MAKASSAR, PIJARNEWS.COM-– Di balik persoalan putus sekolah, terdapat generasi muda dengan beragam latar belakang, pengalaman, tantangan, sekaligus potensi yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Berangkat dari persoalan tersebut, tim akademisi Universitas Bosowa (Unibos) melaksanakan penelitian bertajuk “Model Minat dan Tantangan Berwirausaha bagi Generasi Z Putus Sekolah di Makassar: Analisis Faktor Pendorong dan Penghambat.”
Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Pelaksanaan penelitian dimulai pada 27 Agustus 2026 di Kota Makassar. Selanjutnya, koordinasi dan pelaksanaan tahapan penelitian terus dilakukan bersama berbagai pihak terkait, termasuk melalui dukungan dan sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar, Jumat (28/8/2026).
Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M., dengan Prof. Dr. Seri Suriani, S.E., M.Si. sebagai anggota tim. Tim penelitian juga diperkuat oleh Dr. Ir. Lukman S., S.Si., S.Psi., S.E., M.M. serta Dr. Muhtar Sapiri, S.E., M.M., Ak., yang seluruhnya merupakan akademisi Universitas Bosowa.
Melalui penelitian ini, tim berupaya menggali secara lebih komprehensif berbagai faktor yang memengaruhi minat Generasi Z putus sekolah dalam memasuki dunia kewirausahaan. Penelitian tidak hanya diarahkan untuk melihat peluang yang tersedia, tetapi juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dapat memengaruhi kemampuan generasi muda dalam membangun aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi Generasi Z putus sekolah di Kota Makassar. Temuan penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan model yang lebih relevan dengan kondisi, karakteristik, dan kebutuhan kelompok sasaran.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penelitian mendapat dukungan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, khususnya BRIDA Kota Makassar. Kepala BRIDA Kota Makassar, H. Haidil Adha, S.Sos., M.M., CHRM, bersama Rahmatan, S.T., M.M., CHRM, C.Cs., serta Dr. Akmal yang merupakan bagian dari BRIDA Kota Makassar, turut menjadi bagian dalam proses koordinasi pelaksanaan penelitian tersebut.
Sinergi antara Universitas Bosowa dan BRIDA Kota Makassar menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat proses riset sekaligus menghasilkan perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat persoalan sosial yang dihadapi generasi muda.
Penelitian ini juga memandang persoalan putus sekolah tidak semata-mata sebagai sebuah persoalan sosial. Di balik kondisi tersebut, terdapat potensi, aspirasi, serta keinginan generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik apabila diberikan kesempatan, dukungan, dan akses terhadap pengembangan kapasitas.
Melalui pendekatan penelitian yang mendalam, tim peneliti Universitas Bosowa akan memetakan minat Generasi Z putus sekolah terhadap dunia kewirausahaan, termasuk berbagai faktor yang mendorong mereka untuk memulai aktivitas produktif. Di sisi lain, penelitian ini juga akan mengidentifikasi tantangan yang berpotensi menjadi penghambat, baik yang berkaitan dengan kondisi pendidikan, ekonomi, lingkungan sosial, keterampilan, maupun akses terhadap peluang usaha.
Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan pemetaan yang lebih komprehensif mengenai minat dan tantangan berwirausaha Generasi Z putus sekolah di Makassar. Temuan tersebut selanjutnya dapat menjadi referensi dalam merumuskan pendekatan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Melalui kolaborasi keilmuan para akademisi serta sinergi dengan pemangku kepentingan di daerah, Universitas Bosowa terus mendorong lahirnya penelitian yang tidak berhenti pada pengumpulan data. Penelitian diharapkan mampu menghadirkan perspektif, model, dan rekomendasi yang relevan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta membuka ruang masa depan yang lebih produktif bagi Generasi Z di Kota Makassar. (adv)










