• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Hukum

Wardiah Ahmad, Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Obat Puskesmas di Sidrap melalui E-Purchasing Divonis Bebas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Agustus 2023
di Hukum, Sulselbar
Wardiah Ahmad (kedua dari kanan) bersama tim kuasa hukumnya

Wardiah Ahmad (kedua dari kanan) bersama tim kuasa hukumnya

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Terdakwa kasus korupsi pengadaan obat Puskesmas di Kabupaten Sidrap tahun 2016 atas nama Wardiah Ahmad (42) dinyatakan bebas, Selasa (15/8/2023). Vonis bebas tersebut berdasarkan Putusan No. 54/Pid.Sus.TPK/2023/PN.Mks Pengadilan Negeri Makassar yang diketuai Hakim Ketua Majelis, Purwanto S. Abdullah.

“Dalam pembacaan putusan tersebut dinyatakan bahwa terdakwa Wardiah Ahmad tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair dan subsidair penuntut umum atau putusannya vrisjprak,” tutur Buyung  Harjana Hamna, SH, MH, ketua tim penasihat hukum terdakwa  kepada Pijarnews.com, Kamis (17/8/2023). Tim penasihat hukum lainnya adalah Nurul Mutmainnah, SH, dan Muh Fauzi Ashary, SH.

Dilanjutkan Buyung, terdakwa dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Makassar dan hak-hak terdakwa kembali dipulihkan dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya. Sehingga Terdakwa yang berstatus sebagai PNS dapat kembali bertugas, dan telah dikeluarkan dari rumah tahanan Makassar kemarin Rabu (16/8/2023).

Pengacara yang berkantor di  Jl. Pannampu 40 Makassar ini menjelaskan bahwa pengadaan melalui E-Purchasing secara nasional menjadi kendala dan momok masalah, sehingga banyak kegiatan pengadaan melalui E-Purchasing tidak berani dilakukan oleh pejabat pengadaan maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

BeritaTerkait

Penipuan Online Modus Janji Nikah, 11 Korban Tertipu Hingga Ratusan Juta

Penipuan Online Modus Janji Nikah, 11 Korban Tertipu Hingga Ratusan Juta

7 Oktober 2026
ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

2 Oktober 2026
Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Sidrap, 3 Orang Diamankan

Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Sidrap, 3 Orang Diamankan

29 September 2026
KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026

Sehingga berharap dengan adanya putusan bebas ini dapat menjadi Yurisprudensi dan acuan apabila “dipersalahkan” ketika ada kendala dalam pengadaan melalui E-Purchasing.

Awalnya, perkara ini bergulir penyelidikan sejak tahun 2019, namun baru disidangkan di tahun 2023. Perkara ini bermula ketika kegiatan pemanfaatan dana kapitasi dan non kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk seluruh Puskesmas di  Kabupaten Sidenreng Rappang TA 2016, yang mana pengadaan obat seharusnya  melaui E- Purchasing.

Namun hal itu terdakwa sebagai PPK tidak lakukan karena banyaknya kendala pengadaan obat melalui E-Purchasing, pemesanan melalui pabrik besar Farmasi juga banyak kendala, sehingga dilakukan pembelian langsung pada apotek setempat.

Hal ini dilakukan oleh terdakwa agar kebutuhan obat pada puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sidrap dapat terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan, karena jika kekurangan obat puskesmas akan merujuk pada rumah sakit padahal penyakit itu sebenarnya cukup dilayani jika obat tersedia di puskesmas.

Dalam putusan hakim, perbuatan terdakwa dianggap tidak bersalah dan dinyatakan bebas. (*)

Terkait: Dugaan KorupsiPengadilan Negeri Makassar

Berita Terkait

Danny Pomanto Dukung Program Baru PN Makassar, Berantas Maraknya Data Penetapan Palsu

Danny Pomanto Dukung Program Baru PN Makassar, Berantas Maraknya Data Penetapan Palsu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Januari 2025

...

Kantor Wali Kota Parepare Digeledah, Akbar Ali Dukung Penuh Kewenangan Kepolisian

Editor: Tohir Muhammad
20 Juli 2024

...

KOMPAK Unjuk Rasa Minta Gakum Parepare Usut Kembali Kasus Dinkes

KOMPAK Unjuk Rasa Minta Gakum Parepare Usut Kembali Kasus Dinkes

Editor: Tohir Muhammad
17 Februari 2022

...

Berita Populer

  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Siap Dimulai, Panitia Matangkan Persiapan Lewat Technical Meeting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi