• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Kriminal

WNA Turki Mengaku, Sistem Keamanan ATM Indonesia Paling Mudah Dibobol

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Maret 2018
di Kriminal
pacar perempuan

Dua WNA Turki, Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35) akan dideportasi pasca menjalani sembilan bulan masa tahanan di Lapas Kelas I Makassar karena membobol ATM mengggunakan teknik skimming di Makassar.(mks)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Turki mengaku memilih membobol ATM di Indonesia karena sistem keamanan di Indonesia longgar dibandingkan negara lain.

Dari pengakuan WNA Turki, Hayrullah Ceylan (39) dan Ismail Yoru (35) kepada pihak Imigrasi Kelas I Makassar, di negara mereka, Turki setiap ATM dijaga ketat oleh sekuriti. Sehingga mereka memilih keluar ke negara lain untuk melancarkan aksinya.

“Para pelaku mengaku memilih Indonesia karena sistem keamanan di Indonesia termasuk longgar dibandingkan di negara lain,” ungkap Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sulawesi Selatan (Sulsel), Kaharuddin Ali saat rilis di Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Kamis (22/3).

Hal tersebut juga terbukti dari aksi nekat keduanya yang baru masuk ke Indonesia untuk pertama kalinya. Mereka  beraksi berdua tanpa bantuan dari warga Indonesia.

Berita Terkait

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Bupati Sidrap Lepas Pengiriman Puluhan Ton Telur ke Kalimantan, Sultra, dan Makassar

Parepare Terima Penghargaan Kota Sehat di HKN ke-61, Gubernur Sampaikan Apresiasi

Wamendagri Apresiasi Inovasi Digitalisasi Pelayanan Publik Pemkot Makassar

“Bersangkutan hanya berdua tidak ada orang lain yang terlibat di Indonesia. Pengakuannya ini pertama kali mereka ke Indonesia, Makassar,” tambah pria berkacamata ini.

Sebelum ke Indonesia, mereka diketahui memilih Malaysia sebagai target negara yang akan mereka bobol. Diluar dugaan, di Malaysia, ATM juga dijaga oleh sekuriti.

Setelah itu, mereka lalu ke Indonesia. Dari informasi yang mereka terima dan berdasarkan informasi di internet, ATM di Indonesia tidak dijaga oleh sekuriti. Terlebih lagi, di Indonesia ATM bisa ditemukan dimana saja.

Keduanya masuk ke Indonesia pada awal tahun 2017. Ismail Yoru masuk ke Indonesia pada (9/3/2017) dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) yang berlaku selama 30 hari. Kemudian Hayrullah Ceylan menyusul pada (23/4/2017) dengan menggunakan visa yang sama.

Setelah itu, keduanya lalu merencanakan pembobolan ATM pada Mei lalu menggunakan teknik skimming, yakni membobol ATM nasabah menggunakan alat skimmer yang diletakkan pada alat memasukkan kartu pada mesin ATM. Skimmer tersebut digunakan untuk mengambil data dari kartu ATM nasabah. Alat skimmer yang digunakan diperoleh dari Thailand yang dibeli secara online lalu dikirim ke Turki melalui international cargo, lalu dibawa ke Indonesia.

Untuk mendapatkan PIN dari kartu ATM, pelaku menaruh micro camera tepat di atas tombol penginputan PIN. Kamera tersebut hanya bertahan selama lima jam karena keterbatasan baterai.

Mereka diketahui berhasil ditangkap pada 2017 lalu oleh Polrestabes Makassar. Dari pengakuannya ada 10 ATM yang dibobol dengan total Rp140 juta. Kini keduanya akan dideportasi setelah menjalani hukuman sembilan bulan di Lapas Kelas I Makassar.(mks)

Terkait: Imigrasi Kelas I MakassarIndonesiaKepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM SulselMakassarSistem Keamanan IndonesiaSkimmerSkimmingSulselTurkiWNA Turki

TerkaitBerita

Kisah di Balik Layar Mahasiswa Pinrang Bongkar Kredit Fiktif: Diancam hingga Rumah Dicari

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Januari 2026

...

Beraksi Dipemberangkatan JCH di Parepare, Polisi Amankan 2 Pencopet yang Ternyata Punya Hubungan Ini

Editor: Muhammad Tohir
16 Mei 2025

...

Perburuan hingga Lintas Provinsi, Eks Karyawan Warung di Parepare Di tangkap, Celana Jadi Barang Bukti

Editor: Muhammad Tohir
9 Mei 2025

...

Beraksi di Sidrap dan Parepare Residivis Bermodal Pahat dan Mobil Rental Ditangkap

Editor: Muhammad Tohir
6 Mei 2025

...

BeritaTerkini

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan