• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 12 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama COVID-19

OPINI; Berjemaah Mengatasi Covid-19

Editor: Alfiansyah Anwar
9 April 2020
di COVID-19, Opini
OPINI: Virus Corona dan Teologi Musibah

Oleh : Budiman Sulaeman, Dosen IAIN Parepare

OPINI — Mencermati updating data kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) atau pemeriksaan swab lendir per Rabu, 8 April 2020, pukul 15.52 WIB yang telah menyentuh angka 2.956 kasus; 222 orang di antaranya yang sembuh dan 240 orang yang tutup usia, membuktikan bahwa penyebaran dan penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. (Kompas.com)

Pemerintah pun berharap seluruh masyarakat mematuhi pemerintah agar penyebaran Covid-19 tidak meluas. Ini mesti didukung oleh semua pihak tanpa terkecuali dengan membumikan spirit “kekamian” dan “kesadaran kolektif”.

Membumikan spirit “kekamian” atau “kesadaran kolektif” dalam kehidupan publik adalah sebuah keharusan, lebih-lebih di tengah merebaknya virus corona. 

Spirit itu dapat dirasakan saat mentadabburi ayat 5 surah Al-Fatihah, khususnya kalimat “na’budu” dan “nasta’in”, dan lebih khusus lagi karena sang pemilik kalam menggunakan dhamir mutakallim ma’ al-ghair, yaitu “kami”, bukannya menggunakan dhamir mutakallim wahdah, “saya”.

BeritaTerkait

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

15 Juni 2026
Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

13 Juni 2026

Ayat ini antara lain menyemangati kita untuk menjadi hamba Allah secara kolektif, bukan hamba seorang diri. Mengapa demikian? Karena Allah hendak menyadarkan kita bahwa Islam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Karena itu, meski shalat sendirian, tidak boleh mengubah kalimat “na’budu” menjadi “a’budu” dan “nasta’in” menjadi “asta’in”. Ini isyarat bahwa saya dan Anda adalah bagian dari umat dan tidak sendirian dalam hidup ini.

Itu sebabnya mengapa Nabi menganjurkan
shalat berjemaah. Karena ia merupakan salah satu simpul yang mempersatukan berbagai perbedaan sosial para jemaah, baik ekonomi, kedudukan, jabatan, pangkat, ras, dan etnik serta tua-muda dan lain-lain.

Problem masyarakat kebanyakan saat ini adalah masih sering terjebak pada debat hal-hal yang sifatnya tidak prinsip dalam shalat berjemaah, sehingga berpotensi membuat perpecahan dan meminggirkan spirit utama dari shalat berjemaah: keberjemahaan, padahal sejatinya ibadah mencakup segala kegiatan yang mulia dan terhormat serta benar dalam pandangan Allah yang dalam konteks sosial, ibadah adalah al-akhlaaq al-kariimah (kepribadian yang mulia).

Akibatnya, bukan hanya muncul jemaah-jemaah kecil, tetapi juga berjemaah dipahami hanya identik dan terjadi di masjid. Ketika jemaah kecil ini keluar dari masjid, maka spirit keberjemaahan itu hilang dan hanya menjadi pribadi-pribadi yang mengancam kehidupan dan ajaran sosial yang telah tertata secara apik di publik.

Saat ini masyarakat dunia tengah berjuang mengatasi penyebaran covid-19. Maka spirit “kekamian” dalam rangka mengakhiri musibah global yang kita rasakan saat ini dengan cara membumikan kesadaran kolektif meskipun dalam bentuknya yang sederhana seperti mematuhi imbauan untuk tetap stayathome jika tidak ada kebutuhan penting dan mendesak, disiplin menjaga jarak pisik (physical distancing, bukan social distancing) dan menghindari kerumunan yang memudahkan virus bermutasi juga merupakan ibadah/pengabdian yang nilai dan derajat kebermanfaatannya tidak kalah dengan shalat berjemaah (terutama berjemaah jumat) di masjid. (*)

Parepare, stayathome, 9 April 2020
03.30 AM

Terkait: CoronaCovid-19

BeritaTerkait

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Editor: Tohir Muhammad
26 April 2024

...

Pandemi Covid-19 Masih Ada, Muncul Varian Arcturus

Pandemi Covid-19 Masih Ada, Muncul Varian Arcturus

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 April 2023

...

Tahan Laju Kenaikan Covid-19, Pemerintah Kembali Memperpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Wilayah Indonesia

Tahan Laju Kenaikan Covid-19, Pemerintah Kembali Memperpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Wilayah Indonesia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 November 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi