• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Ketua PIJAR Pertama Bicara Soal ZK

Editor: Ibrah La Iman
29 Januari 2017
di Sulselbar
Ketua PIJAR Pertama Bicara Soal ZK

JAKARTA, PIJARNEWS.COM — Duka mendalam menghampiri warga Parepare, Rabu (25/01/17). Kabar duka di pagi hari begitu menghentak. Ada yang kaget, sedih hingga tak mampu menahan tangis dan air matanya. Mereka merasa kehilangan. Ditinggal oleh sosok pemimpin yang dikaguminya.

Dari ruang perkantoran, kawasan pertokoan, sudut-sudut jalan, warung pinggiran, hingga pemukiman di Kota Bandar Madani itu, seketika perbincangannya berubah menjadi satu tema. Peredarannya begitu cepat dari mulut ke mulut. Tentang berpulangnya ke Sang Khalik mantan Wali Kota Parepare dua periode HM Zain Katoe di usia 71 tahun.

Sebagian diantara mereka, seolah tidak percaya dengan kabar tersebut. Ada yang mulutnya seakan tak mampu berkata-kata mendengar kabar itu. Tidak sedikit meninggalkan aktivitasnya demi melayat dan melepas jenazah, sekaligus mengantarkan ke liang lahat pemimpin yang dikenal tak menjaga jarak dengan rakyatnya.

Bukan hanya di Parepare saja, tapi kepergian almarhum juga meninggalkan duka mendalam oleh warga di daerah lain, terutama di tanah kelahiran Zain Katoe di Kabupaten Sidrap. Antusiasme warga yang memberi penghormatan terakhir, ditambah headline dan running pemberitaan di media online, radio, tv, dan media cetak lokal, menjadi penegas kalau Sulsel kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.

BeritaTerkait

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

Pengurus IKAPI Sulsel Resmi Dilantik, Nur Amin Saleh: Rumah Penerbit Tumbuh Bersama

1 September 2026
Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026

Status dan testimony di jejaring sosial tentang kepergian almarhum juga sempat menjadi trending di Sulsel. Mereka ikut larut dan tak ingin ketinggalan mendoakan almarhum yang semasa hidupnya begitu peduli, dan sukses “menyulap” Parepare sebagai kota yang pelayanan publiknya sangat cepat.

Duka mendalam yang dirasakan warga memang sangat beralasan.

Terlepas dari kasus yang pernah menjeratnya, Zain Katoe sudah terlanjur tersimpan di hati rakyatnya. Ia adalah pemimpin yang tulus melayani. Pemimpin yang tidak gengsi berbaur dengan rakyatnya. Pemimpin yang sederhana. Pemimpin bersahaja. Dan pemimpin yang tak akan pernah dilupakan.
Penilaian dan kehilangan itu, setidaknya penulis juga rasakan. Merasakan, karena hampir satu tahun pernah bertugas sebagai jurnalis salah satu harian nasional kala almarhum masih menjabat wali kota di periode pertamanya, sekira Agustus 2007 hingga Mei 2008.

Selama bertugas di kota kelahiran BJ Habibie ini, penulis setiap saat berinteraksi dengan almarhum.

Kapasitasnya sebagai wali kota, membuat penulis harus setiap waktu meminta tanggapan, konfirmasi, sekaligus mewawancarainya tentang berbagai kebijakan pemerintah kota, maupun masalah atau isu lain yang lagi menghangat.

Karena tuntutan pekerjaan, intensitas bertatap muka langsung dengan almarhum tergolong tinggi.

Hampir setiap hari saya meluangkan waktu “mencium” jejaknya, baik di kantor wali kota, maupun saat menghadiri berbagai kegiatan. Sesekali, penulis juga mewawancarainya via telepon, terutama jika ada kasus-kasus hukum yang diduga terjadi di pemerintahan.

Karena tuntutan pekerjaan pula, ditambah masih “panas-panasnya” menjadi jurnalis, penulis berusaha tidak menutup mata mengangkat isu-isu korupsi yang diduga terjadi di Parepare, termasuk yang mengaitkan nama almarhum. Tidak jarang, berita tentang kasus korupsi menjadi headline dan menghiasi halaman di koran tempat penulis bekerja, meski juga banyak pemberitaan keberhasilan Parepare termuat.

Selama penulis menjalankan tugas di Parepare selama hampir satu tahun, termasuk ikut memprakarai terbentuknya Perhimpunan Jurnalis Ajattapareng (Pijar) tahun 2008, sekaligus didaulat oleh teman-teman jurnalis dari media lain sebagai ketua, saya merasakan ada pembeda dan sesuatu yang langka dimiliki almarhum.

Langka, karena semenjak saya bertugas di Parepare hingga ditugaskan di desk politik di Makassar, tidak sekali pun almarhum menghindar dari “kejaran” saya untuk mewawancarainya.

Langka, karena tidak sekali pun menunjukkan kemarahannya ke penulis jika ada pemberitaan kasus hukum yang mengaitkan namanya, atau pemerintahan yang dipimpinnya.

Langka, karena tidak pernah sekali pun berusaha meminta penulis, termasuk mengarahkan bawahannya untuk mengintervensi atau mencoba menekan penulis untuk tidak melanjutkan menulis dan menghentikan berbagai kasus maupun kebijakan yang sedang diinvestigasi.

Langka, karena di tengah kesibukannya, ia masih menyempatkan waktu melayani untuk di wawancarai via telepon, maupun membalas pertanyaan via SMS yang kadang penulis ajukan kala di malam hari jelang deadline.

Bukan tentang itu saja. Almarhum adalah salah satu tokoh yang layak dijadikan panutan sekaligus contoh oleh pemimpin lainnya. Panutan, karena ia selalu hadir di tengah rakyatnya, suka maupun duka.

Panutan, karena di masa kepemimpinannya, ia mampu mendorong pelayanan birokrasi yang tidak berbelit-belit. Panutan, karena ia mengayomi semua golongan. Panutan, karena ia tak pernah menunjukkan kebencian dan dendamnya terhadap seseorang. Panutan, karena ia tak pernah lelah mengabdi untuk rakyat dan kota Parepare, sekalipun tidak menjabat lagi.

Panutan, karena ia memanusiakan warganya. Senyum dan selalu bertutur kata sopan.

Karena kepribadian dan cara kepemimpinannya itulah membuat dia akan selalu terkenang dan dirindukan. Fisiknya boleh meninggalkan kita. Tapi semangat dan jasa-jasanya akan abadi sepanjang masa. Selamat jalan, ayahanda. Doa kami menyertaimu.

Jakarta, 27 Januari 2017

(Arif Saleh)

Terkait: ParepareZK

BeritaTerkait

Pemkot Parepare Sambut Rombongan BOR Seri V di Lapangan Andi Makkasau

Pemkot Parepare Sambut Rombongan BOR Seri V di Lapangan Andi Makkasau

Editor: Tohir Muhammad
1 September 2026

...

Wawali Parepare Turut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Wawali Parepare Turut Musnahkan Barang Bukti di Kejari

Editor: Tohir Muhammad
1 September 2026

...

Bangun Ekosistem Pendidikan Kuat, Pemkot dan IAIN Parepare Tanda Tangani MoU

Bangun Ekosistem Pendidikan Kuat, Pemkot dan IAIN Parepare Tanda Tangani MoU

Editor: Tohir Muhammad
1 September 2026

...

Berita Populer

  • Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM  Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

    Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembunuh Feni Ere Terungkap, Mengamati Korban di Media Sosial Selama Tiga Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IAIN Parepare Luncurkan Prodi Studi Islam Jenjang Doktor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Dilarang, Korban Tewas di Gunung Bambapuang Tetap Nekat Mendaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 93 PNS Dilantik, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulsel ingatkan Kompetensi hingga Etika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi