• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 28 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Mengusung Akulturasi Islam dan Budaya, IAIN Parepare Wujudkan Islam Wasathiyah

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
19 November 2018
di Opini
Oleh : Suherman Syach, Direktur Red Institute & Pemerhati Pendidikan

Oleh : Suherman Syach, Direktur Red Institute & Pemerhati Pendidikan

OPINI — Di bawah kepemimpinan Dr Ahmad Sultra Rustan, M.Si sebagai Rektor, STAIN berhasil bertransformasi atau naik level menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare pada awal 2018 ini. Transformasi kelembagaan ini menjadi sangat penting bagi eksistensi dan pengembangan kampus pada masa yang akan datang.

Jika pada masa STAIN, kampus ini hanya berkesempatan melakukan pengembangan disiplin keilmuan yang serumpun dan terbatas, maka dengan perubahan ini memberi ruang pengembangan keilmuan yang multi disipliner yang serumpun.

Struktur organisasi akan mengalami perubahan nomenklatur dan perluasan demarkasi lingkup keilmuan. Secara praktis, struktur keorganisasian akan bertambah dan tentu saja membutuhkan sumber daya manusia yang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.

Pimpinan kampus yang sebelumnya beristilah “Ketua” akan berganti sebutan “Rektor” dan pejabat administrasinya akan dipimpin pejabat setingkat eselon II. Begitu pun dengan lingkup disiplin keilmuan, jika sebelumnya demarkasinya disebut jurusan dan terbagi dalam beberapa program studi, akan berubah menjadi fakultas dan terbagi ke dalam jurusan.

Berubahnya STAIN menjadi IAIN Parepare, tentunya bukan sekedar ganti wajah atau casing. Secara subtantif, perubahan tersebut berpengaruh terhadap seluruh elemen atau bagian–bagian yang ada di dalam organisasi tersebut.

Berita Terkait

JFC 2026 IAIN Parepare Gaungkan Literasi Digital, 91 Pelajar Adu Kreativitas Media

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Lantik Rektor Baru IAIN Parepare, Ini Pesan Menag Nasaruddin Umar

DKP DEMA-FUAD IAIN Parepare Hadir di Pelosok Pinrang, Bawa Misi Ilmu dan Perubahan

Mulai yang sifatnya simbolik berupa identitas, yang meliputi lambang, logo, papan nama, lagu, bendera, sampai kepada perubahan konsep pengembangan yang meliputi visi misi, sistem pembangunan, pengembangan program, dosen, kepegawaian, kurikulum, sistem pelayanannya.

Menyongsong pembangunan dan pengembangan kampus berwajah baru, Rektor IAIN Parepare bersama civitas akademika mengusung visi yang cukup ideal yaitu akulturasi Islam-budaya berbasis teknologi informasi dengan paradigma keilmuan “panrita tellu sulapa”.

Misi ini relevan dengan gagasan Gus Dur tentang “pribumisasi Islam”, atau pikiran Cak Nur tentang “modernisasi Islam dan istilah “Islam Nusantara” yang dipopulerkan oleh tokoh-tokoh NU seperti Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI.

IAIN Parepare menegaskan dirinya sebagai kampus yang berorientasi pada Islamisasi budaya dan membudayakan Islam. Budaya Indonesia dan Islam menjadi dua bagian yang harus menyatu dalam NKRI. Artinya, IAIN Parepare akan menjadi perekat umat Islam dengan negaranya. Indonesia tidak mungkin dipisahkan dengan Islam.
Misi kebangsaan ini muncul di tengah tingginya eskalasi isu terorisme dan gerakan khilafah Islamiyah yang dihembuskan kelompok Islam tertentu.

Kelompok ini cenderung eksklusif, intoleran, kaku/rigid, mudah mengkafirkan orang dan kelompok lain, mudah menyatakan permusuhan dan melakukan konflik, bahkan kalau perlu melakukan kekerasan terhadap sesama Muslim yang tidak sepaham.

Di sisi lain, muncul pula kelompok yang permisif dan liberal. Kelompok liberal ini berpandangan bahwa Islam itu menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. Oleh karenanya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya.

Kedua kelompok tersebut tergolong kelompok tatharruf yamini (ekstrem kanan) dan yasari (ekstrem kiri).

Menurut MUI, kedua kelompok ini cenderung berlebihan-lebihan dan tidak sesuai nilai-nilai Islam, khususnya kultur dan budaya Islam di Indonesia.

Gerakan kedua kelompok ini telah merugikan umat Islam di Indonesia. Gerakan terorisme telah menempatkan Islam sebagai agama yang intoleran, radikal, tidak pancasilais dan anti NKRI.

Sementara liberalisme Islam mengancam eksistensi dan nilai-nilai dasar Islam dari dalam.
Tentu saja, fenomena ini tidak bisa dibiarkan. Islam harus tumbuh dan berkembang di NKRI meski bukan sebagai negara Islam. Indonesia, cukup sebagai negara muslim terbesar di dunia, dimana ajaran dan budaya Islam menjadi “identity and nation culture”.

Indonesia harus dijelmakan sebagai negara madina. Negara yang plural dan majemuk dengan suku, ras dan agama, tetapi tegak di atas persaudaraan, kebersaman, dan keharmonisan. Masyarakat hidup dalam kerukunan, toleransi dan kedamaian. Indonesia sangat relevan dengan konstitusi madinah yang dicetuskan Rasulullah Saw.

Untuk menginternalisasi konstitusi Rasulullah Saw tersebut, umat Islam harus hadir sebagai Islam Wasathiyah, yaitu Islam yang moderat, inklusif dan menerima perbedaan. Secara subtansi “lslam harus hadir sebagai umat yang terbaik dengan berlaku adil kepada semua golongan. Manivestasinya terlihat dalam piagam madinah yang menempatkan semua golongan secara equel dalam hak dan kewajiban.

IAIN Parepare sebagai lembaga perguruan tinggi yang mengemban tri dharma, yaitu penelitian, pendidikan dan pengabdian memilih peran strategis dalam membumikan Islam Wasathiyah tersebut. Posisi strategisnya terletak pada tupoksinya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam.

Melalui posisi tersebut, IAIN Parepare memiliki jangkauan yang luas dalam membangun peradaban Islam. Sejatinya, IAIN Parepare menjadi rujukan dialektika keilmuan, dakwah, budaya dan aspek kehidupan lainnya yang basis Islam di Indonesia, agar mengkanalisasi pengembangan paham dan gerakan Islam yang radikalisem atau pun yang liberalisem. Allahu ‘alam bisshawab. (*)

Terkait: IAIN Parepare

TerkaitBerita

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Berita Terkini

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan