• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 17 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Gairah Bisnis Syahwat (Baca: Kapitalisasi Liberalisme)

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
10 Januari 2019
di Opini

OPINI, PIJARNEWS.COM — Kembali nama seorang artis papan atas, VA, mencuat ke media dalam keterlibatan prostitusi online dengan bayaran puluhan juta rupiah. Polisi juga telah mengantongi puluhan nama artis dan model yang juga diduga terlibat sebagai penjaja seks komersial yang ‘berkelas’ ini. VA beserta temannya yang telah tertangkap basah oleh pihak kepolisian ini, hanya ditetapkan sebagai “saksi korban”. Tentu peristiwa ini bukan yang pertama, namun telah banyak dan telah berlangsung lama.

Melihat peristiwa ini, penulis menangkap, bahwa betapa prostitusi masih menjadi ladang basah bagi para penikmat dunia untuk mengambil keuntungan. Bisnis syahwat seolah tak pernah habis untuk dieksplor.

Tengok saja bisnis pariwisata di pulau-pulau cantik di Indonesia itu. Untuk menarik para wisatawan asing, jualan syahwat menjadi hal yang wajib. Pemerintah daerah setempat bahkan dengan bangga memperkenalkannya sebagai kawasan wisata kelas dunia.

Syahwat adalah salah satu kenikmatan hidup yang ingin dirasakan manusia. Dengan bungkusan liberalisme, syahwat menjadi punya tempat untuk disalurkan sebebas-bebasnya tanpa perlu adanya aturan agama. Bahkan ia dilindungi oleh HAM, untuk bisa tetap berlangsung dengan baik.

Karena adanya permintaan dan penawaran dari masyarakat yang telah teracuni paham liberalisme ini, bisnis syahwat adalah hal yang menggiurkan dibaca oleh para kapitalis. Ditambah lagi gaya hidup hedonis, konsumtif lagi mewah, ataukah juga faktor kemiskinan, membuat bisnis ini menemukan jalan suksesnya.

Berita Terkait

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Negara jelas memiliki peran penting dalam keberlangsungan bisnis maksiat ini. Atas alasan mengurangi tersebarnya penyakit kelamin menular, maka prostitusi dilokalisasi. Padahal justru penyakit tersebut lahir dari aktivitas maksiat yang dipelihara. Negara bahkan bisa mengambil keuntungan dari bisnis tersebut berupa pajak yang dibayarkan.

Selain itu, tak ada produk hukum yang dapat menjerat para pelaku zina. Hal yang demikian terkategori wilayah privat yang tak boleh diganggu oleh orang lain selama tak ada yang merasa terzhalimi. Makanya, para perilaku seks bebas tidak dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum.

Demikianlah sebuah negara yang berada dalam cengkeraman kapitalisasi liberalisme, yang diniscayakan hidup dalam sistem demokrasi hari ini. Sistem hidup sekuler, sistem hidup yang menjauhkan aturan agama dari kehidupan. Sistem hidup yang menjauhkan Allah SWT, sang pengatur kehidupan, dari mengatur kehidupan manusia.

Kita tentu telah dapat melihat, bagaimana perzinahan ini telah merusak moral generasi. Generasi yang mestinya sibuk dalam urusan membangun peradaban, namun justru sibuk mengurusi syahwat yang justru menghancurkannya. Demikianlah yang terjadi ketika hukum Allah SWT kita campakkan.

Teringat hadist Rasulullah SAW, “Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah rela terhadap datangnya adzab Allah untuk diri mereka,” HR. Hakim.

Tentu kita tidak ingin adzab Allah menimpa negeri ini karena merajalelanya maksiat zina. Sudah cukup Allah memperingatkan kita dengan berbagai peristiwa bencana alam yang tiada henti sepanjang tahun kemarin. Bahwa telah nampak kerusakan itu terjadi karena ulah maksiat manusia itu sendiri (QS. Ar-Ruum: 41).

Wallahu’alam.

Hefrida Ruslan, Pendidik PAUD

Terkait: Gairah Bisnis SyahwatOpini

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan