• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 26 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Spirit “Ikhlas Beramal” : Refleksi Hari Amal Bakti (HAB) Ke-73 Kementerian Agama

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Januari 2019
di Sulselbar
Budiman

Oleh: Budiman Sulaeman

Oleh: Budiman Sulaeman
(Dosen IAIN Parepare)

OPINI — Tiga Januari merupakan tanggal-bulan bersejarah bagi Kementerian Agama. Setiap tanggal tersebut, keluarga besar Kementerian Agama memperingati hari lahir yang juga akrab dengan Hari Amal Bakti (HAB) dengan motto “Ikhlas Beramal”.

“Ikhlas Beramal” sejatinya merupakan nilai dasar dan keyakinan inti terhadap pengabdian ‘awak’ (pegawai) Kementerian Agama.

Kalimat “ikhlas beramal” bermakna bahwa pegawai Kementerian Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara berlandaskan niat dan beribadah dengan tulus dan ikhlas.

Bahkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sesaat setelah dilantik di Istana Negara, Senin, 9 Juni 2014 membuat gebrakan dengan menjadikan “ikhlas beramal” sebagai slogan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan moral pegawai Kementerian Agama.

Berita Terkait

Ragam Kegiatan Warnai Peringatan HAB di IAIN Parepare

Hari Amal Bakti, Abdul Hayat Sebut Kemenag Payung Teduh Semua Unsur

OPINI: HAB 76 Tahun, Momentum Adaptasi Produktif Kementerian Agama

Ratusan Guru Madrasah di Samarinda Ikuti UKG

Diksi (pilihan kata) “ikhlas beramal” ini sungguh sangat tepat dan memiliki spirit/ruh yg sanggup menembus batas waktu dan ruang dalam pengabdian kepada agama, bangsa dan negara.

Pilihannya “ikhlas beramal”. Bukan “beramal ikhlas” atau “beramal seikhlasnya”. Dan “ikhlas beramal” mesti terpatri dalam pola pikir dan tertanam dalam hati sanubari serta mengejawantah dalam sikap, perilaku dan budaya kerja.

Kalimat “ikhlas beramal” yang melekat dalam logo Kementerian Agama itu adalah semboyan yang identik dengan “kinerja”, bukan sekadar “kerja”. Karena kinerja adalah prestasi kerja.

Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Kinerja seorang pegawai merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.

Karena itu, kinerja mesti berwujud pelayanan tulus, loyalitas tinggi, tanggung jawab penuh dan kesadaran kuat terhadap pekerjaan yang diberikan negara kepada pegawai yang bersangkutan.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara agar amal (kerja) itu bisa bermetamorfosis menjadi kinerja?

Muhammad Haqqiy al-Naaziliy dalam Kitabnya Khaziinatul Asraar menyebutkan bahwa:
العمل يحتاج الی أربعۃ أشياء
Amal (kerja) itu butuh 4 (empat) hal. Pertama, ilmu sebelum beramal. Kedua, niat ketika hendak beramal. Ketiga, sabar saat beramal; dan keempat, tetap menjaga keikhlasan dalam beramal.

Keempat hal itu dapat disebut SOP (Standard Operating Prosedure) amal (kerja). Namun, ada yang menarik dari kalimat itu. Yang dimaksud adalah ditempatkannya kata “ikhlas” di depan kata “beramal”. Padahal sah-sah saja menempatkan kata “beramal” di depan kata “ikhlas” sehingga membentuk kalimat: “beramal ikhlas”.

“Ikhlas beramal” semacam isyarat bagi segenap ASN di lingkungan Kementerian Agama untuk memiliki ketulusan hati sebelum bekerja agar pekerjaannya dapat bernilai ibadah di sisi Allah swt. dan bermakna bagi manusia dan kemanusiaan. Bahkan hasil kerja itu akan langgeng, bukan hanya di dunia, tetapi kekal abadi sampai di akhirat.

Walhasil, slogan “ikhlas beramal” pada intinya mendorong para ‘awak’ Kementerian Agama untuk memaksimalkan kecakapan/kompetensi (ilmu); meluruskan motivasi (niat); menumbuhkan sikap optimisme dan kekuatan fisik-mental (sabar); dan tetap menjaga ketulusan (ikhlas) dalam bekerja dan berkarya.

Jika empat syarat amal (kerja) ini bersinergi positif dan menjadi budaya di lingkungan kerja, maka kerja akan menjadi apik yang melahirkan kinerja optimal atas dasar motivasi lillaahi ta’aalaa (demi karena Allah) untuk menggapai ridho-Nya, bukan karena pertimbangan adanya tukin (tunjangan kinerja).
Wallaahu a’lam

Parepare, 2 Januari 2019

Terkait: HABKementerian Agama

TerkaitBerita

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

...

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Berita Terkini

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Audisi D’Academy 8, Bupati: Sidrap Punya Banyak Talenta

Editor: Muhammad Tohir
25 April 2026

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Ngopi Kamtibmas: Dari Secangkir Kopi, Polisi dan Warga Antang Rajut Keamanan Kota

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Guru dan santri Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah

Profil Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an: Membangun Generasi Qur’ani dengan Fondasi Akhlak dan Ilmu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Dari Pesantren ke Podium Juara: Santri MTs Tassbeh Baitul Qur’an Tunjukkan Aksi Nyata di Lomba PMR

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan