• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 26 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Mahasiswa Milenia

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2019
di Opini

 

 

 

Oleh: Suherman Syach

(Mantan Maba 1997 dan Pemerhati Pendidikan di Ajatappareng)

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Tiap-tiap masa membawa perubahan. Dekade 90-an, mahasiswa baru (Maba) sebelum resmi mengikuti proses kuliah harus mengikuti satu tahapan penting nan sakral, yang disebut orientasi pengenalan kampus, disingkat ospek.

Bagi mantan mahasiswa era itu, ada yang mengenang ospek sangat menyenangkan, tetapi sebagian yang lain “sangat mengerikan”. Menyenangkan, karena ospek melahirkan banyak kisah-kisah inspiratif, romantisme, jenaka, keakraban, dan solidaritas. Melalui ospek, mental kita membaja, kepekaan rasa tertempa, bakat minat tereksplor, kerangka pikir terbentuk.

“Ngerinya” banyak lagi. Kala itu, masa ospek harus star dari kos-kosan jam 5 subuh. Harus melalui beberpa pos sebelum tiba dalam kampus dengan perlakuan yang beragam dari para senior. Mulai dari jalan dalam got, merayap ala tentara, jalan jongkok, kengkreng, push up, lari, dll.

Kala itu, senior ibarat “Raja”, kadang penyayang, tapi lebih banyak murkanya. Bentakan, pukulan, dan tendangan menjadi sarapan subuh pada mahasiswa baru. Tapi saat itu, maba lebih banyak yang kuat, hanya sedikit berperilaku “cemeng”.

Era milenia beda lagi. Ospek dan segala tradisinya dihapus. Sudah tidak zaman lagi. Berganti dengan sebutan Pengenalan Budaya Akademik Kampus, disingkat PBAK (Istilah khusus untuk PTKIN). Meski memiliki kesamaan sebagai ajang pengenalan Maba, tetapi desainnya, beda 180 derajat.

PBAK lebih menyenangkan dan tidak ada susahnya. Maba tidak perlu terbangun dan bergegas ke kampus subuh hari, apa lagi harus merayap atau jalan kengkreng dari seniornya. Mereka cukup datang ke kampus dan langsung masuk gedung. Duduk manis dikursi empuk dengan ruangan dingin ber-AC.

Tak ada bentakan dari senior. Senior cukup mendampingi dan melayani kebutuhan Maba. Mengambilkan makanan, minum, absen, dan keperluan lainnya. Maba cukup mendengar materi-materi yang diberikan oleh narasumber. Maba cukup tercerahkan dari suguhan materi dari dosen dan pihak luar yang profesional.

Capaiannya hampir sama dengan ospek. Terjadi pencerahan, pengenalan dan adaptasi Maba yang komprehensif terhadap struktur, lingkungan dan budaya kampus. Bedanya, PBAK bebas dari perpeloncoan, kekerasan dan aksi-aksi dehumanisasi lainnya.

Selamat kepada mahasiswa Milenia Indonesia, yang sedang memasuki gerbang kampus di kampusnya masing-masing. Semoga menjadi mahasiswa harapan Indonesia pada masa datang. (*)

 

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Diterima Wali Kota, Parepare Raih Penghargaan Nasional Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Diterima Wali Kota, Parepare Raih Penghargaan Nasional Pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Pemkab Sidrap Paparkan Usulan Hibah Rekonstruksi Jembatan Botto-Bulcen ke BNPB RI

Pemkab Sidrap Paparkan Usulan Hibah Rekonstruksi Jembatan Botto-Bulcen ke BNPB RI

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Abrasi di Dusun Celallang, Bupati Pinrang Tinjau Lokasi

Abrasi di Dusun Celallang, Bupati Pinrang Tinjau Lokasi

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Bupati Pinrang Pantau Harga di Pasar Sentral: Bahan Pokok Masih Stabil

Jelang Idul Adha, Bupati Pinrang Pantau Harga di Pasar Sentral: Bahan Pokok Masih Stabil

Editor: Muhammad Tohir
25 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan