• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 19 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

13 Jam Puasa, Peluru di Tubuh Bayi Belum Diangkat,  Orang Tua Pindah RS

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Februari 2018
di Kesehatan, Sulselbar
Peluru Nyasar

Sugeng menggendong anaknya Safeti. --handover--

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Sudah 13 jam bayi 16 bulan korban peluru nyasar berpuasa akan tetapi peluru yang ada di dalam tubuh bagian atas kemaluanya belum juga diangkat.

Sugeng,  warga Jalan Bontoduri 5 Setapak I,  Kecamatan Tamalate mengaku sejak jam 5 subuh ia mengantar anaknya,  Safeti Saraswati, bayi 16 bulan ke RS Labuang Baji.

Di Labuang Baji, perawat meminta Suriyani (28) ibu dari Safeti untuk tidak memberi susu anaknya lantaran akan ditangani.

Perawat pun sudah masang infus di pergelangan tangan Safeti dan mengambil foto CT Scan bagian yang terkena peluru.  Perawat juga sudah mengambil  sampel darah Safeti sebanyak tiga kali.  Akan tetapi hingga menjelang tengah hari,  belum ada tindakan.

Hingga siang sekitar pukul 12.00 Wita,  dokter bedah datang dan menemui Sugeng dan istrinya.  Dokter mengaku,  Safeti tidak bisa ditangani di RS Labuang Baji lantaran alat yang tidak memadai.

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Paspor Humanis, Jemput Bola hingga ke Rumah Sakit

Setelah Beraksi 4 Kali di Rumah Sakit, Pelaku Pencurian Akhirnya Diamankan

Sempat Dibawa ke RS, Pria Bakar Diri di Pinrang Dikabarkan Meninggal

Dinas Sosial bersama personel kepolisian yang datang melihat Safeti menyarankan bayi tersebut dipindahkan ke RS Wahidin.  Tanpa pikir panjang,  Sugeng memindahkan bayinya menggunakan ambulance RS Labuang Baji.

Sugeng berangkat sekitar pukul 14.00 Wita lewat dan tiba di RS Wahidin, Azhar,  sekitar pukul 15.00 lewat.  Safeti langsung ditangani di UGD RS Wahidin dan sudah dilakukan ST Scan kembali dan pengambilan sampel darah.  Kini ia kembali memasuki ruangan foto konvensional di ruang UGD.

“Harapannya, Labuang Baji bisa lebih baik pelayanannya.  Dari jam 5 hanya menunggu, sementara ini proyektil ada di dalam anak bayi,” jelas Sugeng sambil menggendong anaknya dengan mata berkaca-kaca,  Jumat 2 Februari.

Safeti terkena peluru nyasar di rumahnya di Jalan Bontoduri,  Tamalate, Makassar. Kejadian diketahui Jumat 2 Februari,  sekitar pukul 05.00 Wita.  Saat itu,  Safeti sedang tidur dengan orangtuanya di dalam rumah di Jalan Bontoduri Lorong 4.

Tiba- tiba terdengar suara dari atap rumah dan benda jatuh tersebut langsung mengenai Safeti yang sedang tertidur.  Saat dilihat ternyata sebuah peluru nyasar sudah mengenai bagian perut bawah safeti.

Seketika,  keluarga Safeti membawa anak tersebut ke RS Labuang Baji.  Bahkan hingga sore hari ini,  diketahui Safeti sudah dipindahkan ke RS Wahidin karena kondisi kritis dengan peluru masih berada di dalam tubuhnya. (ang/asw)

Terkait: Berita MakassarPeluru NyasarRumah Sakit

TerkaitBerita

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal  Muhammadiyah Sulbar  Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan