• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 29 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Ratusan Aplikasi Asal China Ditolak di India

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
3 September 2020
di Internasional

INTERNATIONAL, PIJARNEWS.COM–Kementerian Teknologi India mengatakan, 118 aplikasi asal China dinilai merupakan ancaman bagi kedaulatan dan keamanan India, demikian dikutip dari Reuters, yang dilansir dari detik.com, Kamis (3/9/2020).

118 aplikasi asal China yang dilarang itu termasuk game populer milik Tencent Holdings, PUBG. Pelarangan tersebut meningkatkan tekanan pemerintah India pada perusahaan teknologi asal China.

Daftar 118 aplikasi yang dilarang ini juga mencakup aplikasi dari Baidu dan ShareSave Xiaomi.

“Aplikasi ini mengumpulkan dan membagikan data secara diam-diam dan membahayakan data pribadi dan informasi pengguna yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi keamanan negara,” demikian pernyataan Kementerian Teknologi India.

Tencent sejauh ini belum memberikan respons terkait pelarangan itu, Yang jelas, larangan tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi Tencent. Di India, PUBG sangat populer, dengan menempati peringkat pertama di dunia untuk angka unduhan PUBG. Data perusahaan analitik aplikasi SensorTower mencatat, ada sekira 175 juta install PUBG dari India, atau 24% dari total keseluruhan.

Berita Terkait

Rapat TIMPORA Kabupaten Wajo, Kanim Parepare Tekankan Laporan Lewat APOA

Pemkot Parepare Gandeng ITH Kembangkan Aplikasi “Parepare Dalam Genggaman

Pakai Sippare Jika Ingin Lapor Kasus Korupsi di Kejari Parepare

Diketuai Wahyuddin, Tim Hibah RisetMU Batch VII Latih Penerapan Digital Marketing ke Pedagang Pare Takoyaki

Pelarangan aplikasi tersebut dimulai pada Juni lalu. Saat itu India melarang 59 aplikasi China, termasuk di antaranya aplikasi berbagi video populer milik ByteDance TikTok, WeChat milik Tencent dan UC Browser punya Alibaba.

Langkah itu, oleh Menteri Teknologi India disebut sebagai “serangan digital”, sebagai respons terkait peristiwa bentrokan yang terjadi di antara pasukan China dan India di perbatasan Himalaya Juni lalu. Sebanyak 20 tentara India tewas dalam bentrokan tersebut. Sejak itu, ketegangan kian memanas di antara pemerintahan New Delhi dan Beijing.

Terkait: AplikasichinaIndiaPelarangan AplikasiPUPG

TerkaitBerita

Setelah Juarai Jinan Open, Janice Tjen Tembus 80 Dunia, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya

Editor: Tim Redaksi
21 Oktober 2025

...

AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Agustus 2025

...

Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Mei 2025

...

korea utara

Piala Asia U-17: Korea Utara Akan Hadapi Indonesia di Perempat Final

Editor: Tim Redaksi
12 April 2025

...

BeritaTerkini

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan