MAKASSAR, PIJARNEWS.COM-– PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V berkolaborasi dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia menghadirkan Program PLN Peduli Bank Sampah Makkio Baji. Kegiatan ini sebagai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam upaya konkret pengelolaan sampah dari sumber melalui pelatihan dan pendampingan Bank Sampah Unit.
Program ini melibatkan partisipasi warga lokal di BSU Makkio Baji, Kecamatan Manggala serta mendorong praktik ekonomi sirkular di Kota Makassar.
Program ini bertujuan memperkenalkan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada masyarakat lewat Bank Sampah Unit sekaligus meningkatkan keterlibatan warga dalam aksi lingkungan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi dalam mendukung gerakan Makassar Bebas Sampah 2029.
Melalui rangkaian kegiatan sejak akhir Juli hingga Agustus 2026, sebanyak 10 orang mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik, termasuk pengelolaan sampah plastik yang berfokus pada prinsip green sustainability.
Para peserta yang didominasi oleh perempuan mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan yang kemudian dipraktikkan dalam kegiatan operasional BSU. Warga dari BSU Makkio Baji, RW 03, Kelurahan Bangkala turut berpartisipasi dalam mengumpulkan sekitar 1 ton sampah organik dan anorganik, yang selanjutnya dikelola melalui pengomposan dan pengolahan sampah plastik. Capaian tersebut sejalan dengan laporan program yang mencatat 10 sesi pelatihan dan pendampingan serta 1 ton sampah berhasil terkumpul.
Sebagai bagian dari dukungan pengembangan sarana dan prasarana BSU, PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V juga menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin cacah dengan kapasitas daya 10.000 watt untuk mendukung proses pengolahan sampah anorganik, khususnya plastik.
Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan BSU sehingga sampah plastik yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi lebih rendah dapat diproses menjadi cacahan plastik yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan selanjutnya dipasarkan kepada industri recycler.
Dukungan sarana ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas operasional sekaligus mendorong kemandirian ekonomi BSU melalui pengelolaan sampah yang bernilai tambah.
Manajer PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V, Ridwan Harjono, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumber.
“Program PLN Peduli bekerja sama dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia menghadirkan solusi melalui bantuan pengembangan sarana dan prasarana Bank Sampah Makkio Baji, guna tercapai peningkatan pengelolaan sampah dari hulu guna menghindari pembuangan sampah langsung ke TPA,” ujarnya.
Sebelum program dilaksanakan, BSU Makkio Baji masih menghadapi sejumlah tantangan dalam aspek kelembagaan, operasional, sarana, serta kapasitas masyarakat. BSU belum memiliki gudang permanen, kendaraan operasional, mesin pendukung maupun peralatan pengolahan, sementara sistem pemilahan juga belum terstandarisasi dan pengelolaan sampah masih menghadapi persoalan penumpukan.
Melalui Program PLN Peduli Bank Sampah Makkio Baji, kolaborasi antara PT PLN (Persero) PUSMANPRO UPMK V dan Yayasan Dampak Rappo Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar. Penguatan kapasitas pengurus, peningkatan keterlibatan masyarakat, dukungan sarana dan prasarana, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi fondasi penting agar Bank Sampah Unit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi berkembang menjadi institusi masyarakat yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Akmal Idrus, Pembina Yayasan Dampak Rappo Indonesia sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin bersama PLN PUSMANPRO UPMK V dalam mendukung penguatan ekosistem pengelolaan sampah di Kota Makassar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN PUSMANPRO UPMK V atas kepercayaan dan kolaborasinya bersama Rappo dalam mendukung penguatan ekosistem pengelolaan sampah di Makassar. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi pemantik bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan ke depannya,” pungkasnya.
Desi Saraswati, Ketua Bank Sampah Makkio Baji, menyampaikan bahwa program ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi pengurus dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat kapasitas BSU dalam menjalankan kegiatan secara lebih terarah.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, karena kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memilah serta mengelola sampah, termasuk bagaimana menjalankan Bank Sampah dengan lebih baik. Bantuan sarana dan prasarana yang diberikan juga sangat membantu kami dalam mengolah sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pendampingan dan kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga BSU Makkio Baji semakin mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Program ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjawab tantangan persampahan perkotaan. Dengan mendorong pemilahan dari sumber, peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan sarana pengolahan, serta pengembangan model Bank Sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, PLN Peduli dan Rappo Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya praktik pengelolaan sampah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Makassar. (adv)







