• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 10 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Budaya dan Sastra

Esai; Kotaku, Itu Dulu…

Editor: Alfiansyah Anwar
30 Agustus 2017
di Budaya dan Sastra, Opini
Esai; Kotaku, Itu Dulu…

Dulu kotaku sangat ramah, tapi sekarang, pejabatnya saja enggan bertegur sapah, rakyatnya saling caci maki di dinding-dinding facebook hampir setiap hari.

Dulu kotaku dikenal kota santri, tapi sekarang, tempat-tempat pelacuran tumbuh subur, taman-taman kota serta bangunan milik pemerintah jadi tempat kaum muda-mudi memadu kasih dan bercumbu rayu.

Dulu kotaku dikenal taat hukum, tapi sekarang, pejabatnya seakan silih berganti tersangkut kasus hukum.

Dulu kotaku tak pilih kasih, tapi sekarang, kedapatan membawa shabu kiloan serta pejabat yang terjaring OTT saat pungli bisa bebas, pejabat yang korup juuuugaa.. divonis bebas.

BeritaTerkait

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

15 Juni 2026
Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

13 Juni 2026

Dulu kotaku hasil pembangunannya sangat memberi manfaat, tapi sekarang seakan jadi pajangan, lihat saja wc canggih degan fasilitas AC dan panggung hiburan tak berfungsi dan tak terurus, jembatan dengan kilaun cahaya lampu yang berwarna warni tapi tak bisa dilintasi oleh rakyat, monumen cinta sejati hanya jadi tempat favorite berfoto selfie.

Dulu kotaku jadi barometer tentang kemerdekaan pers, tapi sekarang, media-media kritis seakan dituding pembuat informasi palsu (hoax), berita bohong, media tidak sehat, dianggap rival politik, serta dianggap titipan dan berbau politis, lalu kemudian diacarakan pula dengan deklarasi-deklarasi anti berita bohong dan media tidak sehat yang dananya tidak sedikit yang bersumber dari uang rakyat. (*)

Abdillah MS
Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (PIJAR)
Pemimpin Redaksi Pijarnews.com

 

Terkait: Esai

BeritaTerkait

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

Editor: Tim Redaksi
9 Juli 2024

...

IKN Sebagai Smart City dengan Konsep Forest City Apa Kaitannya untuk Indonesia Emas 2045?

IKN Sebagai Smart City dengan Konsep Forest City Apa Kaitannya untuk Indonesia Emas 2045?

Editor: Tohir Muhammad
21 Desember 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi