DENPASAR, PIJARNEWS.COM– Kolaborasi antarkampus semakin menjadi kebutuhan strategis dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi. Melalui pertemuan di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Bosowa (Unibos) dan Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) resmi memperkuat komitmen kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, Peningkatan Mutu Akademik, dan Pengembangan Kelembagaan, Senin (10/8/2026).
Nota Kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. dan Rektor Universitas Bosowa Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan mutu akademik, hingga pengembangan kelembagaan.
Dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si., Wakil Rektor II Dr. I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRA, dan Wakil Rektor III Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., bersama jajaran pimpinan dan unit terkait.
Sementara itu, delegasi Universitas Bosowa dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., bersama Wakil Rektor I Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Muh. Kafrawi Yunus, S.E., M.M., Wakil Rektor III Prof. Dr. Ar. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., serta Division Head of Human Resources & General Affair (HR & GA) Bosowa Education Darmawan Dahlan.
Kerja sama ini memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Dalam Nota Kesepahaman, kedua pihak menyepakati kolaborasi dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, peningkatan mutu akademik dan penjaminan mutu internal, penugasan dosen senior sebagai pembina, pemanfaatan bersama sumber daya akademik dan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pengembangan kelembagaan.
Ruang kerja sama tersebut juga mencakup peluang pendampingan pengembangan program studi dan/atau fakultas, serta kegiatan akademik lain yang disepakati kedua pihak. Dengan cakupan tersebut, MoU diarahkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang tidak berhenti pada hubungan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam program akademik dan kelembagaan yang konkret.
Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Unmas Denpasar merupakan bagian dari langkah Unibos dalam memperluas jejaring akademik sekaligus membuka ruang pertukaran kapasitas antarperguruan tinggi.
“Kerja sama ini menjadi ruang untuk saling memperkuat. Masing-masing perguruan tinggi memiliki pengalaman, sumber daya, dan keunggulan yang dapat dipertukarkan untuk meningkatkan kualitas Tridharma dan pengembangan kelembagaan. Karena itu, yang paling penting setelah penandatanganan ini adalah bagaimana kesepakatan tersebut dapat diwujudkan dalam program yang konkret,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila diarahkan pada kebutuhan nyata, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan mutu akademik, maupun penguatan kelembagaan.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. Ia menilai kerja sama dengan Universitas Bosowa membuka peluang untuk memperluas jejaring dan mempertemukan potensi kedua institusi dalam berbagai bidang akademik.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Ada banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan mutu akademik hingga pengembangan kelembagaan. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua universitas,” ungkapnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kerja sama adalah peningkatan mutu akademik dan penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi tersebut, kedua universitas dapat saling berbagi pengalaman dan praktik dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi, termasuk pengembangan sistem akademik dan kelembagaan.
Selain itu, kesepakatan juga membuka peluang penugasan dosen senior sebagai pembina dalam rangka pengembangan kapasitas akademik dan kelembagaan. Mekanisme tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman antarakademisi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kedua institusi.
Kerja sama juga memungkinkan pemanfaatan bersama sumber daya akademik, sumber daya manusia, sarana, dan prasarana sesuai ketentuan yang berlaku. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap kompetensi dan fasilitas yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan akademik maupun pengembangan kelembagaan.
Dari sisi pengembangan kelembagaan, kedua pihak juga memiliki peluang untuk melakukan pendampingan terhadap pengembangan program studi maupun fakultas. Hal ini menjadi salah satu bagian penting dari kesepakatan dalam mendorong peningkatan kapasitas institusi secara berkelanjutan.
Keterlibatan jajaran pimpinan dari kedua universitas dalam penandatanganan tersebut menunjukkan bahwa implementasi kerja sama akan membutuhkan koordinasi lintas bidang. Dari sisi Universitas Bosowa, kehadiran Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dan Sekretaris Universitas memperkuat keterhubungan kerja sama dengan aspek akademik, riset, sumber daya, kemahasiswaan, alumni, kerja sama, hingga pengembangan kelembagaan.
Sementara itu, keterlibatan Division Head of Human Resources & General Affair Bosowa Education Darmawan Dahlan turut membuka ruang penguatan kerja sama dari perspektif pengembangan sumber daya manusia dan kebutuhan pengelolaan talenta dalam ekosistem pendidikan.
Nota Kesepahaman antara Universitas Bosowa dan Universitas Mahasaraswati Denpasar berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Implementasi kerja sama selanjutnya akan dituangkan melalui satu atau lebih Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai kebutuhan dan bidang yang akan dikembangkan.
Penandatanganan MoU di Universitas Mahasaraswati Denpasar ini menjadi titik awal bagi kedua institusi untuk bergerak dari kesepakatan kelembagaan menuju kolaborasi yang lebih terukur. Dengan menghubungkan kekuatan dalam Tridharma, penjaminan mutu, pengembangan sumber daya manusia, dan kelembagaan, Universitas Bosowa dan Universitas Mahasaraswati Denpasar membuka ruang baru untuk menghadirkan kerja sama pendidikan tinggi yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdampak. (adv)










