• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 16 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Belajar Bersama (2)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 Mei 2021
di Esai, Kisah Inspiratif, Topik Utama
Ibrahim Fattah

Oleh : Ibrahim Fattah*

Ibrahim Fattah
Oleh : Ibrahim Fattah*

Memasuki pekan pertama bulan puasa, saya berinisiatif memediasinya ke Lazismu agar diberi bantuan modal usaha. Setelah mendapat bantuan, jenis takjil yang dipilih adalah es buah, tentu dengan maksud agar mudah terjual karena musim kemarau. Tempat berjualannya di pinggir jalan besar, yakni Jalan Andi Makkasau.

Setelah hari kedua berjualan takjil buka puasa, saya bertanya bagaimana penjualannya, jawabannya singkat. Hari pertama kembali modal, hari kedua rugi. Saya hanya bisa memotivasinya agar jangan berputus asa dalam berikhtiar.

Selain semakin booming-nya jumlah penjual takjil buka puasa, bisa saja kelas menengah sejak bulan puasa tahun ini sudah mengubah orientasi perencanaan anggaran belanja kesehariannya karena pendapatan yang stagnan atau bahkan mulai menurun. Jika beberapa tahun sebelumnya kelas menengah lebih memilih belanja takjil buka puasa, maka tidak mustahil mulai tahun ini mereka sendiri yang membeli bahannya lalu memasak sendiri.

Fenomena ini bisa jadi sebagai penanda menurunnya daya beli masyarakat, bisa juga ditandai dengan semakin banyaknya penjual takjil buka puasa meski dengan resiko jualannya tidak terjual habis. Dengan semakin banyaknya penjual takjil buka puasa, sudah pasti mereka saling beririsan satu sama lain untuk memperebutkan pembeli yang secara kebetulan sebagian diantaranya mungkin pula sedang menghadapi masalah ekonomi.

Kini bulan puasa telah berlalu sedangkan pembatasan sosial masih terus diberlakukan untuk menghindari penyebaran virus corona secara cepat, itu artinya para mantan penjual takjil buka puasa harus segera beralih jenis jualan karena saat ini tidak ada kerumunan. Tentu nasib pelaku usaha mikro bisa dimaklumi jika mereka mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam hal pendampingan teknis agar kapasitasnya bisa meningkat sehingga kelak mereka bisa hidup mandiri.

Pendampingan teknis kepada pelaku usaha mikro merupakan aspirasi yang terus didengungkan, karena mereka tidak memiliki modal yang kuat dan kapasitas yang terbatas serta lemahnya jejaring diantara mereka. Menurut pembaca apa yang dibutuhkan pelaku usaha mikro sehingga mereka bisa berusaha secara berkelanjutan dan kelak menjadi mandiri?

Berita Terkait

Delapan Akademisi Masuk Bursa Calon Rektor UMPAR 2025-2029

Lapekom Gagas Gerakan Parepare Mengaji, Wali Kota Beri Dukungan Penuh

Kemah Terpadu SMP Negeri 5 Parepare Tumbuhkan Kemandirian dan Kreativitas

Pemkot Parepare dan Selecta Kota Batu Bahas Potensi Pengembangan Wisata Kebun Raya Jompie

*Penulis adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Kota Parepare dan Direktur YLP2EM Parepare.  HP/WA 08124265292.

 

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: FH UM ParepareKota PareparePelaku Usaha MikroYLP2EM Parepare

TerkaitBerita

Hadiri Ramah Tamah IKA FKG Unhas, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi

Editor: Muhammad Tohir
5 April 2026

...

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Januari 2026

...

Kekuatan Gawai di Tangan Warga:  @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Kekuatan Gawai di Tangan Warga: @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Desember 2025

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan