• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini; Krisis dan Kritis Bangsaku

Editor: Alfiansyah Anwar
25 Desember 2017
di Opini
Opini; Krisis dan Kritis Bangsaku

Penulis: Andi Dahliani (Mahasiswa PGSD Kampus V UNM Parepare)

PIJAR OPINI – Menyimak realita dan dinamika kehidupan bangsa dan negara saat ini, ada banyak hal yang menjadi sorotan di penghujung tahun 2017. Akhir-akhir ini muncul hal-hal yang menjadi viral di kalangan masyarakat. Mulai dari hadirnya istilah generasi micin, kids jaman now, hingga drama politik Setnov dalam pemerintahan. Belum terhitung pelbagai situasi jelang tahun politik, baik di pusat hingga daerah.

Penulis mengamati, dalam setiap fenomena itu sebagian kita semakin kritis. Sejatinya sikap kritis adalah hal yang sangat baik. Namun perlu diatur agar tak brutal nan anarkis, dalam menyampaikan kritikannya.

Andi Dahliani

Sebagian dari kita mamang hebat dalam berkoar-koar. Entah tua atau muda, berpendapat bahwa pemerintah harus mendengar suara kita. Kita menuntut hak, dengan dalih secara umum memperbaiki bangsa ini.

BeritaTerkait

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026

Ah, bagaimana jika dibalik. Kita yang menjadi pemimpin, dan yang memimpin menjadi masyarakat yang mengkritik ?

Kita memang kerap mengutamakan keinginan dan egoisme sendiri. Padahal belum tentu punya sumbangsih terhadap pemerintah. Penulis sempat berfikir, bangsa Indonesia bukan krisis kepemimpinan, kita ini krisis kerakyatan.

Bagaimanapun pemerintah bekerja, memang akan selalu ada alasan untuk mengkritik. Dalihnya, ‘itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah’.

Idealnya, bagaimana kita bisa turut berpartispasi, bukan sekadar mengkritik? Indonesia butuh tindakan, bukan protes berbalut omong kosong.

Lebih khusus kepada kalangan disekitar penulis. Mahasiswa yang turun kejalan mengatas-namakan rakyat. Katanya menyuarakan perubahan, namun IP-nya jauh dari kata menawan. Bahkan skripsi tak mereka kerjakan karena terlalu sibuk hanya demi sebuah yang katanya gerakan. Jika ingin membuat perubahan, berprestasilah! (*)

Terkait: KritikOpiniPGSD Parepare

BeritaTerkait

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 Juli 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Tohir Muhammad
21 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Tohir Muhammad
11 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi