• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 26 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Merawat Kerukunan Lewat Permainan Gasing

Editor: Tim Redaksi
20 Mei 2021
di Opini
Merawat Kerukunan Lewat Permainan Gasing

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Gasing merupakan salah satu permainan tradisional yang masih diminati hingga saat ini, meski permainan ini hampir mengalami kepunahan akibat berkembangnya teknologi saat ini.

Mayoritas teori mengatakan, awalnya permainan ini muncul dari masyarakat pesisir pantai melayu yang menggunakan buah berembang. Ada pula yang berpandangan permainan ini berawal dari anak-anak yang memainkan menggunakan telur yang diputar, lalu muncul lah sebuah ide untuk dikembangkan menggunakan bahan kayu yang kuat berupa kayu sampi, sampi tanru, sampi pute, dan aju cempa supaya tidak mudah reppa atau tappolodua (pecah atau terbelah dua).

Dalam segi penggunaanya sangatlah mudah jika dilihatnya, akan tetapi membutuhkan abilitas yang baik, tepat sasaran jika diletakkan di atas kayu dan harus memiliki keseimbangan berputar. Di sisi lain, melakukan pelemparan hingga mengenainya dan mendapatkan point. Akan tetapi, belum ada data lengkap terkait kejelasan sejarah atau asal usul mengenai permainan Gasing.

Hanya sedikit masyarakat di beberapa wilayah yang masih memiliki aktualisir dalam memainkan permainan tradisional ini. Contohnya, masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.

BeritaTerkait

Manajer KDKMP,  Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

Manajer KDKMP, Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

24 Juli 2026
Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

24 Juli 2026
Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026

Salah satunya, di Kabupaten Sidrap, Kecamatan Pitu Riase, Desa Barukku, Dusun 02 Salo Palakka. Tiap tahun, Gasing masih masih dijadikan permainan musiman. Baik anak-anak, remaja bahkan orang tua pun ikut serta dalam memainkan permainan ini.

Kegiatan ini jika diperhatikan dengan teliti, sarat akan keharmonisan, keakraban dan kerja sama tim. Tidak pandang usia, antara anak-anak, remaja, orang tua. Pemain tetap akur, saling tersenyum, sesekali ada canda tawa dalam memainkan permainan ini.

Seharusnya, permainan inilah yang membutuhkan apresiasi dan apresiatif dijadikan simbol dari kekompakan, solidaritas bahkan silaturahmi dan menjaga kerukunan masyarakat melalui sebuah permainan tradisional.

Jika di tinjau menurut Hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari al-Mukminin fi al-Hadits Muhammad bin ismail al-Bukhari
“Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan, tetapi seseorang yang berusaha menjalin hubunganya dengan baik, meski lingkungan terdekat merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.”

Artinya, jika dibandingkan dengan permainan yang sekarang berbasis android (online) memang pada mulanya menimbulkan kekompakkan yang baik, tetapi ada keganjilan yang mesti diperbaharui supaya tidak mengalami lag, afk atau eror, yakni memperbaiki kosa kata yang santun, sopan dan tidak menimbulkan kegaduhan dan kebencian.

Karena arti dari sebuah silaturahmi itu, memiliki hubungan yang baik. Sebaik-baiknya permainan itu yang saling menghargai, baik dari segi adab terhadap yang lebih tua dan menjaga mulut supaya tidak mengeluarkan argumen-argumen yang tidak menyakiti perasaaan orang.

Kebudayaan seperti inilah yang mutlak harus dibangun dan dijaga setiap generasi, Melalui permainan toriolo (dulu) yang mensimbolkan kedamaian, ketentaraman serta keakraban.

Penulis : Kiswan Yuhandira (Mahasiswa IAIN Parepare)

Editor: Misbah Sabaruddin

Terkait: GasingIAIN ParepareKerukunanPermainan Tradisional

BeritaTerkait

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
24 Juli 2026

...

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Editor: Tohir Muhammad
3 Juli 2026

...

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi