• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 10 Agustus 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Petani di Bacukiki Tak Lagi Percaya Dengan Musrembang

Editor: Ibrah La Iman
10 Januari 2018
di Sulselbar
Banjir yang sempat melanda Kota Parepare, mengakibatkan lokasi persawahan yang berada di dekat Sungai Lompoe, tepatnya di Kecamatan Bacukiki, Kelurahan Lemoe, terancam terkena abrasi.

PAREPARE,PIJARNEWS.COM — Memasuki masa tanam kedua, puluhan hektare sawah di kec. Bacukiki kota Parepare terancam gagal tanam disebabkan sawah yang berdekatan dengan jalur sungai lompoe kec. Bacukiki kota Parepare terkena abrasi atau pengkikisan tanah akibat luapan sungai saat musim hujan tiba.

Puluhan hektare sawah milik sebahagian para petani kel. lemoe kec. Bacukiki kota Parepare itu mulai terkikis akibat tidak adanya tanggul penahan air yang dibangun oleh pemerintah setempat, padahal petani sebelumnya telah mengusulkan di Musrembang untuk dibangun tanggul penahan air namun hingga saat ini belum juga dilakukan. Kurangnya perhatian oleh pemerintah setempat kini sebahagian petani di kel. lemoe Kec. Bacukiki kota Parepare tak lagi percaya dengan Musrembang.

Seperti yang telah dirasakan Rusdi petani asal kel. Lemoe kec. Bacukiki kota Parepare, merugi ratusan juta rupiah akibat sawah miliknya terkena dampak abrasi saat sungai lompoe meluap pasca hujan deras beberapa pekan terakhir,”begini pak kami tidak menanam lagi karena sawah kami ini rusak disebabkan air sungai meluap saat waktu hujan. ini karena tidak adanya penahan air di pinggir sawah sehingga sawah kami terkikis oleh derasnya arus sungai, apalagi memasuki musim tanam kedua, jadi saya merugi hingga ratusn juta rupiah,”sedihnya saat ditemui di sela aktifitasny menggarap sawah miliknya, selasa (9/1)

Hal serupa juga dirasakan La Mamming yang sudah sekian kalinya di usulkan pada pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) namun hingga saat ini pihak pemerintah setempat belum juga ada tindakan, “ini sudah beberapa kali pak kami usulkan di Musrembang namun tidak ada juga tanggapan bosan miki, padahal ini sudah merugikan bagi kami dimana sawah menjadi tumpuhan penghasilan kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya dengan nada kecewa.

BeritaTerkait

Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

8 Agustus 2026
Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

6 Agustus 2026
Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

31 Juli 2026
UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026

Rusdi kembali menambahkan, “sudah dua kali dikunjungi pak lurah. Tapi sampai saat ini belum ada perhatian sama sekali, di sini, 10 hektare lebih sawah tidak ditanami. Karena kita takut kalau nanti sudah ditanami, nanti ada banjir lagi dan pasti tanah terkikis lagi, minimal ada bantuan untuk buat bronjong, supaya ada yang bisa tahan air sungai,” harapnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya di media ini, Camat Bacukiki Iskandar Nusu, mengaku sudah pernah mendatangi lokasi tersebut dan sudah menyampaikan ke dinas terkait, “kami sudah pernah kesana meninjau langsung lokasi tersebut, dan sudah kami laporkan ke pihak terakait dalam hal ini Dinas PKPK dan Dinas PU, untuk segera menindaklanjuti keluhan petani itu,”jelasnya

Mantan kepala Bagian (kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare ini, juga berharap semoga cepat di akomodir, terakhir kami dapat informasi dari dinas terkait mereka juga sudah turun meninjau lokasi, dan semoga bisa di anggarkan tahun ini agar bisa dilakukan penanganan cepat,” tutupnya. (puj/asw)

BeritaTerkait

Bank Muamalat Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Unibos, Peluang Sinergi Pendidikan, Talenta dan Ekosistem Keuangan Syariah

Bank Muamalat Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Unibos, Peluang Sinergi Pendidikan, Talenta dan Ekosistem Keuangan Syariah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Agustus 2026

...

FIPS Unibos dan Kemenham Sulsel Resmi Berkolaborasi Perkuat Tri Dharma Berbasis HAM Cetak Generasi Berintegritas

FIPS Unibos dan Kemenham Sulsel Resmi Berkolaborasi Perkuat Tri Dharma Berbasis HAM Cetak Generasi Berintegritas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 Agustus 2026

...

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja

Semarak HUT RI ke-81, Imigrasi Parepare Hadirkan PaspoRia di Car Free Day Tana Toraja

Editor: Tohir Muhammad
8 Agustus 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi