• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 21 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Nasional

Soal Video Animasi Diduga Memuat Konten LGBT, MUI Serukan Semua Pihak Berkolaborasi Edukasi Anak

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
28 Agustus 2023
di Nasional
Soal Video Animasi Diduga Memuat Konten LGBT, MUI Serukan Semua Pihak Berkolaborasi Edukasi Anak

Salah satu adegan kartun yang diduga bermuatan LGBT. MUI ikut buka suara terhadap adanya konten tersebut. Foto: Moonbug

JAKARTA, PIJARNEWS.COM-– Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) MUI Siti Ma’rifah mengatakan menjadi keprihatinan semua pihak dengan munculnya tayangan atau film animasi anak yang memuat konten -konten LGBT, kekerasan, dan pornografi.

“Penularan gerakan mereka memang melalui media seperti itu juga melalui media digital,” ujar dia, Sabtu (26/8/2023) dikutip dari republika.co.id.

Oleh karena itu Komisi PRK MUI bekerja sama dengan kementerian KPPA juga Kemenkominfo melaksanakan kegiatan baik itu berbentuk edukasi, literasi dan pendampingan dengan membentengi anak dan remaja di era digital ini. Karena menurut Ma’rifah ini merupakan bagian dari ketahanan keluarga untuk melindungi generasi muda dan masa depan,dari bahaya pornogafi dan paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan keluhuran bangsa.

Edukasi, literasi dan pendampingan  terkait ini telah dilakukan dengan melibatkan generasi muda, para pendidik dan orang tua, terutama ibu yang merupakan madrasatul ula (sekolah pertama dan juga yang utama dalam mendidik seorang anak) dan tentu saja seluruh stakeholder terkait.

BeritaTerkait

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

5 Juni 2026
Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

31 Mei 2026
DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

8 Mei 2026

Termasuk pemerintah dalam hal ini kementerian terkait baik kemenkominfo, kemenag, kemendiknas, dan kemenPPA.

Seluruh pihak berkolaborasi dan membuat program pencegahan secara terintegrasi dengan melibatkan ormas keagamaan dan ormas kepemudaan. Agar para pemuda atau remaja melaksanakan kegiatan yang positif dan dapat menggunakan media digital secara cakap dan sehat.

Di samping  menguatkan peran dan fungsi lembaga sensor untuk berperan melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap tayangan yang berpotensi merusak moral anak bangsa. Selain itu juga mendorong agar media televisi dan media lainnya untuk menayangkan dan memberitakan tayangan atau berita yang memperkuat karakter berbasis agama dan moral, menguatkan identitas gender, identitas yang berbasis nilai keagamaan dan nilai keindonesiaan.

“Pemerintah perlu memberikan apresiasi terhadap media yang melaksanakan fungsi tersebut, Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga siap  bekerja sama menjadi garda terdepan bersama pemerintah dan seluruh stakeholder termasuk dengan media untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya yang akan merusak moral generasi muda bangsa,” ujar dia.

Apalagi sebelumnya sempat direncanakan akan ada pertemuan organisasi LGBT di Indonesia beberapa waktu lalu, di mana MUI juga menolaknya.

“Tentunya juga dengan adanya video kartun LGBT yang tayang di Youtube kami dari komisi perempuan, remaja dan keluarga MUI menolak dan meminta Youtube untuk men -take down video tersebut, karena akan merusak nilai-nilai fitrah manusia, tidak sesuai dengan nilai-nilai agama,” jelas dia.

Tak hanya itu paham mereka juga dinilai dapat menyebabkan hancur dan punahnya sebuah generasi yang akan melanjutkan perjalanan bangsa. Jika bangsa Indonesia mengalami ini, padahal Indonesia sedang menyiapkan Generasi Emas 2045, yakni, generasi cerdas, sehat, berkaraker dan berakhlakul karimah yang akan meneruskan pembangunan bangsa ke depan. Ini sesuai dengan tugas MUI sebagai Khodimul Ummah(Pembimbing Umat)dan Shodiqul Hukumah (Mitra Pemerintah). (*)

Sumber: republika.co.id

Terkait: Cegah LGBT

BeritaTerkait

Tak Ada Konten Tersedia

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi