• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama IAIN Parepare

Cegah Radikalisme di Kampus, Perpustakaan IAIN Parepare Bedah Buku Karya Mohammad Nuruzzaman

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 September 2023
di IAIN Parepare
Cegah Radikalisme di Kampus, Perpustakaan IAIN Parepare Bedah Buku Karya Mohammad Nuruzzaman

Perpustakaan IAIN Parepare menggelar Bedah Buku Nasional dengan judul buku “Radikalisme di Media Sosial” dengan menghadirkan langsung penulis buku Mohammad Nuruzzaman yang juga sebagai staf khusus Menteri Agama RI bidang toleransi dan pencegahan radikalisme, di Ruang Seminar Gedung Perpustakaan Lt. 5, Ahad (24/9/2023)

PAREPARE, PIJARNEWS.COM--Berbagai cara dilakukan untuk mencegah adanya radikalisme di perguruan tinggi, salah satunya melalui kegiatan bedah buku.

Kali ini Perpustakaan IAIN Parepare menggelar Bedah Buku Nasional dengan judul buku “Radikalisme di Media Sosial” dengan menghadirkan langsung penulis buku Mohammad Nuruzzaman yang juga sebagai staf khusus Menteri Agama RI bidang toleransi dan pencegahan radikalisme, di Ruang Seminar Gedung Perpustakaan Lt. 5, Ahad (24/9/2023).

Rektor IAIN Parepare Hannani menuturkan betapa pentingnya bedah buku ini gelar untuk mencegah radikalisme di kampus, karena memang saat ini generasi, khususnya mahasiswa sangat mudah dimasuki oleh kaum kaum radikal, terutama melalui media sosial.

“Berdasarkan hasil riset Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tahun 2021 sebanyak 85 persen generasi milenial itu mudah terpapar oleh radikalisme,” ungkap Hannani.

BeritaTerkait

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

30 April 2026

Jejak Kolaborasi dari Kota Cinta Habibie, IAIN Parepare Terima Penghargaan pada Dies Natalis ke-4 ITH

18 Oktober 2025

Enam Dosen Dikukuhkan Menjadi Profesor, Rektor IAIN Parepare Sampaikan Pesan Menyentuh

7 Oktober 2025

Meylinda Yanti Jejak Mahasiswa yang Merdeka, Melangkah sebagai Mahasiswi Mandiri

12 Agustus 2025

Hannani menjelaskan bahwa ternyata beberapa masyarakat yang awalnya itu tidak terlalu paham dengan isu-isu radikal akan mudah terpapar radikalisme karena sering mendapatkan kiriman kiriman yang berbau radikal di media sosial.
Ia juga mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk bisa menyebarluaskan hasil diskusi bedah buku. “Oleh karena itu, kita selalu mendukung kegiatan seperti ini, kampus harus bebas dari paham paham radikal, jadi setelah hasil diskusi bedah buku kita harapkan bisa disebarluaskan khususnya dalam lingkungan kampus IAIN Parepare,” tegasnya.

Sementara itu, Nuruzzaman saat menyampaikan isi bukunya bahwa buku radikalisme ini menjelaskan bagaimana implikasi penggunaan internet dan media sosial sebagai sarana penyebaran radikalisme sehingga bisa dikaji upaya-upaya penangkalan paham radikalisme, baik pada tataran pemikiran dan wacana maupun pada tataran organisasi dan kegiatannya.

“ Proses radikalisasi berlangsung melalui internet dan media sosial, termasuk pengguna Twitter,” jelasnya.
Moderasi beragama merupakan konsep yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh umat beragama di Indonesia sehingga tercipta kerukunan intra umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah.

“Moderasi beragama salah satu indikator penting penangkalan radikalisme, indikator moderasi beragama itu yang pertama beragama dan berkomitmen terhadap konsep kebangsaan. Kedua, beragama anti kekerasan. Ketiga, beragama yang toleran, dan terakhir beragama dengan menghargai budaya dan tradisi lokal,” urai Nuruzzaman.

Dalam kegiatan bedah buku ini juga turut hadir Wakil Rektor bidang APL H. Saepudin, Kepala Biro AUAK IAIN Parepare H. Muhdin, Kepala UPT Perpustakaan IAIN Parepare Sirajuddin, Kepala Pusat Admisi Public Relation dan IO Muhammad Haramain sekaligus sebagai pembanding bedah buku. (adv)

Terkait: IAIN Parepare

BeritaTerkait

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Generator Digital Karya Dosen IAIN Parepare Permudah Penyusunan RPS -OBE

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
24 Juli 2026

...

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Editor: Tohir Muhammad
3 Juli 2026

...

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi