• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 23 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Mager saat Hujan? Ini Dia Tipsnya!

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2022
di Sulselbar
Ilustrasi mager (Dok: Sucipto/Pijarnews.com)

Ilustrasi mager (Dok: Sucipto/Pijarnews.com)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Mager adalah singkatan dari malas gerak, istirahat itu sangat populer dizaman milenial untuk mengekpresikan sebuah kondisi seseorang yang tengah dilanda kemalasan untuk berbuat suatu hal.

Jangankan bekerja, terkadang mager membius seseorang untuk tidur, bahkan perkara makan dan buang air pun sukar untuk dilakukan.

Fenomena mager muncul sewaktu-waktu dalam diri manusia terlebih pada musim hujan, terkadang kebanyakan orang merasakan mager dan tidak ingin berbuat sesuatu. Bahkan yang lebih parah kebanyakan orang menikmati itu dengan tidur seharian.

Namun, menurut salah seorang psikolog asal Makassar, Evi Rakaryani, menerangkan fenomena mager ialah sesuatu hal yang lumrah terjadi pada manusia. Hal itu dikarenakan, manusia pada dasarnya suka hedon dan kenyamanan.

“Karena manusia itu dasarnya hedon, menyukai kenyamanan,” ujar Evi saat diwawancarai via Telepon pada Sabtu (19/11/2022), malam.

Berita Terkait

Sebuah Lembaga Gelar Tes Psikologi Sasar SD di Sidrap, Kadis Minta Sekolah Jangan Layani

Fokus Kebersihan Drainase, Pjs Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Persiapan Musim Hujan

Musim Hujan, Pj Wali Kota Parepare Imbau Kerja Bakti Bersihkan Saluran

Makassar Dilanda Angin Kencang, BMKG Sebut Gradien Tekanan Antara Laut dan Daratan Jadi Penyebab

Selain itu, ia mencontohkan, seperti halnya pada musim hujan, kebanyakan orang menikmati magernya dengan tidur, karena dengan tidur dirinya merasa nyaman.

“Sama juga kenapa dia mager (musim hujan) karena enak, kalau dingin gitu, maunya kita pake selimut supaya kita hangat yah. Dasarnya memang manusia itu mencintai kenyamanan” tuturnya.

Ia juga menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat orang mager saat musim hujan yakni, faktor secara eksternal maupun secara faktor internal.

Faktor eksternal itu disebabkan, karena suasana hujan membawa dingin dan cahaya yang redup, sehingga orang terbawa dalam suasana tersebut.

“Yang pertama karena cuaca jelas lebih dingin dan membawa suasana redup sehingga orang nyaman dengan suasana itu,” ungkapnya.

Di samping itu kata dia, seseorang juga dapat merasakan mager, karena tidak ada pekerjaan yang mendesak untuk dilakukan.

Adapun faktor internalnya, yakni disebabkan, rata-rata orang tidak ingin basah, sebab jika basah akan berpotensi sakit.

Selain itu, orang-orang yang merasakan mager juga karena pikirannya. Kadangkala di musim hujan sebagai orang lebih banyak berpikir terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadi, seperti jika ke luar akan membuatnya sakit dan jika sakit tentu akan menunda pekerjaannya beberapa hari ke depan.

“Hal demikianlah yang kadang membuat seseorang bermalas-malasan,” terangnya

Tidak sampai di situ saja, pikiran itupun kadang berlanjut, seperti, seseorang akan berpikir gajinya akan terpotong jika sakit, sebab akan digunakan untuk membeli obat.

“Jadi apapun yang buat hidupnya susah keluar uang banyak dan sebagainya, terpaksa dia tinggal di rumah, kalau misalnya dia sampai nggak ngapa-ngapain hanya scroll hp, mungkin dia tidak punya hal penting untuk dikerjakan,” pungkasnya.

Adapun tips dalam mengatasi mager dikala musim hujan, menurut psikolog Rumah Sakit Mitra Husada itu, yakni di antaranya sebagai berikut :

Mengisi Waktu Luang dengan Berkarya

Setiap orang tentu memiliki waktu luang, agar waktu luang tersebut tidak dimanfaatkan untuk mager, maka isilah dengan kegiatan bermanfaat seperti membuat karya.

Berkarya kata Evi, tidak mengenal tempat, sebab dimana saja seseorang bisa meluapkan ekspresinya dengan berkarya termasuk di rumah saat musim hujan melanda.

“Bisa juga manfaatkan waktunya itu untuk menciptakan karya-karyanya tanpa harus tergantung tempat gitu loh,” tuturnya.

Menyelesaikan Tugas atau Pekerjaan

Bagi sebagian orang yang bekerja atau pun sekolah agar tidak bermalas-malasan saat musim hujan, dianjurkan untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan kantornya yang sempat tertunda di kantor.

Hal itu kata Evi dapat mengatasi mager dikala musim hujan, “Sebab jika seseorang sibuk dengan aktivitas maka dia akan lupa bermalas-malasan,” ucapnya.

Menumbuhkan Motivasi dengan Membuat Target

Selain tips diatas, yang paling terpenting harus dilakukan dalam mengatasi mager saat musim hujan adalah menumbuhkan motivasi dari dalam diri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, adapun cara menumbuhkan motivasi dalam diri seseorang itu dengan membuat planning (perencanaan) atau target.

Ia mencontohkan, seperti membuat membagi agenda atau kegiatan perbulan, kemudian perpekan hingga perhari.

“Bagi satu bulan menjadi kegiatan perpekan, dan bagi lagi menjadi kegiatan harian, nah itu harus lihat agenda kerjanya itu apakah dia sudah memenuhi atau tidak,” tukasnya.

Dengan memiliki jika ada perencanaan seperti itu katanya, seseorang akan dapat terhindar dari mager. (*)

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: MagerMusim HujanPsikologi

TerkaitBerita

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

...

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

ISEI Mamuju Punya Ketua Baru, Wahyu Maulid Adha Siap Perkuat Kolaborasi Ekonomi

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

...

Berita Terkini

Imigrasi Parepare dan Timpora Periksa Empat TKA di PT UPC Sidrap

Imigrasi Parepare dan Timpora Periksa Empat TKA di PT UPC Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2026

Prodi Teknik Sipil ITH Edukasi Warga Ujung Pengolahan Sampah Plastik Jadi Paving Block

Prodi Teknik Sipil ITH Edukasi Warga Ujung Pengolahan Sampah Plastik Jadi Paving Block

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2026

Pemkab Sidrap Monitoring Harga Jelang Iduladha

Pemkab Sidrap Monitoring Harga Jelang Iduladha

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2026

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA di Sidrap, TIMPORA 2026 Dorong Sinergi hingga Tingkat Desa

Imigrasi Perkuat Pengawasan WNA di Sidrap, TIMPORA 2026 Dorong Sinergi hingga Tingkat Desa

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2026

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan