• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 21 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini : Merawat Tradisi “Makkabua Baruga Tobotting” di Desa Bakaru Pinrang

Oleh : Siti Sakirna, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
6 Agustus 2022
di Opini
Baruga Botting

--ist--

OPINI — Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki ragam budaya dan kebiasaan-kebiasaan lama yang masih dipertahankan sampai saat ini sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya warisan orang terdahulu. Budaya merupakan ciri khas daerah masing-masing baik dari segi sikap, perilaku atau kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang untuk generasi ke generasi.

Desa Bakaru adalah sebuah daerah yang jauh dari perkotaan sehingga masyarakat di sana masih sangat merawat tradisi-tradisi yang mereka anggap baik untuk kehidupan dalam masyarakat. Di dalam masyarakat masih mengenal sistem kekeluargaan salah satunya adalah “Makkabua Baruga” yang dilaksanakan dengan cara bergotong royong.

Makkabua Baruga merupakan salah satu kegiatan yang sampai saat ini masih dilaksanakan di Desa Bakaru, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang sebagai bentuk partisipasi masyarakat sebelum melaksanakan acara pernikahan di desa tersebut. Maksud dari kata “Makkabua Baruga Tobotting” ini adalah membuat rumah panggung pengantin.

Sitti Sakirna
Sitti Sakirna

Baruga merupakan tanda kalau dalam keluarga tersebut ingin melaksanakan suatu acara pernikahan, bukan tanpa adanya tujuan dibuatnya karena Baruga nantinya akan menjadi tempat resepsi pernikahan, tempat akad nikah, tempat beristirahatnya tamu undangan, dan juga sebagai tempat diadakannya simbol-simbol adat sebelum dan sesudah pernikahan.

Tradisi Makkabua Baruga ini dilakukan oleh kaum laki-laki dengan tetap memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya untuk menjadi bahan dalam pembuatan baruga, seperti bambu yang digunakan sebagai balok, kayu sebagai tiang, dan pengikat tiang yang bukan dari tali rapia namun dari ijuk pohon aren atau dalam bahasa setempat disebut Gacci Bulu, kata masyarakat disana bahwa Gacci Bulu lebih tahan lama dibandingkan dengan tali rapia.

Berita Terkait

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

Pesta Berujung Duka, Tinggal Beberapa Jam Akad Calon Mempelai Pria di Pinrang Diduga Akhiri Hidup

Biasanya dalam proses Makkabua Baruga masyarakat membagi tugas mereka agar pembuatannya lebih cepat. Mulai dari menebang bambu, memasang tiang, mengikat balok, sampai pada pemasangan tenda yang dimana masyarakat di sana membawa peralatan masing-masing dari rumah mereka untuk mereka gunakan dan tidak membebankan kepada tuan rumah untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Setelah Baruga selesai barulah masyarakat akan membuat Sala’bi sebagai hiasan Baruga yang terbuat dari bambu yang telah dibentuk dan dihaluskan menggunakan parang lalu di susun secara menyilang. Sala’bi dibuat sebagai dinding pembatas setiap tempat dan juga sebagai gapura untung gerbang masuknya para tamu nantinya. Selanjutnya mereka akan dihidangkan makanan dari tuan rumah yang dibantu ibu-ibu di sana sebagai bentuk terimakasih kepada masyarakat yang telah membantunya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini adalah untuk mempererat tali persaudaran dan juga meringankan beban dalam suatu keluarga, dimana masyarakat Desa Bakaru ingin mempererat hubungan persaudaraan diantara warga desa yang satu dengan warga yang lainnya. Selain itu juga sebagai bentuk siraturahmi dan menjaga kebersamaan, karena dengan diadakannya Makkabua Baruga ini mereka akan berkumpul dan makan bersama tanpa memandang perbedaan derajat dan perbedaan ekonomi.

Juga nilai-nilai yang melekat dalam Tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini yakni niai-nilai sosial, dimana mengajarkan kepada kita untuk selalu menjunjung tinggi kepedulian kita kepada sesama manusia karena hal tersebut sangat penting demi terjaganya kekompakan dalam masyarakat sebagai simbol indahnya budaya-budaya lokal. (*)

Terkait: Kabupaten PinrangKecamatan LembangMakkabua Baruga BottingPengantin

TerkaitBerita

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan