• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Kasus Baru Terus Bertambah, Pemkot Godok Aturan Masuk Makassar Harus Kantongi SK Bebas Covid-19

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Juni 2020
di Sulselbar
Kasus Baru Terus Bertambah, Pemkot Godok Aturan Masuk Makassar Harus Kantongi SK Bebas Covid-19

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar akan kembali memperketat akses mobilitas warga di perbatasan wilayah. Hal ini menyusul terus meningkatnya kasus positif baru Covid-19 di Kota Daeng itu.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan akan memberlakukan pemeriksaan surat keterangan bebas Covid-19 bagi warga luar kota yang ingin masuk ke Kota Makassar. Surat ini bertujuan menekan transportasi penyebaran virus Covid-19.

“Jadi siapa pun yang masuk di Kota Makassar harus punya surat keterangan bebas Covid-19. Kita tidak pernah tahu misal ada yang ke Maros. Dari Maros dia tidak mematuhi aturan protokol kesehatan entah terpapar di mana dan kembali ke Makassar membawa virus tanpa ada tanda-tanda. Nah, itu yang kita waspadai,” kata Rudy, Minggu (28/6/2020) seperti dilansir dari Sulsel IDNtimes.com.

1. Penerapan masih sementara digodok

BeritaTerkait

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026
Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar, hingga Minggu (28/6/2020) pukul 11.00 WITA, jumlah kasus positif Covid-19 di Makassar mencapai 2.751 kasus.

Dari jumlah itu, pasien Covid-19 yang sedang dirawat sebanyak 1.776 orang, sudah sembuh 848 orang, dan 127 orang meninggal dunia. Selain itu, ada pula kasus luar wilayah sebanyak 206.

Rudy menjelaskan, rencana pemberlakuan surat keterangan bebas Covid-19 itu sudah dibahas bersama unsur Forkopimda Kota Makassar. Namun penerapannya masih sementara digodok.

“Untuk penerapannya masih menggodok dan berkordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri,” katanya.

2. Membentuk tim percepatan yang bermuara di tiga konsep

Menurut Rudy, pihaknya juga sementara membentuk tim percepatan dengan bermuara pada tiga konsep yakni unsur kepatuhan, kejujuran dan saling pegang tangan untuk menyadarkan masyarakat.

Rudy menilai tiga unsur ini sangat penting sebab jumlah pasien positif Covid-19 bertambah dikarenakan masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan dan tidak jujur ketika merasakan gejala Covid-19.

“Jadi kita panggil juga tim dari Unhas, tim epidemiologi yang memang mampu menggambarkan bagaimana status terhadap suatu pandemi atau penyakit yang berdampak pada suatu populasi di masyarakat,” ujarnya.

3. Melakukan pendekatan yang lebih humanis

Nantinya, tim yang dibentuk itu akan melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat yang masih belum memahami tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan rapid test.

Tak hanya itu, dia juga meminta camat, lurah agar lebih masif berkomunikasi dengan RT/RW untuk selalu memantau warganya. Rudy meyakini cara pendekatan persuasif seperti ini akan lebih cepat menekan angka penyebaran virus di Kota Makassar.

“Jadi nanti kita lihat di RT/RW mana yang jumlah  positif warganya sudah tinggi akan kita akan lockdown sementara atau kita bawa isolasi ke hotel,” katanya.(*)

Sumber: sulsel.IDNtimes.com
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Lawan Covid-19

BeritaTerkait

Gubernur-Kakanwil Sepakat Kolaborasi Tangani Covid-19 di Lapas/Rutan se-Sulsel

Gubernur-Kakanwil Sepakat Kolaborasi Tangani Covid-19 di Lapas/Rutan se-Sulsel

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Juni 2020

...

Empat Hari Lagi,  PSBB di Makassar Berakhir

Empat Hari Lagi,  PSBB di Makassar Berakhir

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
18 Mei 2020

...

Kagama Peduli Covid-19, Beri Bantuan Medis untuk RSUD Massenrempulu

Kagama Peduli Covid-19, Beri Bantuan Medis untuk RSUD Massenrempulu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Mei 2020

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi