• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 28 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Politik Tak Terkalahkan

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
5 Februari 2018
di Opini

Adalah sebuah keniscayaan setiap orang berniat melakukan kebaikan. Niat itu lalu berbuah ide dan melahirkan politik yang akhirnya menyusun proses dalam pelaksanaannya. Politik (read; siasa’) atau strategi.

Pada beberapa kenyataan, setiap politik yang lahir terkadang tidak disertai proses pelaksanaan yang baik. Namun ternyata ada pula niat baik, ide baik dan disertai dengan proses pelaksanaan yang juga baik.

Politik model itu salah satunya dilakukan oleh Sang Madipa Afrika Selatan, Nelson Mandela. Perjuangan Nelson Mandela dikisahkan kembali dalam sebuah film berjudul Invictus. Judul itu berasal dari sebuah puisi pendek penyair Inggris William Ernest Henley. Sutradara Clint Eastwood mengangkat kisah nyata itu berdasarkan novel John Carlin, Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Made a Nation.

Tahun 1994, Nelson Mandela menjadi Presiden. Momentum yang ditunggu-tunggu oleh orang kulit hitam setelah sekian lama merasakan penindasan rezim orang kulit putih yang rasialis. Orang kulit hitam hendak melampiaskan dendam berkaratnya dengan menghancurkan jejak, simbol, sistem dan apa saja yang terkait orang kulit putih saat itu.

Namun ambisa itu harus kandas. Mandela menebarkan ajakan presiden; “Masa lalu adalah masa lalu. Kita sekarang melihat kedepan. Sekarang bukan waktunya balas dendam, ini waktunya membangun Bangsa dan Negara”. Sang Madipa justru mengkonsolidasikan kembali satu per satu hati yang terluka dan merajut kembali jembatan yang rapuh dan patah.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Nelson Mandela menjadi tokoh politik paling lama mendekam di penjara. Mandela sangat merasakan siksaan dan diskriminasi dari rezim Apartheid (apart; memisah. heid; sistem/hukum). Sebuah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan. Terhitung tak kurang 27 tahun Nelson Mandel berpindah-pindah penjara di rezim Apartheid.

Namun Afrika Selatan beruntung memiliki Nelson Mandela. Tembok penjara tak melumatkan jiwanya. Semua penjara hanya bisa mengurung tubuh, tetapi jiwanya berkelana bebas. Nelson Mandela berkulit hitam, tetapi berhati putih.

Invictus (Tak terkalahkan) adalah puisi yang selalu dibaca Nelson Mandela di penjara.

@ibrahlaiman

Terkait: OpiniPolitikTak Terkalahkan

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan