• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Ushul Fiqh: Menjembatani Hukum Islam di Era Modern

OPINI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 April 2025
di Opini, Topik Utama
Naharuddin SR

Naharuddin SR

Oleh: Naharuddin SR (Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare)

Kehidupan yang serba cepat dan berubah seperti saat ini, kita sering kali dihadapkan pada masalah yang belum ada jawabannya dalam teks-teks agama yang sudah lama. Mulai dari transaksi digital, sosial media, sampai dengan kebebasan berbicara yang makin luas, semua itu kadang membingungkan. Nah, di situlah Ushul Fiqh punya peran penting. Bisa dibilang, Ushul Fiqh itu kayak panduan yang membantu kita memahami hukum Islam dalam konteks zaman sekarang, tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip dasarnya.

Pada dasarnya, Ushul Fiqh adalah ilmu yang mempelajari cara para ulama menemukan hukum dari sumber-sumber agama seperti Al-Qur’an dan Hadis. Tapi lebih dari itu, Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk menggunakan prinsip-prinsip yang ada untuk menghadapi masalah yang belum ditemukan solusinya di teks klasik. Jadi, bukan hanya soal menghafal atau membaca teks, tetapi bagaimana kita bisa berpikir dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Contohnya, sekarang kita sering dengar soal transaksi digital, seperti sistem “pay later” yang sedang tren. Banyak orang khawatir ini bisa masuk dalam kategori riba, karena belum aman dari MAGRIB (maysir, gharar dan riba). Nah, untuk menjawab hal ini, para ulama bisa menggunakan prinsip-prinsip dalam Ushul Fiqh, seperti qiyas (analogi hukum) dan maslahah (kemaslahatan), untuk menganalisis apakah sistem ini bisa diterima atau tidak dalam perspektif syariat. Jadi, bukan hanya soal melihat dari segi hukum yang kaku, tapi juga mempertimbangkan apakah hal tersebut membawa manfaat atau malah merugikan umat.

BeritaTerkait

Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

30 Oktober 2026
ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

30 Oktober 2026
Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

24 Oktober 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026

Kasus lain yang juga sedang ramai dibicarakan adalah kebebasan berbicara, terutama di media sosial. Banyak orang merasa bahwa hak untuk mengungkapkan pendapat harus dilindungi, tetapi di sisi lain, kebebasan itu bisa disalahgunakan untuk menyinggung agama atau kelompok tertentu. Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk melihat ini dari sisi maqashid syariah (tujuan syariat). Hukum Islam tentu saja mendukung kebebasan, tapi juga mengingatkan kita agar kebebasan itu tidak mengganggu keharmonisan umat beragama. Jadi, dengan pendekatan ini, kita bisa mencari keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama.

Kelebihan utama dari Ushul Fiqh adalah fleksibilitasnya. Di zaman dulu, ulama hanya mengandalkan teks-teks yang sudah ada, tapi dengan Ushul Fiqh, mereka bisa menerapkan prinsip-prinsip dasar untuk merespons masalah-masalah baru yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Ini yang sering disebut sebagai ijtihad. Dalam ijtihad, seorang ulama atau ahli fikih berusaha menemukan solusi yang paling tepat dengan mempertimbangkan konteks zaman dan kebutuhan umat.

Sekarang, banyak tokoh yang mendorong agar Ushul Fiqh lebih diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Kita nggak bisa hanya terpaku pada metode klasik yang sudah ada, karena dunia sekarang jauh berbeda dengan masa lalu. Tetapi pembaruan ini bukan berarti menyingkirkan tradisi, melainkan menyelaraskan hukum Islam dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan esensinya. Misalnya, dalam masalah teknologi finansial atau sosial media, kita perlu pendekatan yang lebih terbuka dan fleksibel, asalkan tetap menjaga tujuan utama syariat yaitu kemaslahatan umat.

Jadi, Ushul Fiqh ini bukan ilmu yang ketinggalan zaman, melainkan fondasi yang terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dengan pendekatan yang moderat dan akomodatif, Ushul Fiqh bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk membantu umat Islam menghadapi tantangan zaman tanpa merasa terasing dari ajaran agama. Yang penting adalah memahami prinsip-prinsip dasarnya, dan bagaimana kita bisa mengaplikasikannya dengan cara yang relevan dan kontekstual.

Pada akhirnya, Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk tidak hanya berpikir dalam kerangka teks, tetapi juga untuk lebih bijak dalam memahami konteks. Dengan itu, kita bisa tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, sambil membuka ruang untuk diskusi dan perkembangan hukum yang lebih relevan dengan realitas saat ini. (*)

 

 

 

Terkait: Opini

Berita Terkait

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Editor: Tim Redaksi
13 Oktober 2026

...

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Editor: Tim Redaksi
8 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PGRI Bacukiki Barat Gelar Konkercab I 2026 di SMAN 5 Parepare, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi