• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Mahasiswa Milenia

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2019
di Opini

 

 

 

Oleh: Suherman Syach

(Mantan Maba 1997 dan Pemerhati Pendidikan di Ajatappareng)

Berita Terkait

Judol Menghilangkan Nyawa

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Tiap-tiap masa membawa perubahan. Dekade 90-an, mahasiswa baru (Maba) sebelum resmi mengikuti proses kuliah harus mengikuti satu tahapan penting nan sakral, yang disebut orientasi pengenalan kampus, disingkat ospek.

Bagi mantan mahasiswa era itu, ada yang mengenang ospek sangat menyenangkan, tetapi sebagian yang lain “sangat mengerikan”. Menyenangkan, karena ospek melahirkan banyak kisah-kisah inspiratif, romantisme, jenaka, keakraban, dan solidaritas. Melalui ospek, mental kita membaja, kepekaan rasa tertempa, bakat minat tereksplor, kerangka pikir terbentuk.

“Ngerinya” banyak lagi. Kala itu, masa ospek harus star dari kos-kosan jam 5 subuh. Harus melalui beberpa pos sebelum tiba dalam kampus dengan perlakuan yang beragam dari para senior. Mulai dari jalan dalam got, merayap ala tentara, jalan jongkok, kengkreng, push up, lari, dll.

Kala itu, senior ibarat “Raja”, kadang penyayang, tapi lebih banyak murkanya. Bentakan, pukulan, dan tendangan menjadi sarapan subuh pada mahasiswa baru. Tapi saat itu, maba lebih banyak yang kuat, hanya sedikit berperilaku “cemeng”.

Era milenia beda lagi. Ospek dan segala tradisinya dihapus. Sudah tidak zaman lagi. Berganti dengan sebutan Pengenalan Budaya Akademik Kampus, disingkat PBAK (Istilah khusus untuk PTKIN). Meski memiliki kesamaan sebagai ajang pengenalan Maba, tetapi desainnya, beda 180 derajat.

PBAK lebih menyenangkan dan tidak ada susahnya. Maba tidak perlu terbangun dan bergegas ke kampus subuh hari, apa lagi harus merayap atau jalan kengkreng dari seniornya. Mereka cukup datang ke kampus dan langsung masuk gedung. Duduk manis dikursi empuk dengan ruangan dingin ber-AC.

Tak ada bentakan dari senior. Senior cukup mendampingi dan melayani kebutuhan Maba. Mengambilkan makanan, minum, absen, dan keperluan lainnya. Maba cukup mendengar materi-materi yang diberikan oleh narasumber. Maba cukup tercerahkan dari suguhan materi dari dosen dan pihak luar yang profesional.

Capaiannya hampir sama dengan ospek. Terjadi pencerahan, pengenalan dan adaptasi Maba yang komprehensif terhadap struktur, lingkungan dan budaya kampus. Bedanya, PBAK bebas dari perpeloncoan, kekerasan dan aksi-aksi dehumanisasi lainnya.

Selamat kepada mahasiswa Milenia Indonesia, yang sedang memasuki gerbang kampus di kampusnya masing-masing. Semoga menjadi mahasiswa harapan Indonesia pada masa datang. (*)

 

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Editor: Muhammad Tohir
24 April 2026

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan