MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Suasana penuh semangat dan keberanian tampak di Masjid Baitul Marhamah, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, saat kegiatan Public Speaking Qur’ani dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Pusat Studi Psikologi Islam (PSPI) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kegiatan itu dilaksanakan pada Ahad (3/5/2026) bertepatan 15 Dzulqa’dah 1447 H – yang dipimpin oleh Ahmad Yasser Mansyur, S.Ag., S.Psi., M.Si., Ph.D bersama tim Dr. Basti Tetteng, S.Psi., M.Si dan Gilang Tri Prayogo Yusuf, S.Psi., M.Psi., serta didukung mahasiswa pendamping: Andi Salsabila Arifa, Abdul Dzakir Al Amin, Mujahidatul Izzah, dan Nivah Restrimadani.
Sebanyak 49 santri dari 5 TK–TPA di Kecamatan Moncongloe, Maros mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya keberanian tampil dan tingginya rasa gugup santri saat berbicara di depan umum.
Melalui pendekatan praktik langsung (experiential learning) dan latihan bertahap (graded exposure), santri dilatih mulai dari perkenalan diri, membaca ayat pendek, menyampaikan pesan Qur’ani sederhana, hingga tampil di depan forum. Inovasi utama kegiatan ini adalah hadirnya “Panggung Mini Duta Cilik Qur’ani”, yang menjadi ruang praktik tampil edukatif dan menyenangkan. Selain itu terdapat pula produk inovasi berupa kartu Afirmasi Positif Islami Anak dan modul pelatihan Public Speaking Qur’ani terukur.
Di panggung ini, santri berlatih tampil percaya diri dengan pembekalan teknik vokal, artikulasi, ekspresi, serta penguatan mental melalui doa, zikir, dan positive self-talk islami.
Hasilnya sangat menggembirakan, di mana 100 persen santri berhasil tampil mandiri di panggung dengan peningkatan keberanian dan rasa percaya diri yang nyata.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta diberikan sertifikat “Berani Tampil karena Allah”, serta dianugerahi gelar “Duta Cilik Qur’ani”. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri dan menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap penampilan.
Pimpinan TPA Baitul Marhamah, Ust. Ahmad Akram Ruddin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, perubahan anak-anak sangat terasa. Mereka lebih berani, lebih percaya diri, dan antusias mengikuti kegiatan. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Ketua Tim PKM, Ahmad Yasser Mansyur, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara, tetapi juga membangun karakter Islami.
“Kepercayaan diri yang dibangun bukan sekadar berani tampil, tetapi berlandaskan iman, doa, dan tawakal kepada Allah,” jelasnya. Dalam kesempatan itu pula Ketua Tim PKM menyampaikan ayat percaya diri kepada santri dalam Qur`an Surat Ali ‘Imran Ayat 139:
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Sebagai tindak lanjut program, akan dilaksanakan pengajian bulanan bersama serta kegiatan persahabatan santri melalui Perkemahan Sabtu-Ahad (Persami) antar santri di Kecamatan Parangloe, yang dikoordinasikan oleh TPA Baitul Marhamah bersama BKPRMI Maros.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM PSPI Fakultas Psikologi UNM menunjukkan bahwa pembinaan santri dapat dilakukan secara inovatif dan berdampak nyata, tidak hanya dalam aspek religius, tetapi juga dalam membentuk generasi yang percaya diri, berani tampil, dan siap menyampaikan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat. (rls)












