PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare kembali mencatat capaian di kancah internasional. Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah resmi terindeks Scopus pada Jumat (13/3/2026).
Jurnal yang dikelola Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini lolos seleksi ketat setelah mendapat persetujuan dari Scopus Content Selection & Advisory Board (CSAB).
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan reputasi akademik IAIN Parepare di tingkat global, khususnya dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, mengapresiasi keberhasilan tersebut. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif civitas academica.
“Masuknya Banco ke indeks Scopus menunjukkan kualitas pengelolaan jurnal dan karya ilmiah di IAIN Parepare telah diakui secara internasional,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini juga memperkuat posisi kampus dalam mendorong peningkatan kualitas penelitian dan kontribusi akademik, khususnya di bidang ekonomi dan perbankan syariah.
Editor-in-Chief Banco, M. Majdy Amiruddin, menjelaskan proses menuju indeksasi Scopus memerlukan waktu panjang. Upaya dilakukan melalui penguatan manajemen jurnal, peningkatan kualitas artikel, serta penerapan peer review yang ketat sejak jurnal ini berdiri pada 2019.
“Jurnal Banco disetujui untuk coverage Scopus dan berlaku surut mulai Volume 4 Tahun 2022,” jelasnya.
Artinya, artikel yang terbit sejak periode tersebut juga telah masuk dalam database Scopus.
Dekan FEBI, Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadun, menyebut capaian ini menjadi motivasi bagi dosen dan peneliti untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif.
Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Parepare, Dr. Muhammad Haramain, menilai keberhasilan Banco dapat menjadi role model bagi jurnal lain di lingkungan kampus.
“Ini bukti jurnal IAIN Parepare mampu bersaing di tingkat internasional. Kami akan terus memperkuat pendampingan agar jurnal lain bisa menyusul,” katanya.
Ke depan, IAIN Parepare menargetkan lebih banyak jurnal menembus indeks internasional sebagai bagian dari penguatan budaya riset dan reputasi akademik global.












