• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 20 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI; Selamat Jalan vs Selamat Tinggal

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Juni 2019
di Opini
Dr H Muhammad Saleh

Dr H Muhammad Saleh

OPINI — Saat melepas seseorang yang akan bepergian, terkadang yang muncul kesedihan tetapi boleh jadi juga kegembiraan, sehingga terucap Selamat Jalan. Namun, orang yang akan bepergian akan membalas dengan ucapan Selamat Tinggal.

Selamat Jalan, merupakan 2 kata yang tergabung untuk memaknai betapa perpisahan itu sesuatu yang terkesan dan akan terkenang.

Bila kedua kata ini dipisahkan akan memberi makna yang berbeda. Selamat dalam KBBI memiliki makna 1) terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, 2) pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): — datang; — jalan; — malam (pagi, siang); — tahun baru; — tinggal;

Kata ‘jalan’ bermakna: bergerak maju, atau meninggalkan tempat semula. Apabila kedua kata ini digabung ‘ Selamat Jalan’ akan bermakna: pemberian salam kepada yang akan pergi semoga dapat melalui perjalanan dengan selamat.

Kata ‘tinggal’ bermakna: menetap, masih tetap ditempatnya sementara yang lain sudah pergi. Apabila menjadi kalimat Selamat Tinggal akan bermakna: Pemberian salam kepada yang ditinggalkan semoga tetap mendapatkan kebahagiaan, selamat dalam hidupnya.

Berita Terkait

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan akan berpisah dengan kita, hanya beberapa hari lagi akan meninggalkan kita. Setiap hari senantiasa bercengkrama dengan ramadan untuk memburu derajat ketakwaan. Namun, kehadiran ramadan dibatasi waktu, hanya satu bulan (29 atau 30 hari)

Amaliah Ramadan tidak terlewatkan bagi orang-orang istiqamah, namun masih banyak diantara kita berguguran di tengah jalan, tidak sanggup lagi meladeni ramadan.

Puasa sebagai ibadah khusus ramadan tetap dijalani walau panas terik, adanya godaan untuk mempersiapkan “hari kemenangan” dengan baju baru, santapan hari raya, mudik yang melelahkan.

Tidak sedikit saudara kita rela membatalkan puasanya demi persiapan eforia hari kemenangan.

Membaca Alqur’an tetap dilakukan dengan berburu pahala yang sangat berlimpah, walau lebih banyak yang tidak lagi membuka lembaran-lembaran mushab, karena mereka lebih asyik membuka lembaran resep terbaik yang akan dipajang di atas meja menyambut tamu “silaturrahim” untuk saling memaafkan.

Berbagi dengan sesama, berinfaq, sedekah, memberi sajian berbuka yang setiap malam diumumkan di masjid, diviralkan di media sosial mudah-mudahan aktivitas dibungkus dengan “keikhlasan” bukan riya, pamer ‘ketakwaan’.

Banyak saudara kita yang juga berkeinginan untuk berbagi tetapi tidak ada sesuatu yang bisa dibagi. Boleh jadi karena masih belum yakin kalau berbagi akan menambah rejeki.

Aktivitas Ramadan akan berakhir, kalimat Selamat Jalan Ramadan akan terucap. Akankah ramadan pergi meninggalkan kita membawa kesan yang baik. Akankah ramadan membuat laporan kepada Sang Khalik bahwa selama kita menjamunya terladeni dengan baik. Akankah ramadan melaporkan kepada Sang Maha Agung bahwa semuanya dilakukan secara ikhlas,
tulus dan mengharapan keridhaan Allah untuk meraih ketakwaan.

Bagi yang ditinggalkan, ramadan akan berucap: Selamat Tinggal wahai para pemburu Amaliah ramadan. Ramadan berpesan tetap istiqamah melanjutkan perjuangan ramadan.

Hasil sesungguhnya dari amaliah ramadan bukan pada saat bulan ramadan, tetapi bagaimana setelah ramadan, akankah tetap istiqamah mewujudkan buah amaliah ramadan di sebelas bulan berikutnya.

Puasa tetap dilakukan, 6 hari di bulan syawal dilanjutkan bulan-bulan selanjutnya dengan puasa Senin-Kamis. Sanggupkah????

Qiyamul Lail, walau tarawih tidak ada di luar ramadan tetapi dapat digantikan dengan bangun di tengah malam untuk shalat Tahajjud. Sanggupkah????

Bersedekah/berbagi, walau janji di bulan ramadan akan dilipat gandakan pahala, namun kebiasaan berbagi tidak ada salahnya tetap dilakukan di luar ramadan. Sanggupkah????

(hanya buah tangan mensandingkan antara pikiran dan tindisan pada keyboard mengisi waktu saat menelusuri jalan berliku, berlobang, walau tidak macet)
#goresan_menelusuriArusMudikParepare_soppeng) (*)

Terkait: Ramadan

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Layanan Kilat Paspor Imigrasi Parepare: Bukan Soal Gengsi, Tapi Solusi untuk Warga Tak Punya Kemewahan Waktu

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
19 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan