• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 3 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Senang Gosip? Baca Ini Dulu

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
28 Januari 2018
di Opini
Gosip

Penulis : Achmad Fha'i

OPINI — Di tengah masyarakat saat ini, gosip merupakan hal yang kerap dianggap lumrah. Baik itu di masyarakat pedesaan, maupun di kota-kota besar. Gosip seolah-olah sudah menjadi santapan sehari-hari. Bahkan bisa dikatakan gosip sudah menjadi tradisi yang mendarah daging di kalangan masyarakat.

Berikut ini adalah ancaman Allah Swt di dalam Al-Quran terhadap mereka yang senang dengan gosip.
Di dalam Al-Quran, surat Al-Humazah: “Wailullikulli Humazatil Lumazah”.

Di dalam tafsir, “wailun” memiliki banyak makna, yang artinya adalah kecelakaan, kehinaan, penyiksaan.

Allah mengatakan “wailullikulli“, Li berarti untuk, dan kullu berarti semuanya. Sehingga kalau bergabung antara Li dan Kullu berarti tidak ada pengecualian.

Allah mengatakan, wailullikulli, kecelakaan, kehinaan, penyiksaan, untuk semua tanpa terkecuali. Siapa yang Allah ancam?

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Allah mengatakan, “Wailullikulli Humazatil Lumazah“. Allah mengancam 2 kelompok manusia yakni kelompok Humazatil dan kelompok Lumazah. Humazah kata para ulama tafsir, maknanya adalah orang yang sibuk menceritakan aib orang lain dengan lisannnya. Sibuk lisannya setiap hari, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, bagaimana menjatuhkan orang lain, menghina orang lain dan mengeluarkan kata-kata yang mengandung murka Allah SWT.

Jika Humazah adalah orang yang sibuk menceritakan aib orang lain dengan lisannya, maka Lumazah maknanya adalah orang yang sibuk mencontohkan aib orang lain dengan perilakunya. Misal temannya pincang dicontohkan jalannya, temannya cadel dicontohkan, dan apa saja yang menjadi kekurangan dari fisik seseorang yang tampak di depan matanya maka dia jadikan sebagai bahan olok-olokan.

Lanjutan dalam ayat tersebut Allah Swt sebutkan tentang ciri-ciri mereka, selalu mengejar prestasi-prestasi dunia lalu mereka mengira prestasi-prestasi itu akan kekal bersama mereka di dunia. Tidak mungkin. Kata Allah mereka pasti akan dilemparkan ke dalam huthamah yaitu api yang berkobar-kobar yang dapat membakar sampai ke hati.

Mereka akan diikat pada tiang-tiang lalu kemudian dinyalakan api yang tertutup rapat terhadap mereka. Begitu seterusnya hingga dosanya dibersihkan oleh Allah SWT.

Bisa dibayangkan bagaimana Allah Swt menyiksa 2 kelompok tersebut. Dan itu baru 1 jenis siksaan karena bahaya lisan. Belum lagi siksaan karena dosa meninggalkan shalat, durhaka, zina, riba, dan lain-lain, maka ditambahkan azabnya terhadap mereka.

Ulama Hasan Basri pernah ditanya, tentang apa itu Tawadhu‘, apa itu merendah? Beliau mengatakan, “jika engkau bertemu dengan orang yang ada di depan matamu, maka pastikan dan katakan dalam diri kamu, bahwa orang ini lebih baik daripada saya.

Jika ia lebih tua maka katakan, orang ini lebih dulu mengenal Islam dari pada saya, maka tentu pahalanya lebih banyak, jika dia lebih muda, maka katakan, orang ini lebih muda daripada saya maka tentu dosanya lebih sedikit dan Allah lebih memuliakan dia. Selalu merendahlah kita dihadapan Allah Swt sehingga derajat kita senantiasa ditinggikan. (*)

Terkait: Gosip

TerkaitBerita

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

Editor: Tim Redaksi
2 Mei 2026

...

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Mei 2026

...

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dalam UU PPRT Solusi atau Bukti Kegagalan Negara?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Mei 2026

...

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

...

Berita Terkini

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

ICMI Itu Inklusif, Membumi untuk Umat

Editor: Tim Redaksi
2 Mei 2026

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Revitalisasi Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Kritik atas Fragmentasi Pendidikan Nasional di Era Disrupsi Digital

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Mei 2026

Dr. Suherman Luruskan Soal Pengurus ICMI Tak Harus Sarjana

Dr. Suherman Luruskan Soal Pengurus ICMI Tak Harus Sarjana

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Hadiri Peresmian Auditorium IAS, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi Pendidikan

Hadiri Peresmian Auditorium IAS, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi Pendidikan

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Pra-Musda ICMI Parepare, Pembahasan Syarat Calon Ketua Alot

Pra-Musda ICMI Parepare, Pembahasan Syarat Calon Ketua Alot

Editor: Muhammad Tohir
2 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan