• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 26 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Ternyata Ini Sejarahnya, Hari Kesehatan Dunia yang Jatuh Hari Ini

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2023
di Kesehatan, Nasional

JAKARTA, PIJARNEWS.COM—Hari ini, tepat 7 April 2023 merupakan Hari Kesehatan Sedunia. Ini merupakan momentum yang diperingati tiap tahun secara internasional. Setiap tanggal 7 April, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tema khusus dalam dunia kesehatan dan medis, mulai dari kesehatan mental hingga asuransi.

Penetapan 7 April sebagai Hari Kesehatan Sedunia ini berdasarkan berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 7 April 1948. Adapun tujuan peringatan Hari Kesehatan Dunia adalah untuk meningkatkan kesadaran global seputar masalah kesehatan. Selain itu, momentum ini juga diperingati untuk mendorong masyarakat dunia mengambil langkah-langkah penting dalam meningkatkan kesehatan.

Tema Hari Kesehatan Sedunia 2023

Pada tahun ini, Hari Kesehatan Sedunia mengusung tema Health for All atau Sehat untuk Semua. Pada peringatan hari kelahirannya yang ke-75 ini, WHO akan melihat kembali keberhasilan kesehatan masyarakat yang telah meningkatkan kualitas hidup selama tujuh dekade terakhir. Selain itu, momentum ini juga merupakan kesempatan untuk memotivasi tindakan untuk mengatasi tantangan kesehatan hari ini dan yang akan datang.

Terdapat beberapa pesan utama dari tema ini:

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Health for All menggambarkan bahwa semua orang memiliki kesehatan yang baik untuk kehidupan yang lebih baik di dunia yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
Hak atas kesehatan adalah hak asasi manusia. Setiap orang harus memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan kapan dan di mana mereka membutuhkannya tanpa kesulitan keuangan.
30 persen dari populasi global tidak dapat mengakses layanan kesehatan penting.
Hampir dua miliar orang menghadapi bencana atau mengeluarkan biaya kesehatan yang memiskinkan, dengan ketidaksetaraan yang signifikan mempengaruhi mereka yang berada di lingkungan yang paling rentan.

Cakupan kesehatan universal (UHC) menawarkan perlindungan finansial dan akses ke layanan penting yang berkualitas, mengangkat orang keluar dari kemiskinan, mempromosikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, melindungi krisis kesehatan masyarakat, dan menggerakan menuju #HealthForAll.

Bukti menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang didukung oleh pendekatan perawatan kesehatan primer (PHC) adalah cara yang paling efektif dan hemat biaya untuk membawa layanan kesehatan dan kesejahteraan lebih dekat kepada orang-orang.

COVID-19 menghambat perjalanan setiap negara menuju #HealthForAll

COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan lainnya, krisis kemanusiaan dan iklim yang tumpang tindih, kendala ekonomi, dan perang, telah membuat perjalanan setiap negara ke #HealthForAll lebih mendesak. Sekarang adalah waktunya bagi para pemimpin untuk mengambil tindakan untuk memenuhi komitmen cakupan kesehatan universal mereka dan bagi masyarakat sipil untuk meminta pertanggungjawaban para pemimpin. Kemajuan perlu dipercepat jika SDGs terkait kesehatan ingin dipenuhi.

Sejarah Hari Kesehatan Sedunia

Sejarah Hari Kesehatan Sedunia berhubungan dengan sejarah berdirinya WHO pada 7 April 1948. Bermula pada Desember 1948, pejabat Brazil dan Cina mengusulkan pembentukan organisasi kesehatan internasional yang mencakup semua dan independen dari kekuatan pemerintah mana pun.

Setengah tahun kemudian, pada bulan Juli 1946 di New York, konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disetujui. Konstitusi ini mulai berlaku pada 7 April 1948, ketika 61 negara menandatangani perjanjian untuk pendirian lembaga swadaya masyarakat tersebut.

Sebagai salah satu tindakan resmi pertama WHO, diciptakanlah perayaan Hari Kesehatan Dunia. Mulanya, peringatan ini dirayakan pada 22 Juli 1949, tetapi tanggalnya kemudian berubah menjadi 7 April sesuai tanggal pembentukan WHO untuk mendorong partisipasi siswa.

Sejak tahun 1950, Hari Kesehatan Sedunia menggunakan tema yang berbeda tiap tahunnya yang dipilih oleh direktur jenderal WHO yang menjabat, berdasarkan saran dari pemerintah dan staf anggota. Hari Kesehatan Sedunia memberikan kesempatan global untuk memusatkan perhatian pada masalah kesehatan masyarakat yang penting dan mempengaruhi komunitas internasional.

Twibbon Hari Kesehatan Sedunia 2023

Isu kesehatan dan akses layanan kesehatan telah banyak dikampanyekan oleh orang-orang di seluruh dunia pada Hari Kesehatan Dunia. Untuk turut serta menggaungkan pentingnya isu kesehatan, masyarakat bisa mengunggah foto menggunakan twibbon yang sudah disiapkan berikut ini:

Twibbon 1: https://twb.nz/rsharapankeluarga-worldhealth

Twibbon 2: https://twb.nz/eartecworldhealthday2023

Twibbon 3: https://twb.nz/hkessedunia2023

Twibbon 4: https://twb.nz/kesduniarsaa

Twibbon 5: https://twb.nz/kesehatanday

Twibbon 6: https://twb.nz/whd2023capsaacep. (*)

Sumber: detik.com

Terkait: Hari Kesehatan Dunia

TerkaitBerita

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

...

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Editor: Muhammad Tohir
18 Februari 2026

...

Andi Mappakaya Resmi Pimpin APDESI Merah Putih Sulsel, Uhadi Tekankan Soliditas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan