. Agenda tersebut diikuti oleh 40 peserta.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Hadijah menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ini memiliki arti penting bagi penguatan posisi Unibos dalam membangun jejaring akademik global.

BeritaTerkait

Waspada Dampak Kabut Asap, Dinkes Parepare Imbau Warga Pakai Masker N95

Waspada Dampak Kabut Asap, Dinkes Parepare Imbau Warga Pakai Masker N95

10 Oktober 2026
Bupati Sidrap Target Tembus 10 Besar di Porprov XVII Sulsel

Bupati Sidrap Target Tembus 10 Besar di Porprov XVII Sulsel

9 Oktober 2026
Pemkot Parepare Intip Inovasi Mataram Pintar dan Strategi Peningkatan PAD

Pemkot Parepare Intip Inovasi Mataram Pintar dan Strategi Peningkatan PAD

9 Oktober 2026
AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

8 Oktober 2026

“Kolaborasi ini sangat penting bagi internasionalisasi Universitas Bosowa,” ujar Prof. Hadijah.

Menurutnya, kegiatan akademik yang mempertemukan Unibos dengan institusi pendidikan tinggi dari Jepang menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan dan penelitian.

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Muh. Natsir Abduh, Head of the Department of Civil Engineering Study Program Fakultas Teknik Universitas Bosowa, yang turut mendukung penguatan kolaborasi akademik di bidang teknik sipil, khususnya pada isu kebencanaan dan lingkungan.

Dari Banjir hingga Bencana Sedimen, Akademisi Jepang Bagikan Perspektif Riset

Sesi kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. Eng. Akira Tai, akademisi dan peneliti dari Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, sebagai salah satu narasumber utama. Ia memaparkan materi yang mengangkat implications for Indonesia and collaboration, dengan membahas berbagai pendekatan yang dapat menjadi referensi dalam menghadapi risiko bencana akibat perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, Prof. Akira Tai menguraikan sejumlah gagasan yang dapat diadaptasi, mulai dari assessing hazard, exposure and vulnerability, menggabungkan pendekatan struktural, sistem peringatan, dan tata guna lahan, hingga mempersiapkan masyarakat menghadapi kejadian yang melampaui tingkat desain yang telah ditentukan.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam memahami dan memprediksi risiko bencana.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah penggunaan ensemble dan Artificial Intelligence (AI) dengan data lokal, sehingga analisis risiko dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah yang menjadi objek kajian.

“Ideas that may transfer,” menjadi salah satu bagian penting dalam pemaparannya, khususnya mengenai bagaimana pengalaman dan metode yang dikembangkan di Jepang dapat dikaji lebih lanjut untuk melihat relevansinya dengan kondisi di Indonesia.

Prof. Akira Tai juga memperkenalkan pembahasan mengenai bagaimana AI dapat memprediksi banjir beberapa jam sebelum kejadian, sekaligus menjelaskan pertanyaan penting mengenai bagaimana sistem tersebut dapat melakukan prediksi banjir.

Pembahasan kemudian diarahkan pada analisis d4PDF mengenai curah hujan 50 tahunan di Kyushu, Jepang, hingga keterkaitan antara curah hujan ekstrem, banjir, dan bencana sedimen.

Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi lokal menjadi bagian penting sebelum suatu pendekatan diterapkan. Karena itu, berbagai kondisi lokal perlu diperiksa untuk memastikan metode, data, dan teknologi yang digunakan dapat memberikan hasil yang relevan.

Ruang Bertukar Pengetahuan dan Membuka Kolaborasi Riset

Selain Prof. Akira Tai, kegiatan juga menghadirkan Prof. Dr. Hideo Oshikawa dari Saga University, serta Mrs. Savitri Prasandi Mulayanni, S.T., M.T. Sementara sesi kegiatan dipandu oleh Dr. Djusdil Akrim, M.M., M.T. sebagai moderator.

Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikan lebih jauh isu perubahan iklim, banjir, bencana sedimen, teknologi prediksi, serta strategi adaptasi masyarakat.

Bagi Universitas Bosowa, forum ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif dari Indonesia dan Jepang dalam menghadapi persoalan kebencanaan yang semakin kompleks.

Isu climate change, flood and sediment disasters memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam membangun pendekatan mitigasi dan adaptasi yang mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai token of appreciation kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pengetahuan yang dibagikan selama kegiatan.

Melalui Study and Research Collaboration ini, Universitas Bosowa terus membuka ruang bagi penguatan jejaring internasional melalui kegiatan akademik yang mempertemukan dosen, peneliti, dan peserta dalam pembahasan isu-isu global yang memiliki relevansi langsung dengan kondisi di Indonesia.

Kolaborasi bersama Fukuoka Institute of Technology juga menjadi bagian dari langkah Unibos dalam memperkuat internasionalisasi melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kerja sama riset, khususnya pada bidang perubahan iklim, kebencanaan, teknologi, serta adaptasi masyarakat.

Kegiatan ditutup oleh MC setelah seluruh rangkaian agenda selesai. Dari Makassar ke Jepang, dari ruang akademik menuju kolaborasi riset—Unibos terus memperluas langkah untuk menghadirkan kerja sama internasional yang relevan dengan tantangan masa depan. (adv)

 

 

Terkait: UNIBOSUniversitas Bosowa

Berita Terkait

AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

Editor: Tim Redaksi
8 Oktober 2026

...

Tidak Sekadar Melihat Industri, Mahasiswa Teknik Kimia Unibos Belajar Menerjemahkan Teori di PT Vale Indonesia TBK

Tidak Sekadar Melihat Industri, Mahasiswa Teknik Kimia Unibos Belajar Menerjemahkan Teori di PT Vale Indonesia TBK

Editor: Tim Redaksi
6 Oktober 2026

...

Menguatkan Organisasi, Psikologi Unibos dan Pelindo Regional 4 Jalin Kolaborasi

Menguatkan Organisasi, Psikologi Unibos dan Pelindo Regional 4 Jalin Kolaborasi

Editor: Tim Redaksi
3 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Siap Dimulai, Panitia Matangkan Persiapan Lewat Technical Meeting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi