• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Khazanah

Majelis Dhuha Wisatahati: Menutup Pintu Kemiskinan

Editor: Alfiansyah Anwar
25 Maret 2017
di Khazanah, Sulselbar
Majelis Dhuha Wisatahati: Menutup Pintu Kemiskinan

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Tak bisa dipungkiri, kebanyakan dari manusia menginginkan menjadi seorang yang kaya. Bahkan tak sedikit manusia yang hidup dan menjalani kehidupan dengan hanya berorientasi materi. Dan terkadang, jika sesuatu hal yang dicita-citakan itu tidak tercapai, banyak yang mengatakan bahwa Allah tidak adil. Olehnya itu Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati kembali menggelar Majelis Dhuha Wisatahati (MDW) dengan tema ‘Menutup Pintu Kemiskinan’ di Kantor Wisatahati Sulsel, Jalan Hertasning No 71, Sabtu, (25/3/2017).

Di awal tausiyah, Kepala Divisi Pendidikan dan Rumah Tahfidz Wisatahati Sulsel, Muh Ilyas Nawawi membagi kemiskinan ke dalam tiga kategori. Yaitu Miskin Iman, Miskin Ilmu, dan Miskin Harta. “Jika kita miskin iman, kita harus memperbanyak berdzikir dan mengingat Allah SWT. Miskin ilmu, tentunya harus belajar, dan untuk belajar sekarang hanya orang yang malas yang tidak bisa menambah ilmunya. Sedangkan untuk Miskin Harta, ini yang banyak dipertanyakan oleh kita semua,” rincinya.

Kepala Divisi Pendidikan dan Rumah Tahfidz Wisatahati Sulsel, Muh Ilyas Nawawi

Magister Agama Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu membagikan kiat-kiat untuk membuka pintu rezeki. Ia pun mengutip amalan dari kitab Bulugul Maram. Menurutnya, dalam kitab tersebut tertuang sembilan amalan untuk membuka pintu rezeki. Diantaranya, memperbanyak istighfar, membaca surah Al-Ikhlas setiap keluar rumah, jawab kalimat adzan, berprilaku hemat, memakan makanan yang biasa tercecer, setiap malam baca surah Al-Bayyinah, baca Surah Al-Wakiyah setiap pagi, menjaga wudhu, dan lapang dalam memberi.

Pada majelis yang didahului dengan salat dhuha secara bersama-sama ini, Ustadz Ilyas pun menjelaskan satu persatu kesembilan amalan tersebut. Ia menyakini bahwasanya jika kesemua amalan tersebut dijalani dengan rutin, maka pintu rezeki akan terbuka. Ia juga menegaskan bahwa setiap manusia harus meyakini bahwa rezeki itu adalah jaminan Allah.

BeritaTerkait

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026
Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

Workshop Dakwah Digital Kolaborasi IAIN Parepare dan Pijarnews.com Tak Berhenti di Pelatihan

12 Juli 2026
Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

Berdaya, Berdakwah, Berdampak: Workshop Jurnalistik Islam Cetak Kreator Dakwah Digital Muda

12 Juli 2026
Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

5 Juli 2026

“Rezeki itu jaminan Allah, bukan jaminan Manusia. Rezeki itu datang bukan karena kita bekerja, tapi karena Allah yang beri. Kerja itu cuma ikhtiar kita untuk menjemput rezeki dari Allah SWT. Namun jangan malas menjemput rezeki,” tegasnya.

Di akhir ceramahnya, ia pun menyakinkan kepada jemaah MDW yang notabene adalah donatur tetap Wisatahati Sulsel untuk sesekali tidak menyalahkan Allah SWT. Karena ia mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri banyaknya manusia yang mengatakan Allah tidak adil.

“Rencana Allah lebih baik dari rencana manusia, terkadang apa yang kita anggap baik, itu buruk di hadapan Allah. Dan apa yang kita anggap buruk, justru itu yang baik menurut sang Khalik. Jadi, tetap positif thinking,” tutupnya. (rls/ris)

Terkait: Wisata Hati

BeritaTerkait

Santri Wisatahati Setor Hafalan di Rumah Donatur

Santri Wisatahati Setor Hafalan di Rumah Donatur

Editor: Alfiansyah Anwar
27 Maret 2017

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi