• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Piala Dunia dan Pesan Dakwah

Momentum Piala Dunia di Qatar Tahun 2022

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
17 Desember 2022
di Opini
Muhammad Tariq

Muhammad Tariq. (dok pribadi)

OPINI — Piala Dunia adalah turnamen sepak bola internasional yang diselenggarakan sekali dalam empat tahun. Pada tahun 2022 kali ini Qatar ditunjuk dan dipercayakan sebagai tuan rumah. Tentunya, posisinya yang strategis. FIFA tidak salah lagi dalam memilih Qatar sebagai tuan rumah piala dunia kali ini.

Seluruh dunia pastinya tertuju pada perhelatan akbar yang begitu megah berlangsung sebulan lamanya, itu mulai sejak 20 November 2022 sampai dengan 18 Desember 2022. Sebagai negara tuan rumah yang pemerintahannya dibalut nilai-nilai keislaman, Qatar memanfaatkan event piala dunia kali ini menjadi ladang dakwah untuk memeperkenalkan makna Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.

Pembukaan piala dunia kali ini tidak seperti biasanya karena dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Hujarat ayat 13 yang dibacakan dengan merdu dan disaksikan serta didengarkan seluruh dunia. Kalau kita cermati ayat tersebut yang terjemahannya.“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Hemat penulis tentu kita sangat mudah memaknai dan memahami ayat tersebut dan sangat tepat Qatar mengirim pesan kuat kepada masyarakat Internasioanal bahwa pada dasarnya derajat manusia itu semuanya sama. Hanya saja, di hadapan Allah yang paling mulia adalah manusia yang bertakwa.

Perlu kita ketahui bersama bahwa berdakwah tidak melulu harus di masjid atau di majelis-majelis ilmu. Berdakwah bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan kondisi dan situasi. Demikian pula dalam sepak bola, dapat menjadi salah satu media untuk berdakwah, termasuk dalam ajang piala Dunia 2022 di Qatar.

Berita Terkait

Pemkab Sidrap dan Tojo Una-Una Bangun Kolaborasi Lewat Pertandingan Sepak Bola

Piala Bupati Sidrap Durava Liga Anak Indonesia 2025 Diwarnai Tangis Puluhan Peserta

Bupati Sebut Sepak Bola Sidrap Drop, Usai Dilantik ASKAB PSSI Sidrap Bakal Lakukan Ini

Pecat STY, Erick Tohir Sudah Siapkan Penggantinya

Qatar selaku tuan rumah penyelenggara piala dunia secara langsung turut andil dalam mendakwahkan islam secara damai dan bahagia. Bahkan Qatar adalah negara Islam pertama yang menjadi tuan rumah pada pertandingan sepak bola tingkat internasional sepanjang sejarah.

Ada beberapa syariat Islam yang diterapkan oleh negara Qatar dalam pelaksanaan piala Dunia tahun ini. Aturan yang jarang dijumpai pada pelaksanaan piala Dunia di tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya adalah larangan seks bebas, larangan berpesta minuman keras, larangan melakukan aktivitas LGBT serta larangan bermesraan di tempat umum.

Semua aturan syariat Islam tersebut bukan hanya melindungi hak-hak dan martabat kaum muslimin, tetapi juga segenap pengunjung yang datang selain umat Islam. Terutama minuman keras saat menonton pertandingan, ini dapat memicu amarah dan emosi antara pendukung yang sangat fanatik.

Memperkenalkan Kebudayaan Islam

Sebagai tuan rumah, Qatar sebagai negara Islam secara tidak langsung memperkenalkan budaya-budaya Islam. Misalnya menutup aurat bagi wanita, mengenakan pakaian yang bernuansa islami seperti gamis, sorban dan hijab serta menyediakan fasilitas-fasilitas ibadah bagi kaum muslimin di sekitar stadion.

Para pengunjung dan penonton yang datang dari berbagai negara bisa melihat langsung situs-situs Islam yang ada di Qatar. Mereka juga bisa melihat bangunan-bangunan Islam bersejarah seperti Masjid Katara, museum seni Islam MIA dan safari gurun di Doha, Qatar.

Pada sisi lain sepak bola selain menyehatkan fisik juga mengajarkan kita nilai-nilai pendidikan Islam. Dalam sepak bola kita dituntut untuk sportif dan bermain dengan jujur. Islam pun mengajarkan hal tersebut. Para pemain hanya bisa berdoa dan berikhtiar dalam permainan. Sedangkan hasilnya dipasrahkan kepada Allah.

Sepak bola juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan, kerja keras dan kerja sama. Sebuah tim bisa menjadi juara manakala para pemain memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk berlatih, bekerja keras memainkan perannya di lapangan, dan selalu memupuk rasa persatuan dan kerjasama.

Pada sisi lain ada hal yang menarik dari video yang disaksikan penulis yaitu kampanye pengenalan agama Islam dari pemerintah Qatar juga mendapatkan support dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka rela menyiapkan dan menghidangkan makanan khas timur tengah untuk para suporter dari berbagai penjuru dunia di beberapa stadion di sana.

Video yang sudah tayang lebih dari satu juta kali ini juga mendapat pujian dari warganet, yang mana banyak pengguna media sosial memandang inisiasi warga Qatar mencerminkan agama Islam yang indah yakni dengan berbagi. Kami berharap bahwa keramahan warga Qatar berbagi ini dapat menginspirasi muslim yang lainnya. (*)

Penulis : Muhammad Tariq

(Penulis Buku Lintas Analisis Kritis. Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial)

 

Terkait: FIFAIslamiPiala DuniaQatarSepak Bola

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Dukung Program Jumat Peduli, Imigrasi Parepare Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Editor: Muhammad Tohir
24 April 2026

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan