PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Erni menemukan peluang usaha setelah berhenti bekerja dan menganggur selama sekitar satu bulan. Berawal dari mencari inspirasi di media sosial, ia kini berjualan aneka jajanan kukus dan makanan titipan di depan Warung Baji 2 dengan harga serba Rp 10 ribu.
Erni mengaku awalnya tidak pernah terpikir untuk berjualan makanan. Namun, setelah berhenti bekerja, ia mulai mencari ide usaha yang menarik untuk dijalankan, terutama jajanan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia kemudian mencari inspirasi melalui Facebook dan TikTok. Dari kedua platform tersebut, Erni menemukan jajanan kukus yang menarik perhatiannya. Ia pun mencoba memulai usaha dengan modal sederhana, yakni satu panci kukus-kukusan.
Usaha kecil itu ternyata mendapat sambutan dari pembeli. Pada masa awal berjualan, dagangan Erni bahkan bisa habis sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 Wita.
Melihat respons tersebut, Erni mulai mengembangkan usahanya. Ia berinisiatif mencari orang yang bersedia menitipkan makanan untuk dijual di lapaknya. Langkah ini membuat pilihan dagangannya semakin beragam, tidak hanya kukus-kukusan, tetapi juga berbagai jenis makanan lainnya.
Erni menilai variasi makanan menjadi salah satu hal penting untuk menarik pembeli. Menurutnya, setiap orang memiliki selera berbeda, mulai dari jajanan asin, makanan manis, hingga aneka camilan.
“Karena banyaknya pilihan makanan, orang tidak memilih satu makanan saja, tetapi bermacam-macam jenis makanan, mulai dari yang asin-asin, yang manis-manis, camilan, dan banyak pilihan makanan,” ungkap Erni saat ditemui disela-sela aktivitasnya pada Kamis (15/10/2026)
Kini, Erni menyediakan beragam makanan dengan harga serba Rp 10 ribu. Ia mengombinasikan makanan yang disiapkan sendiri dengan makanan titipan dari orang lain agar pembeli memiliki lebih banyak pilihan.
Setiap hari, Erni berjualan mulai pagi hingga siang di depan Warung Baji 2 jln. Andi Sulolipu Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Aktivitas tersebut menjadi rutinitasnya dalam menjalankan usaha yang berawal dari pencarian ide sederhana di media sosial.
Meski telah mengembangkan variasi dagangannya, Erni masih memiliki harapan untuk memperbesar usahanya. Salah satunya dengan memperpanjang meja jualan agar dapat menunjang aktivitas berdagangnya.
Perjalanan Erni menunjukkan bagaimana peluang usaha bisa muncul dari situasi yang tidak direncanakan. Setelah berhenti bekerja dan sempat menganggur, ia mencoba memanfaatkan tren jajanan di media sosial hingga merintis usaha dengan modal sederhana.
Reporter: Ahwal (Magang Mahasiswa STAIN Majene)











