OPINI-Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapasih Stadion Mattoanging tak kunjung dibenarkan?. Stadion Mattoanging yang sekarang berganti nama menjadi Stadion Andi Mattalatta. Merupakan stadion yang berada di Kota Makassar yang juga merupakan ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang seharusnya menjadi teladan bagi Kota-kota yang lain, tetapi malah justru menjadi contoh kurang baik, dalam hal stadion.
Pembenahan telah lama direncanakan oleh Gubernur Sulawesi Selatan sebelumnya. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, menargetkan renovasi dapat selesai di awal tahun 2022. Katanya “Harapan kita Insya Allah 2022 awal, 18 bulan paling lama (Pengerjaan renovasi),” ujar Nurdin di Stadion Mattoanging, Makassar, Rabu (21/10/2020). Tapi tak kunjung dibenahi karena terjerat kasus. Rencana pembangunan stadion pun ikut terimbas menjadi tidak terealisasi.
Ironisnya, klubnya merupakan juara liga satu tahun ini, tetapi tidak memiliki kandang sendiri. Karena pemerintah tidak memperhatikan pembangunan stadion itu sendiri yang hanya terus merencanakan tanpa adanya aksi. Seharusnya stadion di setiap Ibu Kota Provinsi menurut saya harus digunakan. Sebab, juga merupakan ikon kota itu sendiri, justru ini akan sangat mencederai dan menjadi citra yang buruk jika PSM tidak memiliki stadion dikandang sendiri
Menurut Rahman Pina, Ketua Komisi E DPRD mengatakan “Harusnya malu dengan kondisi ini, bahwa kita secara umum harus malu, pemerintahan biasa malu, PSM harus punya arena,” ucapnya kepada kolumnis seperti dilansir dari detiksulsel. Rabu (5/4/2023).
Akan tetapi pembenahan stadion tahun ini kembali mulai direncanakan yang dimandatkan oleh Andi Sudirman Sulaiman selaku Gubernur Sulsel yang benar-benar harus dapat merealisasikan aspirasi masyarakat, karena akan menjadi citra yang buruk bagi kota maupun provinsi. Semoga trofi liga 1 yang didapatkan PSM Makassar pada musim ini dapat menjadi acuan pembenahan stadion agar terlaksana.
Persoalannya, menurut Bastian Lubis, Kepala Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Patria Artha Makassar, Stadion Mattoanging saat ini tengah tersangkut masalah hukum, jadi jika dipaksa pembangunannya akan menjadi sebuah masalah karena lahannya sudah menjadi lahan sengketa.
Namun, apapun masalahnya pembenahan ini harus dapat di eksekusi karena mayoritas hobby atau penggemar di Sulsel adalah sepak bola, masa dengan satu masalah semua penggemar harus terimbas dengan satu permasalahan tersebut.
Rahman Pina, Ketua Komisi E DPRD Sulsel mengatakan “Saya kira DPR sudah jelas, komitmennya nyata, bahwa dari awal sudah kita katakan bahwa stadion adalah kebutuhan yang tidak bisa dihindari, Sulawesi Selatan butuh stadion, dan harus secepatnya dibangun,” katanya.
Mengapa Perlu Pembenahan?
Perlunya pembenahan dikarenakan Stadion Mattoanging sudah menjadi ikon terbesar di Sulawesi Selatan. Melihat torehan pencapaian sebelumnya. Klubnya telah mempersembahkan trofi untuk daerahnya, namun pemerintah Sulsel tidak memprioritaskan pembangunan Stadion Mattoanging yang merupakan ikon kota itu sendiri.
Perlu diingat, Stadion Mattoanging merupakan markas yang sangat bersejarah bagi PSM Makassar dan kita semua. Stadion ini diresmikan sejak 6 Juli 1957 silam dan awalnya dipersiapkan sebagai pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Stadion Mattoanging sejak didirikan pada 1957 silam belum mengalami perubahan yang signifikan. Barulah di zaman Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA), rencana renovasi di Agung – agungkan namun hingga kini, detik ini belum juga dapat terealisasi.
Semoga kita melihat pembenahan stadion Mattoanging atau Andi Mattalatta dapat tercurahkan agar klub kita yakni PSM Makkasar tidak lagi menempuh berjam jam perjalanan ke Kota Parepare. Semoga masyarakat, khususnya seluruh kota di Sulsel dapat menyaksikan klubnya bertanding di kandangnya yakni di Kota Makassar.
“Semoga janji manis pemerintah tidak seperti janji manismu yang tidak pernah terealisasi”. (*)
Opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.












