• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Modus Mesin Fotokopi Bagi Mahasiswa, Pencetak Uang Palsu Hindari Kecurigaan Pihak Kampus

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Januari 2025
di Kriminal, Sulselbar
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan saat menunjukkan barang bukti produksi uang palsu (Foto: Herald Sulsel)

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan saat menunjukkan barang bukti produksi uang palsu (Foto: Herald Sulsel)

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Indonesia dikejutkan oleh pengungkapan kasus peredaran uang palsu yang melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, diduga menjadi otak di balik penyelundupan mesin pencetak uang palsu ke dalam kampus melalui modus yang cerdik.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengungkapkan bahwa Andi Ibrahim menggunakan posisinya sebagai kepala perpustakaan untuk menyelundupkan mesin tersebut.

Modusnya adalah menyatakan mesin itu sebagai fasilitas fotokopi bagi mahasiswa yang ingin menggandakan buku. Dengan alasan tersebut, ia berhasil menghindari kecurigaan dari pihak kampus.

“Alasannya, jika ada mahasiswa yang ingin meminjam buku bisa fotokopi atau mencetak. Itu alasannya, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Tapi dalam pelaksanaannya, ternyata digunakan untuk mencetak uang palsu,” kata Yudhiawan, Rabu (1/1/2025) dilansir dari HeraldSulsel.id.

Berita Terkait

Workshop Penulisan Ilmiah Tingkatkan Kapasitas Dosen Muda UIN Alauddin Makassar

Mafindo Makassar Dorong Melek Etika Digital Lewat AI Warrior Camp

Lembaga Sertifikasi Profesi UIN Alauddin Makassar Terbentuk, Siap Cetak Lulusan Kompeten dan Tersertifikasi

UIN Alauddin Tambah Program Pascasarjana: Fokus pada Manajemen Bisnis Syariah

Menurut Yudhiawan, mesin pencetak uang palsu tersebut sudah berada di perpustakaan sejak September 2024. Posisi Andi Ibrahim sebagai kepala perpustakaan membuatnya leluasa memasukkan alat tersebut tanpa dicurigai.

“Karena dia menjabat sebagai kepala perpustakaan, semua orang mengira itu mesin untuk menggandakan buku. Mahasiswa hanya tahu bahwa buku-buku mahal bisa digandakan dengan biaya lebih murah,” ujarnya.

Polisi telah menangkap dan menetapkan 19 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka diduga terlibat dalam pencetakan dan peredaran uang palsu yang dicetak di perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

“Sudah 19 orang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mengejar dua orang pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Masih ada dua DPO yang kita kejar,” tambahnya. Kasus ini membuka mata banyak pihak terkait betapa liciknya modus yang digunakan pelaku. Mesin yang dikira sebagai alat bantu untuk fotokopi ternyata dimanfaatkan sebagai pabrik uang palsu. Mahasiswa dan penghuni kampus lainnya tidak mengetahui aktivitas ilegal ini karena alat tersebut tampak seperti fasilitas biasa di perpustakaan. (*)

Sumber: HeraldSulsel.id

Terkait: Uang PalsuUIN Alauddin Makassar

TerkaitBerita

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal  Muhammadiyah Sulbar  Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

BeritaTerkini

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan