• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 30 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Mengapa Budaya Literasi Penting di Sekolah ?

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
16 November 2017
di Opini, Pendidikan

Penulis: Hadiwaratama R. Jusran, S.Pd (Guru SD Muhammadiyah Parepare – Pengurus FGMM Parepare)

PIJAR OPINI — Berbicara tentang membaca saat sekarang ini utamanya di negara kita indonesia sangatlah kurang digemari. Pasalnya banyak anak sekolah pada hakekatnya tidak termotivasi di dalam membaca. Mereka lebih memilih bermain dari pada membaca. Mereka menganggap bahwa membaca itu biasa-biasa saja, tidak ada gaya tarik di dalamnya terutama ketika mereka melakukan proses belajar mengajar disekolah.

Mengapa tidak, karena hal ini jarang sekali kita lihat guru di sekolah ketika mengajarkan tidak menyuruh siswanya terlebih dulu membaca tapi mereka hanya berpedoman pada RPP dan Silabus yang mereka anggap menjadi panduan di dalam mengajar siswa di sekolah.

Sebagai seorang Guru yang digugu dan ditiru patutlah kita memberikan contoh kepada siswa kita , seperti banyak membaca di perpustakaan sekolah ataukah banyak membaca di ruang guru, supaya siswa melihat dan mengamati di karenanakan seringnya melihat gurunya banyak membaca agar menimbulkan minat baca mereka sedini mungkin.

Berita Terkait

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Gerakan Literasi sekolah membudayakan membaca dan menulis. Budaya membaca dan menulis sebenarnya telah lama dicontohkan oleh para pendahulu sebelum kita karena membaca dan menulis adalah tanda kemajuan sebuah peradaban dunia. Gerakan literasi merupakan salah satu program yang harus dilaksanakan sekolah sekarang ini, karena tugas guru selain mendidik juga mengiatkan gerekan literasi baca tulis di sekolah mereka.

Hal tersebut di maksudkan untuk menumbuh kembangkan budi pekerti luhur, sebagaimana tercantum dalam permen dikbud no.23 tahun 2015 tentang menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan keterampilan di dalam membaca sehingga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan mempunyai sikap budi budi pekerti yang luhur.

Sebagai sebuah budaya, Literasi bermula dari kemampuan yang terdapat pada tiap individu dalam sebuah komunitas, seperti seorang siswa dalam suatu sekolah. Siswa yang literasi akan memiliki kesenangan atau kegemaran terhadap aktivitas baca-tulis, sehingga dalam pertumbuhan dan perkembangan melalui pembiasaan, penkembangannya ataupun pembelajarannya.

Kemampuan tersebut akan menjadi kebiasaan yang membentuk suatu pola kemampuan literasi antara satu siswa dan siswa lain, sehingga bukan lagi sekadar kemampuan tunggal, melainkan kemampuan masyarakat, komunitas, atau warga sekolah. Oleh karena itu, budaya literasi adalah sesuatu yang lebih luas dan yang lebih penting daripada sekadar keterampilan teknis membaca dan menulis yang bersifat individualistis.

Sekolah sebagai pusat kebudayaan mempresentasikan sebuah miniatur masyarakat. Hal ini berarti bahwa sebuah sekolah akan memiliki nilai-nilai, norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, sikap atau tindakan yang ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah sehingga membentuk sebuah sistem sekolah. Sifat-sifat atau karakteristik itu merupakan akumulasi pengalaman, pengamatan, dan penghayatan seluruh warga sekolah sejak sekolah tersebut berdiri.

Namun, secara umum, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa literasi belum menjadi budaya dalam kehidupan di sekolah. Mengapa ? Karena salah satu penyebab adalah belum ada panduan literasi sekolah yang aplikatif, yang dapat menjadi acuan dalam implementasi literasi di sekolah.

Untuk itu, artikel ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memicu dan memacu gerakan literasi sekolah secara masif, terstruktur, dan berkesinambungan. Demikian saran saya sebagai seorang pemerhati literasi dan penulis artikel yang peduli akan hilangnya literasi di masa yang akan datang. (*)

Terkait: LiterasiOpiniPendidikan

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2026

Bupati Sidrap Pastikan 1.958 PPPK Paruh Waktu Dilantik: Anggaran Rp 98 Miliar Siap!

Bupati Sidrap Pastikan 1.958 PPPK Paruh Waktu Dilantik: Anggaran Rp 98 Miliar Siap!

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2026

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan