• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 8 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Mengusung Akulturasi Islam dan Budaya, IAIN Parepare Wujudkan Islam Wasathiyah

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
19 November 2018
di Opini
Oleh : Suherman Syach, Direktur Red Institute & Pemerhati Pendidikan

Oleh : Suherman Syach, Direktur Red Institute & Pemerhati Pendidikan

OPINI — Di bawah kepemimpinan Dr Ahmad Sultra Rustan, M.Si sebagai Rektor, STAIN berhasil bertransformasi atau naik level menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare pada awal 2018 ini. Transformasi kelembagaan ini menjadi sangat penting bagi eksistensi dan pengembangan kampus pada masa yang akan datang.

Jika pada masa STAIN, kampus ini hanya berkesempatan melakukan pengembangan disiplin keilmuan yang serumpun dan terbatas, maka dengan perubahan ini memberi ruang pengembangan keilmuan yang multi disipliner yang serumpun.

Struktur organisasi akan mengalami perubahan nomenklatur dan perluasan demarkasi lingkup keilmuan. Secara praktis, struktur keorganisasian akan bertambah dan tentu saja membutuhkan sumber daya manusia yang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.

Pimpinan kampus yang sebelumnya beristilah “Ketua” akan berganti sebutan “Rektor” dan pejabat administrasinya akan dipimpin pejabat setingkat eselon II. Begitu pun dengan lingkup disiplin keilmuan, jika sebelumnya demarkasinya disebut jurusan dan terbagi dalam beberapa program studi, akan berubah menjadi fakultas dan terbagi ke dalam jurusan.

Berita Terkait

PBI BPJS Tukang Es Dicabut, Dimana Keberpihakan Negara?

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

Berubahnya STAIN menjadi IAIN Parepare, tentunya bukan sekedar ganti wajah atau casing. Secara subtantif, perubahan tersebut berpengaruh terhadap seluruh elemen atau bagian–bagian yang ada di dalam organisasi tersebut.

Mulai yang sifatnya simbolik berupa identitas, yang meliputi lambang, logo, papan nama, lagu, bendera, sampai kepada perubahan konsep pengembangan yang meliputi visi misi, sistem pembangunan, pengembangan program, dosen, kepegawaian, kurikulum, sistem pelayanannya.

Menyongsong pembangunan dan pengembangan kampus berwajah baru, Rektor IAIN Parepare bersama civitas akademika mengusung visi yang cukup ideal yaitu akulturasi Islam-budaya berbasis teknologi informasi dengan paradigma keilmuan “panrita tellu sulapa”.

Misi ini relevan dengan gagasan Gus Dur tentang “pribumisasi Islam”, atau pikiran Cak Nur tentang “modernisasi Islam dan istilah “Islam Nusantara” yang dipopulerkan oleh tokoh-tokoh NU seperti Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI.

IAIN Parepare menegaskan dirinya sebagai kampus yang berorientasi pada Islamisasi budaya dan membudayakan Islam. Budaya Indonesia dan Islam menjadi dua bagian yang harus menyatu dalam NKRI. Artinya, IAIN Parepare akan menjadi perekat umat Islam dengan negaranya. Indonesia tidak mungkin dipisahkan dengan Islam.
Misi kebangsaan ini muncul di tengah tingginya eskalasi isu terorisme dan gerakan khilafah Islamiyah yang dihembuskan kelompok Islam tertentu.

Kelompok ini cenderung eksklusif, intoleran, kaku/rigid, mudah mengkafirkan orang dan kelompok lain, mudah menyatakan permusuhan dan melakukan konflik, bahkan kalau perlu melakukan kekerasan terhadap sesama Muslim yang tidak sepaham.

Di sisi lain, muncul pula kelompok yang permisif dan liberal. Kelompok liberal ini berpandangan bahwa Islam itu menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. Oleh karenanya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya.

Kedua kelompok tersebut tergolong kelompok tatharruf yamini (ekstrem kanan) dan yasari (ekstrem kiri).

Menurut MUI, kedua kelompok ini cenderung berlebihan-lebihan dan tidak sesuai nilai-nilai Islam, khususnya kultur dan budaya Islam di Indonesia.

Gerakan kedua kelompok ini telah merugikan umat Islam di Indonesia. Gerakan terorisme telah menempatkan Islam sebagai agama yang intoleran, radikal, tidak pancasilais dan anti NKRI.

Sementara liberalisme Islam mengancam eksistensi dan nilai-nilai dasar Islam dari dalam.
Tentu saja, fenomena ini tidak bisa dibiarkan. Islam harus tumbuh dan berkembang di NKRI meski bukan sebagai negara Islam. Indonesia, cukup sebagai negara muslim terbesar di dunia, dimana ajaran dan budaya Islam menjadi “identity and nation culture”.

Indonesia harus dijelmakan sebagai negara madina. Negara yang plural dan majemuk dengan suku, ras dan agama, tetapi tegak di atas persaudaraan, kebersaman, dan keharmonisan. Masyarakat hidup dalam kerukunan, toleransi dan kedamaian. Indonesia sangat relevan dengan konstitusi madinah yang dicetuskan Rasulullah Saw.

Untuk menginternalisasi konstitusi Rasulullah Saw tersebut, umat Islam harus hadir sebagai Islam Wasathiyah, yaitu Islam yang moderat, inklusif dan menerima perbedaan. Secara subtansi “lslam harus hadir sebagai umat yang terbaik dengan berlaku adil kepada semua golongan. Manivestasinya terlihat dalam piagam madinah yang menempatkan semua golongan secara equel dalam hak dan kewajiban.

IAIN Parepare sebagai lembaga perguruan tinggi yang mengemban tri dharma, yaitu penelitian, pendidikan dan pengabdian memilih peran strategis dalam membumikan Islam Wasathiyah tersebut. Posisi strategisnya terletak pada tupoksinya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam.

Melalui posisi tersebut, IAIN Parepare memiliki jangkauan yang luas dalam membangun peradaban Islam. Sejatinya, IAIN Parepare menjadi rujukan dialektika keilmuan, dakwah, budaya dan aspek kehidupan lainnya yang basis Islam di Indonesia, agar mengkanalisasi pengembangan paham dan gerakan Islam yang radikalisem atau pun yang liberalisem. Allahu ‘alam bisshawab. (*)

Terkait: IAIN Parepare

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

BeritaTerkini

Wali Kota Parepare dan Kapolres Jajal Lapangan Padel Royal Metro Sky

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan